Metrobatam, Surabaya – Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Sidoarjo masih mencari orang yang ditengarai melecehkan nama Banser dengan sebutan Banser idiot saat deklarasi #2019GantiPresiden, akhir pekan lalu. Pencarian itu dilakukan untuk mendapat keterangan langsung dari orang tersebut atau tabayun.

Sebutan ‘Banser idiot’ diduga dilontarkan oleh orang yang sedang bersama musisi Achmad Dhani saat berada di lobi salah satu hotel di Surabaya. Orang itu diduga berasal dari salah satu kecamatan di Sidoarjo.

“Sampai saat ini, kami masih melakukan tabayun terhadap salah satu orang yang menyebut Banser idiot kemarin. Namun yang bersangkutan tidak ada dirumah,” tutur Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Reza Ali Faizin, Senin (27/8).

Menurutnya, sebutan ‘Banser idiot’ melecehkan institusi Banser. Meski begitu, pihaknya tidak mau gegabah dalam menindaklanjuti persoalan ini dan menekankan pentingnya tabayun kepada yang bersangkutan untuk mengetahui maksud dan tujuan atas kata-kata yang dilontarkan.

“Terus terang kami merasa dilecehkan. Tapi setidaknya kita harus tahu dulu maksud dan tujuannya melontarkan kata-kata itu,” katanya.

Reza pun menyatakan deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di Jawa Timur akhir pekan lalu tidak jelas asal-usulnya dan bisa menjadi mengganggu ketenteraman masyarakat.

Dia mengklaim selama ini Jawa Timur sudah terbilang keamanan dan kenyamanan masyarakat di Jawa Timur sudah kondusif.

“Ada yang pro, ada juga yang kontra. Nah, Banser ini posisinya ditengah-tengah. Tujuannya tidak lain hanya untuk menjaga kondusifitas masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya,” ujarnya.

Sebutan ‘Banser idiot’ diketahui lewat video unggahan musisi Achmad Dhani saat dirinya berada di sebuah hotel di Surabaya, akhir pekan lalu.

Video tersebut dibuat saat Achmad Dhani berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden yang digelar di Jalan Pahlawan Surabaya. Namun, pada saat yang bersamaan Achmad Dhani masih tertahan di lobi salah satu hotel Surabaya. Video berdurasi 01.37 menit tersebut dikecam lantaran menyebut ‘Banser idiot’.

Sandi Kritik Dhani

Aktivis #2019GantiPresiden, Ahmad Dhani yang menyebut massa penolak aksinya sebagai idiot, mendapat kritikan dari Sandiaga Uno, bakal cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Peristiwa bermula dari Hotel Majapahit Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/8). Dhani menginap di hotel itu karena hendak menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden. Namun hotel itu dikepung oleh massa yang menolak aksi itu. Dhani tak bisa keluar hotel menghadiri acara deklarasi.

Dhani kemudian menunggu di dalam hotel bersama rekan-rekannya. Sambil duduk di lobi hotel, dia membuat video untuk melaporkan kondisi yang dihadapinya. Dia menilai para pendemo dirinya aneh. Soalnya, mereka mendemo orang yang tidak punya kekuasaan. Terucaplah pernyataan ‘idiot’ dari Dhani.

“Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa,” kata Dhani, sebagaimana terekam dalam video yang kemudian viral itu.

Seorang lelaki gondrong dan wanita berjilbab dalam video tersebut menimpali Dhani. Lelaki itu juga menyebut para pendemo sebagai idiot.

“Banser idiot,” kata lelaki berambut panjang yang duduk tak jauh dari Dhani itu.

Beberapa saat kemudian, Dhani keluar Hotel Majapahit dan berada di Resto Hotel Elmi, Jl Panglima Sudirman, Surabaya. Dia dimintai konfirmasi perihal pernyataannya yang menyebut Banser sebagai idiot. Dhani menjelaskan, bukan dirinya yang menyebut Banser idiot, melainkan pria berambut panjang yang duduk di dekatnya.

“Saya tidak mengatakan Banser idiot. Saya nggak ngomong, lihat saja di video saya tidak ngomong,” kata Dhani kepada wartawan.

