Soal Dugaan Mahar Rp 1 T untuk PAN dan PKS, Gerindra Protes Bawaslu

Metrobatam, Jakarta – Bawaslu memanggil saksi terkait dugaan mahar masing-masing Rp 500 miliar oleh Sandiaga Uno ke PAN dan PKS, salah satunya yang akan dipanggil hari ini adalah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang membuka isu itu. Partai Gerindra keberatan dengan langkah Bawaslu ini.

“Kami mempertanyakan mengapa Bawaslu bertindak terlalu jauh dalam merespons laporan dugaan mahar politik dengan memanggil orang yang disebut sebagai saksi,” ujar Ketua DPP Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Senin (20/8).

Habiburokhman memandang tindakan Bawaslu bertentangan dengan Pasal 12 Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2018.

“Pasal 12 Perbawaslu Nomor 7/2018 mengatur dalam hal pelapor tidak memenuhi syarat formil dan materiill dalam waktu 3 hari sejak pelaporan maka Pengawas Pemilu tidak meregistrasi atau tidak melanjutkan laporan tersebut,” ucap Habiburokhman.

Habiburokhman menduga pelapor kasus ini tidak memenuhi syarat materiil karena hanya menghadirkan bukti pemberitaan media massa. Dalam kasus mahar, menurut dia, seharusnya yang dibuktikan adalah ada-tidaknya transaksi antara pemberi dan penerima.

“Aneh sekali kalau transaksi dibuktikan dengan kliping media massa yang isinya juga hanya menyebut katanya-katanya,” kritik Habiburokhman.

“Kami mempertanyakan apakah karena yang dilaporkan adalah penantang petahana lantas sikap Bawaslu bisa seperti itu. Kami mendukung Bawaslu untuk senatiasa independen dan tegak lurus pada aturan perundang-undangan,” imbuh dia.

Sementara PAN menilai, pemanggilan terhadap tiga saksi terkait dugaan mahar Rp 500 miliar oleh Sandiaga Uno hanya lucu-lucuan.

“Itu lucu-lucuan saja lah,” ujar Waketum PAN Viva Yoga Mauladi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Menurut Viva, persoalan dugaan mahar bukanlah hal yang penting bagi partainya. Dia pun mempertanyakan jika nantinya dilakukan pemanggilan kepada partainya atas kasus itu.

“Pemanggilan masalah apa? Pemanggilan itu kan harus ada bukti otentik loh, mana bukti otentiknya? Jangan ngaco, itu kan cuma lucu-lucuan aja nggak penting buat PAN,” katanya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno dilaporkan ke Bawaslu karena tudingan Wasekjen Demokrat Andi Arief soal duit Rp 500 miliar. Sandiaga dituding memberikan uang tersebut ke PKS dan PAN untuk penentuan cawapres Prabowo Subianto.

Atas laporan tersebut, Bawaslu telah memanggil tiga saksi. Salah satu saksi yang akan dipanggil hari ini Andi Arief, namun tidak hadir.

“Pelapor telah datang ke Bawaslu dengan dua orang saksi, satu saksi lagi tidak hadir,” ujar Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin

Andi Arief Mangkir

Fritz menambahkan, pihaknya akan kembali memanggil Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief untuk didengarkan keterangannya terkait laporan dugaan mahar politik.

Dugaan mahar ini merujuk pada isu bahwa calon wakil presiden Sandiaga Uno diduga memberikan uang masing-masing Rp500 miliar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Fritz mengatakan Bawaslu melayangkan surat ke DPP Partai Demokrat beberapa waktu lalu. Oleh karena itu sedianya Andi diperiksa hari ini namun ia tidak hadir.

“Nomor beliau (Andi) mati dari tadi pagi. Jadi enggak tahu juga alasanya kenapa, tapi beliau tidak dapat dihuhungi. Padahal undangan sudah kami sampaikan ke DPP dari kamis (16 Agustus 2018) lalu,” ujar Fritz di kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Fritz mengatakan surat pemanggilan berikutnya akan dilayangkan hari ini atau besok sehingga Andi bisa diperiksa pada Kamis atau Jumat depan.

Pemanggilan terhadap Andi terkait laporan yang disampaikan oleh Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) beberapa waktu lalu. Fiber menduga terjadi mahar politik yang dilakukan bakal cawapres Sandiaga Uno. Laporan disampaikan berdasarkan kicauan Andi di akun twitternya pada Rabu (8/8) malam.

Firtz mengatakan bahwa dalam laporan dan keterangannya Fiber membawa sejumlah bukti dan saksi kunci, salah satunya adalah Andi Arief. Terkait dengan bukti guna menguatkan laporan itu Fiber membawa tujuh foto.

