Polisi Bakal Tes Kejiwaan Ratu Kidul Pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur

oleh

Metrobatam, Serang – Pihak kepolisian akan melakukan tes kejiwaan terhadap pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur Aisyah yang mengaku Ratu Kidul dan Rudi Chairul Anwar. Pemeriksaan tersebut dilakukan karena adanya aktifitas ritual diluar akal sehat manusia.

“Kami juga mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan psikolog untuk mengecek yang bersangkutan (pimpinan kerajaan ubur-ubur),” kata Kapolres Serang, AKBP Komarudin kepada wartawan, Selasa (14/8).

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan dari dua orang pengikut Kerajaan Ubur-ubur bahwa ada aktifitas dzikir yang tidak lazim dilakukan umat muslim pada umumnya, seperti melakukan dzikir semalam suntuk hingga pagi hari sambil bernyanyi dan menari.

“Ritual dzikir itu dilakukan guna membuka kunci harta karun yang dianggap ghoib oleh mereka. Nah, aktifitas dzikir biasa dilakukan rutin setia malam Jumat dan diikuti oleh sekitar 10 orang di dalam rumah,” sambungnya.

Berdasarkan alat bukti berupa dokumen-dokumen yang diamankan dari dalam rumah. Petugas masih terus mendalami, meskipun dokumen yang ditulis tangan oleh Asiyah sulit dimengerti oleh petugas.

Tetangga rumah yang dijadikan Kerajaan Ubur-Ubur Ibu Surya mengatakan, bahwa setiap malam Jumat terdengar suara soundsistem. yang keras dan memutar lagu lagu india. “Suaranya memang keras kalau malam Jumat. Biasanya yang ikut itu pengikutnya,” kata Surya.

Selama dua tahun menempati rumah di Lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten, penghuni rumah tidak ada yang pernah bersosialisasi.

“Pernah waktu itu diajak arisan, tapi dia enggak mau ikut. Orangnya tertutup, dirumah ajah, keras lagi orangnya,” tutupnya.

Pengikut Kerajaan Ubur-Ubur Dievakuasi

Pihak kepolisian mengevakuasi sebanyak 11 orang pengikut Kerajaaan Ubur-Ubur dari rumah di Lingkungan Sayabulu, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi aksi persekusi dari warga yang resah dengan aktivitas kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu dan Raja. “Dievakuasi oleh pihak kepolisan ke suatu tempat, nanti kita jaga rumahnya dan akan kita pasang policeline,” kata Kapolsek Serang Kompol Irwanda, Selasa (14/8).

Saat dievakuasi tidak ada penolakan dari seluruh penghuni termasuk Rudi Charul Anwar. “Tadi tidak ada penolakan dari penghuni. Tadi di dalam ada dua wanita dan 9 pria termasuk Rudi,” ujarnya.

Sementara Aisyah yang mengaku Ratu Kidul tidak berada di dalam rumah. Sebab, sejak siang tadi sudah keluar dari rumah. “Keterangan dari keluarga, Aisyah sudah mengamankan ke rumah keluarganya,” tandasnya.

Sebelumnya, puluhan warga meminta kepada seluruh penghuni untuk keluar dari lingkungannya. Sebab, keberadaan aliran Kejaraan Ubur-Ubur sudah meresahkan dan membuat gaduh lingkungannya. (mb/okezone)