Sebenarnya partai yang menaungi Dhani, Partai Gerindra, telah melarang kadernya ntuk berkata negatif selama tiga pekan. Larangan ini datang dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Namun Dhani mengaku tak tahu ada larangan itu.

“Saya nggak tahu kalau ada imbauan soal itu. Nggak tahu saya,” kata Dhani yang merupakan bakal calon legislatif dari Gerindra ini.

Selang sehari, Sandiaga Uno berkomentar perihal ujaran ‘idiot’ dari Dhani terhadap para pendemonya. Menurut Sandi, ujaran dari Dhani bermuatan negatif dan sebaiknya dihindari.

“Ya, tentunya negatif dan menurut saya alangkah baiknya kita tak menggunakan kata-kata yang mendegradasi atau mend-downgrade. Kita gunakan kata-kata yang seharusnya menyanjung, kata-kata yang mengangkat semangat,” kata Sandiaga di posko relawan, Jl Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/8).

Merespons kritikan Sandi, Dhani kemudian menanggapi. Dia tak mempermasalahkan kritikan Sandiaga. Soalnya, masing-masing orang punya cara sendiri untuk menilai sesuatu.

“Ya nggak apa-apa, kan Bang Sandi punya caranya sendiri,” kata Dhani kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/8). (mb/cnn indonesia/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Alfin Kritik Proyek Gurindam 12

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Alfin mengkritik keras pembangunan proyek jalan lingkar Gurindam 12 yang saat ini tengah dikerjakan. Pasalnya Proyek tersebut, menggunakan...

Jika Terpilih, Alfin akan Kembalikan Kedaulatan Maritim Kepri

Metrobatam.com, Batam - Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Kepulauan Riau, Alfin berjanji akan mengembalikan kedaulatan maritim Kepri jika ia terpilih nantinya. Salah satu...

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai KPU BC Tipe B Batam Naik 100 Persen

Metrobatam.com, Batam - Penerimaan kepabeanan dan cukai pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe B Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau melonjak...

Batam Terima DIPA Tahun 2019 Rp1,1 Triliun

Metrobatam.com, Batam - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2019. DIPA diserahkan di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau,...

KAL Mapor Berhasil Padamkan Api di MV. Aventador yang Terbakar di Perairan Batuampar

Metrobatam.com, Batam - Salah satu unsur Satuan Kapal Patroli (Satrol) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang yakni Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapor II-4-64...

Rayakan OTT Bupati Irvan, Warga Tumpah Ruah di Alun-alun Cianjur

Metrobatam, Cianjur - Warga bergelombang mendatangi Alun-alun Cianjur usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Cianjur. Tanpa dikomando, massa dari berbagai penjuru ini mendatangi...

Perakit iPhone Rogoh Rp 14,5 T untuk Pindahkan Pabrik ke Batam

Metrobatam, Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China ternyata membawa berkah juga kepada Indonesia. Perusahaan yang berinvestasi di China mulai melirik...

Kemendagri Terbitkan Aturan Penggunaan Jilbab untuk PNS

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mewajibkan pegawainya yang mengenakan jilbab untuk dimasukkan ke dalam kerah baju. Warna Jilbab yang digunakan juga harus...

Dukung MK, MUI Sarankan Usia Ideal Wanita Menikah 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin Abdul Fatah menyatakan pihaknya mendukung putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia perkawinan bagi...

Jokowi Bahas RUU Ponpes Bersama Ulama Aceh

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo bertemu sejumlah tokoh ulama dan pengurus pondok pesantren se-Aceh, Jumat (14/12) di Banda Aceh. Dalam pertemuan itu, Jokowi...

Kemendagri Instruksikan Daerah Bakar e-KTP Rusak

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginstruksikan Bupati/Walikota di seluruh daerah menugaskan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota melakukan pemusnahan blanko e-KTP...

Jantung Manusia Tertinggal, Southwest Airlines Harus Kembali ke Bandara

Seattle - Sebuah pesawat penumpang AS yang sedang menempuh penerbangan dariSeattle keDallas dipaksa untuk kembali mendarat karena ditemukan jantung manusia di pesawat itu. Southwest Airlines...