Metrobatam, Bandung – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat hingga kemarin belum memutuskan untuk menarik laporan mereka atas kasus ceramah Ustaz Evie Effendi.

Ceramah Evie Effendi sebelumnya dilaporkan IPNU ke Polda Jabar pada 11 Agustus 2018 atas kasus dugaan pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

IPNU Jabar melaporkan Evie ke Polda Jabar atas nama pelapor Wakil Ketua Bidang Kaderisasi IPNU Jabar Hasan Malawi dengan nomor laporan LPB/769/VIII/2018/JABAR.

“Pelaporan masih berlangsung. Tidak ada mencabut pelaporan,” kata Hasan saat dihubungi Rabu (15/8).

Menurut Hasan, tidak ada alasan pihaknya mencabut pelaporan. Ia menilai ceramah Ustaz Evie Effendi beberapa waktu lalu telah memicu polemik di antara umat Islam.

“Karena memang kasusnya krusial. Dari pihak Evie belum menghubungi saya dan rekan-rekan yang lain, ia baru menghubungi MUI Jabar,” kata Hasan.

Ceramah Evie yang dipermasalahkan adalah ketika ia menyampaikan tafsiran terkait Surat Ad Dhuha ayat 7. Menurutnya Muhammad sebelum menjadi Nabi termasuk golongan sesat. Pada kesempatan yang sama ia menilai tradisi maulid nabi sebagai ajang peringatan kesesatan Muhammad.

Setelah ceramahnya viral di dunia maya, Evie akhirnya meminta maaf. Namun beberapa pihak yang tak terima seperti IPNU Jabar melaporkan Evie ke polisi.

“Kita tetap melayangkan tabayun dan sebagainya tapi proses hukum tidak bisa lepas begitu saja,” tegas Hasan.

Dia menuturkan, sebelum pelaporan dibuat, pihaknya terlebih dulu memusyarahkan hal ini dengan pengurus cabang IPNU.

“Kita hanya mendorong kegelisahan yang beranjak dari lingkaran kita dulu, mungkin banyak juga yang tidak sepakat dengan pernyataan ustaz Evie itu,” kata dia.

“Maaf kita tetap maafkan tapi proses hukum tetap berlangsung,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Komisaris Besar Samudi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas laporan itu. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pelapor, ahli tafsir Al Quran serra saksi-saksi lainya. Hari ini laksanakan gelar setelah itu akan periksa terlapor,” kata Samudi dalam pesan singkatnya.

Menurut dia, pihaknya akan menghentikan penyidikan jika tidak ditemukan bukti pidana. Selain juga ada kesepakatan antara pelapor dan terlapor untuk menyudahi kasus hukum ini.

“Kalau berdamai itu menjadi pertimbangan penyidik untuk arah restorative justice, dapat diselesaikan dengan kekeluargaan dengan didasari rasa keadilan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Jabar Rachmat Safei menyatakan Evie sudah datang ke kantornya dan menyatakan permohonan maaf atas isi ceramah yang dinilai sejumlah pihak menyinggung Nabi Muhammad SAW.

Atas permintaan maaf itu, MUI berharap Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mencabut laporannya terkait kasus Evie di Polda Jawa Barat. Menurut Rachmat, Evie sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Meski begitu, kata dia, MUI tidak bisa mengintervensi terlalu jauh atas laporan tersebut.

“Pertama ini kalau dinyatakan delik aduan, terserah urusan hukum yang berlaku. Tapi diharapkan karena dia (Evie) sudah tobat jangan diteruskan, sudah selesai. Tapi kami tidak bisa ikut campur terlalu jauh,” kata Rachmat.

Rachmat mengatakan pihaknya sengaja mengundang Evie Effendi datang ke kantor MUI Jabar dan meminta penjelasan secara rinci mengenai duduk perkara yang terjadi.

MUI juga memberikan nasihat agar Evie lebih berhati-hati dalam menyampaikan isi dakwah, apalagi menyinggung hal-hal yang sensitif. Selain itu, atas permohonan maaf Evie, MUI meminta agar masyarakat kembali tenang dan tidak terpancing dengan hal-hal yang dapat memecah-belah umat. Ia menekankan agar umat muslim mengedepankan ukhuwah (persaudaraan). (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kota Batam Masuk Kriteria Kota Peduli HAM

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam menerima penghargaan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) untuk kriteria kota peduli dan cukup...

Danlantamal IV Pimpin Upacara Peringatan Hari Nusantara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari...

Maraknya Pencurian Aset Gardu PLN Batam Sebabkan Listrik Padam

Metrobatam.com, Batam - Beberapa waktu ini marak terjadi pencurian aset gardu dan material listrik yang menyebabkan pelanggan mengalami gangguan padam dan kerugian material PLN...

KPU Kota Batam : Jumlah Pemilih Pemilu 2019 Kota Batam Berkurang 25.603 Orang

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam Kepulauan Riau menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 untuk pemilu 2019 sebanyak 650.876...

La Nyalla: Saya Bukan Timses, Hanya Ingin Tebus Dosa ke Jokowi

Metrobatam, Jakarta - La Nyalla Mattalitti mengaku tidak mendapatkan tugas khusus apapun dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mengaku ingin...

Disdukcapil Padang Pariaman Akui Tercecernya E-KTP karena Kelalaian Pegawai

Metrobatam, Pariaman - Ditemukannya e-KTP dalam karung bekas dekat permukiman warga di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) karena kelalaian...

Guru Honorer Siap-siap Diangkat Jadi ‘PNS’

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah dan Komisi X DPR RI kembali mencari jalan keluar untuk mengatasi guru honorer THK-2 (Tenaga Honorer Kategori 2) yang nasibnya...

Tjahjo: Kisruh e-KTP Tak Ada Hubungan dengan DPT Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan kisruh soal KTP elektronik atau e-KTP, mulai dari tercecernya seribuan e-KTP di Padang Pariaman, Sumatera...

Bencana Hidrologi Musim Hujan Kepung Sumatra

Metrobatam, Jakarta - Bencana hidrologi akibat curah hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Di Provinsi Aceh, jembatan penghubung Desa Babah Lhung dan...

PDIP Tunggu Aksi Sandiaga yang Mau Pindahkan Markas ke Jawa Tengah

Metrobatam, Jakarta - Cawapres 02 Sandiaga Uno memindahkan markas pemenagan mereka ke Jawa Tengah dengan alasan ingin lebih dikenal di kandang rival. PDIP menunggu...

PUPR: 120 Hunian Sementara Siap Dihuni Korban Gempa Palu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan 120 unit hunian sementara siap ditempati warga terdampak gempa Palu, Sulawesi...

BP Batam Tidak Jadi Bubar, Ini Penjelasan Menko Perekonomian Darmin

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution buka-bukaan mengenai hasil rapat terbatas terkait pengembangan ekonomi Batam, Rabu (12/12). Berbicara di kantornya, Darmin mengemukakan...