Metrobatam, Jakarta – Keberhasilan Muhammad Hinayah yang berhasil meraih medali emas panjat dinding nomor estafet beregu atau speed relay putra Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City (JSC) pada Senin (27/8), membuat sang ayah Herman nyaris pingsan.

Tepat sebelum Hinayah dipanggil untuk pengalungan medali, Herman dibopong seorang laki-laki. Kakinya tampak lemas hampir tidak bisa berjalan, seperti hampir pingsan.

Herman menangis, bicara pun terbata-bata sambil tangannya mengusap air mata. Ia langsung mengucap syukur ketika ditanya awak media soal prestasi anaknya.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak,” kata Herman.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan tersebut mengaku tegang dan gugup menyaksikan anaknya bertanding.

Laki-laki berusia 43 tahun ini mengaku datang jauh menggunakan motor dari Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, yang jaraknya 131 kilometer ke JSC. Sementara ibu Hinayah tidak ikut namun tetap mengirimkan doa dari rumah.

Herman (kanan) menangis karena perjuangan Muhammad Hinayah selama ini berbuah medali emas Asian Games 2018.Herman (kanan) menangis karena perjuangan Muhammad Hinayah selama ini berbuah medali emas Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)

Herman tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia lantaran sering berkomunikasi menggunakan bahasa daerah. Meski demikian, Herman tetap berusaha menyampaikan cerita perjuangan anaknya.

“Hinayah itu sampai setop kuliah [di] Politeknik Sriwijaya. Pesan saya kepada anak untuk berjuang di Asian Games adalah tetap ibadah. Sekarang dia sudah menang, saya senang,” katanya.

Melihat kedatangan sang ayah, Hinayah berusaha tegar dan menahan tangis. Ia membenarkan pekerjaan Herman yang sehari-hari kuli bangunan.

“Kadang serabutan. Saya sangat terima kasih terhadap beliau atas kedatangannya, dan medali ini hadiah untuk mereka semua yang mendukung saya,” ucap Hinayah, atlet asal Sumatera Selatan tersebut.

“Pastinya kedatangan ayah menambah semangat, keluarga adalah semangat saya. Beliau [Herman] adalah motivasi saya.”

Atas prestasi Hinayah, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Alex Noerdin cepat tanggap memberikan hadiah. Rencananya, atlet 22 tahun itu bakal diberi rumah dan beasiswa.

“Sekarang dia jadi juara Asian Games 2018, bonus dari pemerintah provinsi: Satu rumah untuk Hinayah. Rumahnya akan segera diberikan,” ujar Alex.

“Kalau dia mau sekolah atau kuliah lagi, kami biayai. Terserah mau di Sekayu atau Palembang,” ujarnya melanjutkan.

Hinayah berharap Alex bisa membangunkan rumah baru di Sekayu. Ia juga tidak berkecil hati lantaran kuliahnya terganggu untuk persiapan Asian Games 2018.

“Ya, saya setahun meninggalkan kuliah. Diberikan cuti, pihak kampus juga sangat mendukung,” ucapnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kota Batam Masuk Kriteria Kota Peduli HAM

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam menerima penghargaan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) untuk kriteria kota peduli dan cukup...

Danlantamal IV Pimpin Upacara Peringatan Hari Nusantara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari...

Maraknya Pencurian Aset Gardu PLN Batam Sebabkan Listrik Padam

Metrobatam.com, Batam - Beberapa waktu ini marak terjadi pencurian aset gardu dan material listrik yang menyebabkan pelanggan mengalami gangguan padam dan kerugian material PLN...

KPU Kota Batam : Jumlah Pemilih Pemilu 2019 Kota Batam Berkurang 25.603 Orang

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam Kepulauan Riau menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 untuk pemilu 2019 sebanyak 650.876...

La Nyalla: Saya Bukan Timses, Hanya Ingin Tebus Dosa ke Jokowi

Metrobatam, Jakarta - La Nyalla Mattalitti mengaku tidak mendapatkan tugas khusus apapun dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mengaku ingin...

Disdukcapil Padang Pariaman Akui Tercecernya E-KTP karena Kelalaian Pegawai

Metrobatam, Pariaman - Ditemukannya e-KTP dalam karung bekas dekat permukiman warga di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) karena kelalaian...

Guru Honorer Siap-siap Diangkat Jadi ‘PNS’

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah dan Komisi X DPR RI kembali mencari jalan keluar untuk mengatasi guru honorer THK-2 (Tenaga Honorer Kategori 2) yang nasibnya...

Tjahjo: Kisruh e-KTP Tak Ada Hubungan dengan DPT Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan kisruh soal KTP elektronik atau e-KTP, mulai dari tercecernya seribuan e-KTP di Padang Pariaman, Sumatera...

Bencana Hidrologi Musim Hujan Kepung Sumatra

Metrobatam, Jakarta - Bencana hidrologi akibat curah hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Di Provinsi Aceh, jembatan penghubung Desa Babah Lhung dan...

PDIP Tunggu Aksi Sandiaga yang Mau Pindahkan Markas ke Jawa Tengah

Metrobatam, Jakarta - Cawapres 02 Sandiaga Uno memindahkan markas pemenagan mereka ke Jawa Tengah dengan alasan ingin lebih dikenal di kandang rival. PDIP menunggu...

PUPR: 120 Hunian Sementara Siap Dihuni Korban Gempa Palu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan 120 unit hunian sementara siap ditempati warga terdampak gempa Palu, Sulawesi...

BP Batam Tidak Jadi Bubar, Ini Penjelasan Menko Perekonomian Darmin

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution buka-bukaan mengenai hasil rapat terbatas terkait pengembangan ekonomi Batam, Rabu (12/12). Berbicara di kantornya, Darmin mengemukakan...