Ketika ditanya apakah foto tersebut hanyalah cuplik gambar (screen caption) cuitan Andi atau foto yang terkait langsung dengan pemberian uang dari Sandi ke PAN dan PKS, Fritz mengaku bahwa dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait foto tersebut.

“Kita tidak bisa jelaskan mengenai itu, tapi ada 7 foto,” kata Fritz.

Sebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan oleh Sekjen Rumah Relawan Nusantara The Presiden Centre Jokowi-Ma’ruf Amin, Fahmy Hakiem.

Untuk memperkuat laporannya itu, Fahmy menyebut bukti yang dibawa yakni lembaran cuitan Andi Arief di Twitter.

Selain itu, Fahmy juga menyertakan bukti berupa berita dari salah satu media daring. Menurut Fahmy, berita tersebut menjelaskan bahwa Sandiaga memberikan Rp500 miliar kepada PKS dan PAN untuk kepentingan kampanye.

“Sementara di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, maksimal sumbangan dana kampanye perorangan itu Rp2,5 miliar,”ujar Fahmy.

Fahmy menyatakan pihaknya berupaya menegakkan peraturan, khususnya UU Nomor 7 tahun 2017 yang mengatur tentang Pemilu.

Sebelumnya, Andi Arief menuding Sandiaga memberikan Rp500 miliar masing-masing kepada PKS dan PAN terkait pencalonan capres-cawapres. Walhasil, koalisi Gerindra, PKS dan PAN sepakat mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono tak terpilih sebagai cawapres.

Tudingan Andi Arief tersebut dibantah oleh PAN dan PKS. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut tudingan Andi sebagai informasi ‘sampah’.

Terpisah, Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin meminta Andi membuktikan tudingannya. Jika tidak, maka Andi hanya sebatas melontarkan fitnah kepada PKS dan PAN serta Sandiaga. (md/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...

Total 3,6 Juta Pelamar Bersaing di Seleksi CPNS 2018, 1,7 Juta Lolos ke Tahap...

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan total pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah ditutup pada Senin, 15...

PT Banten Hukum Mati Gembong Narkoba 86 Kg

Metrobatam, Serang - Pengadilan Tinggi (PT) Banten menjatuhkan hukuman mati kepada gembong narkoba 86 Kg sabu Sutrisno Gunawan. Ia terbukti menyelundupkan sabu lewat Pelabuhan...

Habib Bahar Ditolak ke Manado, Polisi Minta Warga Tak Emosi

Metrobatam, Jakarta - Polisi meminta warga Kota Manado, Sulawesi Utara tak terprovokasi dengan isu penolakan kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan...

Hasil UEFA Nations League: Griezmann Dua Gol, Prancis Kalahkan Jerman

Paris - Prancis melakoni comeback kontra Jerman untuk akhirnya menang dengan skor 2-1. Seluruh gol Les Bleus diborong Antoine Griezmann. Pada laga UEFA Nations League...

Banjir Kiriman dari Sumbar Rendam Kawasan Rohul Riau

Metrobatam, Pekanbaru - Banjir kiriman dari Sumatera Barat, merendam Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Banjir tersebut sudah merendam kawasan Bonai selama 2 hari. "Banji...

Buwas: Anak-anak di Video ‘Ganti Presiden’ Bukan Pramuka

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) memastikan bahwa video viral anak sekolah berteriak '2019 ganti presiden' bukanlah Pramuka. Baju cokelat...

Bos Lippo Billy Sindoro Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin proyek...

JK Anggap Berlebihan Jika Gedung DPR Dilapis Kaca Anti-Peluru

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo soal pemasangan antipeluru di sejumlah ruangan di gedung DPR berlebihan....

Viral Foto Pesta Pernikahan Digelar di SPBU

Metrobatam, Jakarta - Pesta pernikahan umumnya digelar di gedung, aula, maupun di pekarangan rumah. Namun, ternyata ada juga pesta pernikahan diselenggarakan di tempat yang...

Sadis, Anak 9 Tahun Ini Disiram Cairan Kimia, Sekujur Tubuhnya Luka Bakar

Metrobatam, Sangihe – Jessica Mananohas (9), gadis cilik yang tinggal di Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) tak...

Jonatan Lewati Babak Pertama, Anthony Dihentikan Momota

Metrobatam, Jakarta - Jonatan Christie sukses melangkah ke babak kedua Denmark Terbuka 2018. Namun langkah serupa gagal diikuti Anthony Sinisuka Ginting yang dihentikan Kento...
SHARE