Bawaslu Diminta Berani Usut Dugaan Mahar Rp500 Miliar Sandi

Metrobatam, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta berani mengusut isu dugaan mahar Rp500 miliar dari bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN.

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai saat ini Bawaslu harus berani bersikap terkait isu dugaan mahar Rp500 miliar yang dihembuskan Wasekjen Demokrat Andi Arief kepada Sandi, PKS dan PAN. Bawaslu diminta tidak hanya mengurusi persoalan yang bersifat kecil.

“Apakah Bawaslu berani? Ya kita tunggu,” kata Ray dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Peneliti Formappi Lucius Karus menambahkan, Bawaslu seharusnya bisa bergerak karena respons partai yang dituduhkan cenderung adem ayem. Dugaan isu mahar diklaim dapat terkonfirmasi dari hal tersebut.

“Kalau Bawaslu tidak bergerak, saya kira itu menjadi tanda tanya besar. Tuduhan jelas, respons yang dituduh besar, jumlah uangnya besar,” kata Lucius.

Mahar politik, kata Lucius, merupakan isu yang berulang mulai dari pilkada hingga pilpres. Namun, menurutnya belum ada satu isu mahar politik yang dapat diselesaikan pengawas pemilu. “Tidak ada eksekusi yang diharapkan bisa menimbulkan efek jera,” ujarnya.

Padahal, kata dia, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) yang diatur pada Pasal 228 secara tegas melarang partai politik menerima imbalan dalam bentuk uang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan Pasal 228 secara spesifik telah mengatur norma bahwa parpol tidak boleh menerima imbalan dari pihak manapun dalam bentuk apapun.

Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu, lanjutnya, memiliki peran mengawasi mulai dari tahapan penyelenggaraan pemilu, yang salah satunya adalah proses pencalonan.

“Kalau selama ini Bawaslu gesit mengekspos hasil pengawasan sebelum pencalonan selesai, mestinya Bawaslu dalam hal ini juga melakukan hal yang sama,” kata dia.

Khusus mengenai dugaan mahar Rp500 miliar, menurut Titi, parpol hanya boleh menerima sumbangan dalam batas tertentu dari individu atau badan hukum.

Dalam konteks sumbangan dana kampanye, kata Titi, diatur dalam UU Partai Politik bahwa parpol hanya boleh menerima maksimal Rp2,5 miliar dari individu dan Rp25 miliar dari badan hukum.

Untuk itu, Titi meminta agar Bawaslu tegas dalam menjalankan tugasnya untuk mengklarifikasi isu dugaan mahar ini.

“Saya kira sangat mungkin bagi Bawaslu melalukan sesuatu dan menjadi momentum semua pihak untuk membuktikan atau mengklarifikasi ke pihak-pihak tersebut,” katanya.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar sebelumnya menyatakan pihaknya bakal memanggil sejumlah pihak untuk memeriksa dugaan pemberian Rp500 miliar dari Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima Bawaslu.

Sebelumnya, Rumah Relawan Nusantara melaporkan dugaan mahar yang diberikan Sandiaga kepada PKS dan PAN terkait proses pencalonan capres-cawapres.

“Bawaslu akan klarifikasi, para pihak yang diduga akan dipanggil secara patut dua hari kerja. Enggak ada lagi alasan untuk Bawaslu. Bawaslu harus siap tindaklanjuti ini,” ujar Fritz di kantornya, Jakarta, Selasa (14/8).

Gerindra Teriak ‘Genit’

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman menilai laporan dugaan mahar Sandiaga Uno tak layak ditindaklanjuti. Karena itu, Habiburokhman meminta Bawaslu objektif dalam menangani laporan tersebut.

“Kasus ini menurut saya seharusnya ditolak pada tahap pemeriksaan awal di Bawaslu. Kawan-kawan itu kan punya Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2018. Sangat jelas di Perbawaslu itu bahwa bukti awal yang cukup menjadi syarat mutlak (untuk sebuah laporan) dilanjutkan,” kata Habiburokhman di Menteng, Rabu (15/8).

Habiburokhman menyebut Bawaslu sedang mencari perhatian. Dia menuding para pelapor indikasi mahar Sandiaga berafiliasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga membuat Bawaslu proaktif.

“Saya pikir Bawaslu juga jangan terlalu genit, isu-isu panggil. Waktu La Nyalla, isu, isu, isu, mau panggil Pak Prabowo. Saya ingatkan, nggak gampang panggilin orang itu karena orang punya aktivitas,” ucap Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra itu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Amankan 12 Calon TKI Ilegal dari Pulau Seribu Batam

Metrobatam, Batam - Jajaran Kapal Polisi (KP) Baladewa 8002 Ditpolair Baharkam Polri berhasil mengamankan 12 pekerja migran ilegal Indonesia yang akan bekerja di Malaysia....

Polisi Ungkap Prostitusi Online Sesama Jenis Berkedok Layanan Pijat di Batam

Metrobatam, Batam - Jajaran Satreskrim Polresta Barelang berhasil mengungkap prostitusi online sesama jenis di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Bisnis terlarang itu berkedok jasa layanan...

Prabowo Sebut 99% Rakyat RI Hidup Pas-Pasan, Benarkah?

Metrobatam, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto kembali menyinggung soal angka kemiskinan di Indonesia. Kali ini dia mengatakan bahwa 99% rakyat...

TKN Jokowi: Boleh Kritis Tapi Jangan Halangi Program Mensejahterakan Rakyat

Metrobatam, Jakarta - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago menyayangkan ada pihak-pihak yang mencurigai rencana Presiden Joko Widodo untuk...

Ejekan ‘Rombongan Gajah’ Picu Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Deliserdang

Metrobatam, Medan - Polisi telah mengungkap motif di balik pembunuhan keluarga Muhajir, manajer pabrik kacamata PT. Domas Intiglas Perdana di Deliserdang, Sumatera Utara. Kapolda Sumatera...

KPK Terima Uang Pengganti Rp862 Juta dari Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menerima uang pengganti kerugian perkara korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP) senilai ratusan juta rupiah dari mantan...

Nggak Mau Diputusin, Pria Ini Gigit Bibir Pacarnya Hingga Hampir Lepas

Metrobatam, Jakarta - Wanita bernama Kayla Hayes mengalami kekerasan oleh pria bernama Seth Aaron Fleury. Seth merupakan mantan kekasih Kayla yang menolak untuk putus. Seth...

Blak-blakan Steffy Burase: Sempat Buat Surat Nikah untuk Umrah, Lalu Dibuang

Metrobatam, Jakarta - Tenaga ahli Aceh Maraton 2018, Fenny Steffy Burase angkat bicara soal kabar pernikahannya dengan Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf. Blak-blakan soal...

Erick Thohir Ingatkan Relawan Perempuan Jokowi Kampanye Sehat

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengingatkan relawan perempuan untuk kampanye sehat dan antikebohongan. Hal itu...

MUI: Pembakaran Bendera HTI Tak Perlu Dipermasalahkan

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)...

Kata Ilmuwan, Status Facebook yang Begini Menandakan Gejala Depresi

Metrobatam, Jakarta - Posting status di Facebook mungkin bisa memprediksi apakah penggunanya sedang mengalami depresi atau tidak. Dikutip dari NBC News, para peneliti menemukan...

City soal Juara Liga Champions, Guardiola: Belum Waktunya

Kharkiv - Pep Guardiola sekali lagi mengatakan Manchester City masih belum punya cukup modal untuk menjuarai Liga Champions. Ia merasa sekarang bukan waktunya. City dalam...
SHARE