Metrobatam, Medan – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun kepada Andika Yudhistira Lubis (31). Mantan penyerangan (striker) tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia saat SEA Games Laos 2009 itu dipenjara lantaran terbukti bersalah melakukan perampokan dan percobaan pemerkosaan terhadap ABS (26).

Vonis terhadap Andika Yudhistira Lubis dibacakan oleh ketua majelis hakim, Deson, dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra V, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/8) petang.

Dalam amat putusan tersebut, Andhika dinilai telah secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan pada Pasal 293 KUHPidana tentang perbuatan cabul. “Menjatuhkan kepada terdakwa pidana penjara selama 1 tahun,” sebut Hakim Deson.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Medan, yang meminta agar terdakwa dijatuhi pidana penjara salama 2 tahun. Hukuman ringan diberikan hakim, karena korban dan terdakwa telah melakukan perdamaian.

Meski begitu, JPU belum mengambil sikap dan masih menyatakan pikir-pikir. “Kita lapor dulu ke pimpinan atas putusan ini. Baru nanti kita sampaikan sikap kita,” ujar JPU, Randi Tambunan.

Diberitakan sebelumnya, Andika Yudhistira ditangkap polisi saat melatih sepak bola di lapangan BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara pada Minggu, 23 Maret 2018.

Dia ditangkap karena telah menganiaya dan mencoba memperkosa ABS, saat keduanya bertemu pada Sabtu 17 Maret 2018. Keduanya sebelumnya membuat janji bertemu setelah saling berkenalan lewat aplikasi kencan online.

Andika mencoba memperkosa ABS di dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya. Tapi, Andika gagal memperkosa ABS, sebab korban mempertahankan diri. Andika pun memukuli ABS hingga korban tak sadarkan diri. Andika lalu membuang ABS di tepi Jalan Seksama Medan.

Beruntung, korban ABS yang saat itu tak sadarkan diri ditolong warga dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kasus penganiayaan dan pengancaman terhadap korban ABS ini bukanlah kasus hukum pertama yang dihadapi Andika. Pada 2013-2014, Andika juga pernah ditangkap Polda Sumut dalam kasus kepemilikan 3 butir pil ekstasi. Dia kemudian dijatuhi hukuman 9 bulan penjara.

Lalu, pada 2016, Andika juga disebutkan terlibat kasus pencabulan di Jalan STM. Namun, korban tak membuat laporan ke polisi. Pada 2017, Andika terlibat kasus pencurian dan diamankan di Polsek Medan Baru. Namun, kala itu ia berdamai dengan korbannya. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kota Batam Masuk Kriteria Kota Peduli HAM

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam menerima penghargaan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) untuk kriteria kota peduli dan cukup...

Danlantamal IV Pimpin Upacara Peringatan Hari Nusantara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari...

Maraknya Pencurian Aset Gardu PLN Batam Sebabkan Listrik Padam

Metrobatam.com, Batam - Beberapa waktu ini marak terjadi pencurian aset gardu dan material listrik yang menyebabkan pelanggan mengalami gangguan padam dan kerugian material PLN...

KPU Kota Batam : Jumlah Pemilih Pemilu 2019 Kota Batam Berkurang 25.603 Orang

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam Kepulauan Riau menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 untuk pemilu 2019 sebanyak 650.876...

La Nyalla: Saya Bukan Timses, Hanya Ingin Tebus Dosa ke Jokowi

Metrobatam, Jakarta - La Nyalla Mattalitti mengaku tidak mendapatkan tugas khusus apapun dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mengaku ingin...

Disdukcapil Padang Pariaman Akui Tercecernya E-KTP karena Kelalaian Pegawai

Metrobatam, Pariaman - Ditemukannya e-KTP dalam karung bekas dekat permukiman warga di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) karena kelalaian...

Guru Honorer Siap-siap Diangkat Jadi ‘PNS’

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah dan Komisi X DPR RI kembali mencari jalan keluar untuk mengatasi guru honorer THK-2 (Tenaga Honorer Kategori 2) yang nasibnya...

Tjahjo: Kisruh e-KTP Tak Ada Hubungan dengan DPT Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan kisruh soal KTP elektronik atau e-KTP, mulai dari tercecernya seribuan e-KTP di Padang Pariaman, Sumatera...

Bencana Hidrologi Musim Hujan Kepung Sumatra

Metrobatam, Jakarta - Bencana hidrologi akibat curah hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Di Provinsi Aceh, jembatan penghubung Desa Babah Lhung dan...

PDIP Tunggu Aksi Sandiaga yang Mau Pindahkan Markas ke Jawa Tengah

Metrobatam, Jakarta - Cawapres 02 Sandiaga Uno memindahkan markas pemenagan mereka ke Jawa Tengah dengan alasan ingin lebih dikenal di kandang rival. PDIP menunggu...

PUPR: 120 Hunian Sementara Siap Dihuni Korban Gempa Palu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan 120 unit hunian sementara siap ditempati warga terdampak gempa Palu, Sulawesi...

BP Batam Tidak Jadi Bubar, Ini Penjelasan Menko Perekonomian Darmin

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution buka-bukaan mengenai hasil rapat terbatas terkait pengembangan ekonomi Batam, Rabu (12/12). Berbicara di kantornya, Darmin mengemukakan...