Ditresnarkoba Polda Riau Bekuk Jaringan Sabu Rp7 M Asal Malaysia

Metrobatam, Pekanbaru – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menyita tujuh paket sabu-sabu asal Malaysia bertuliskan aksara China “Guanyiwang”. Seluruh paket itu memiliki berat 7 kilogram dengan nilai Rp7 miliar.

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima kepolisian terkait upaya penyelundupan sabu-sabu senilai Rp7 miliar asal Malaysia melalui pesisir Bengkalis, Riau.

“Tim mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman narkoka jenis sabu dari Tenggayun, Bengkalis yang diduga berasal dari Negara Malaysia yang selanjutnya akan dibawa via darat menuju Pekanbaru,” Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto melalui keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/8).

Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Riau, bersama dengan tim khusus informasi teknologi, melakukan pemetaan dan melacak informasi itu. Petugas melakukan dua kali penangkapan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Haryono mengatakan penangkapan dilakukan dua kali. Tiga tersangka dibekuk.

Pertama, penangkapan terhadap dua pelaku, JO (34) dan SL (40), di dalam mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi BM 1280 VZ, di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto.Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)

Keduanya diamankan oleh polisi saat melintas jalur Lintas Duri Dumai pada sekitar pukul 02.00 WIB.

Dari dua tangan tersangka diamankan lima bungkus kemasan teh hijau yang masing-masing seberat 1kg. Kelima bungkus tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung goni dan diletakkan pada jok mobil.

“Sabu-sabu tersebut disimpan di jok tengah. Rencananya akan dibawa ke Pekanbaru,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Kedua, penangkapan terhadap seorang tersangka lainnya, UM (40). Lokasi penangkapan pun tidak jauh dari lokasi pertama, dan juga dilakukan di sebuah SPBU dengan model yang sama pula.

Berbeda dengan dua tersangka pertama, UM merupakan jaringan narkoba yang berencana menyelundupkan serbuk narkoba seberat 2 kilogram ke Medan.

“Kami pastikan para tersangka di atas berasal dari dua jaringan berbeda namun sumbernya sama. Kami butuh waktu untuk mengungkap dan memetakan jaringan para pelaku ini,” katanya lagi.

Haryono menjelaskan pengungkapan tersebut diperoleh fakta bahwa transaksi nakroba dilakukan di tengah keramaian. Kedua tersangka yang merupakan kurir itu menerima sabu-sabu dari seseorang dengan cara dilempar melalui kaca jendela mobil.

“Ini modus baru untuk mengelabui petugas. Sayangnya kita kehilangan jejak yang memberi dan penadah sabu-sabu ini. Namun, kasus ini masih terus kami dalami,” katanya lagi. Namun, pihaknya tetap mengembangkan kasus ini.

Haryono menjelaskan ketiga tersangka saat ini terancam hukuman mati dengan pasal 114 juncto 112 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Djarot: Maklum Belum Ada Pengalaman

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan mimpi Indonesia jaya luntur akibat negara dikelola secara ugal-ugalan. Anggota Tim Kampanye Daerah Joko...

Tahun 2019, Kepala Daerah yang Tidak Menaikkan UMP Bakal Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan...

Timses Jokowi Pilih Kampanye Kreatif Ketimbang Negatif

Metrobatam, Jakarta - Direktur Informasi dan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto menyatakan tim sukses (Timses) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan mengikuti...

Karena Miskin, Satu Keluarga di Pelalawan Riau Tinggal di Hutan

Metrobatam, Pekanbaru - Satu keluarga dikabarkan tinggal di sebuah hutan di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka terpaksa tinggal di...

Prabowo Tuding Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan Kelola Negara

Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola...

JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...

Total 3,6 Juta Pelamar Bersaing di Seleksi CPNS 2018, 1,7 Juta Lolos ke Tahap...

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan total pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah ditutup pada Senin, 15...

PT Banten Hukum Mati Gembong Narkoba 86 Kg

Metrobatam, Serang - Pengadilan Tinggi (PT) Banten menjatuhkan hukuman mati kepada gembong narkoba 86 Kg sabu Sutrisno Gunawan. Ia terbukti menyelundupkan sabu lewat Pelabuhan...

Habib Bahar Ditolak ke Manado, Polisi Minta Warga Tak Emosi

Metrobatam, Jakarta - Polisi meminta warga Kota Manado, Sulawesi Utara tak terprovokasi dengan isu penolakan kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan...

Hasil UEFA Nations League: Griezmann Dua Gol, Prancis Kalahkan Jerman

Paris - Prancis melakoni comeback kontra Jerman untuk akhirnya menang dengan skor 2-1. Seluruh gol Les Bleus diborong Antoine Griezmann. Pada laga UEFA Nations League...

Banjir Kiriman dari Sumbar Rendam Kawasan Rohul Riau

Metrobatam, Pekanbaru - Banjir kiriman dari Sumatera Barat, merendam Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Banjir tersebut sudah merendam kawasan Bonai selama 2 hari. "Banji...

Buwas: Anak-anak di Video ‘Ganti Presiden’ Bukan Pramuka

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) memastikan bahwa video viral anak sekolah berteriak '2019 ganti presiden' bukanlah Pramuka. Baju cokelat...
SHARE