Timses Jokowi Disebut Ber-IQ 80, Golkar Peringatkan Mardani

Metrobatam, Jakarta – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut timses Joko Widodo-Ma’ruf Amin ber-IQ 80 secara komunal. Partai Golkar mengingatkan Mardani untuk diam jika tak bisa berbicara yang baik-baik.

“Mardani semestinya ikut etika yang diajarkan agama dalam berbicara, yaitu bicara yang baik atau diam,” kata Wasekjen Golkar M Sarmuji kepada wartawan, Selasa (21/8).

Sarmuji yakin Mardani paham soal etika bicara yang diajarkan agama. Namun, Sarmuji menuding ajaran itu terhapus dari Mardani karena nafsu kekuasaan.

“Sebenarnya tidak mengapa mempromosikan diri dan kelompoknya, tapi jangan mencaci kelompok yang lain. Saya yakin Mardani diajarkan etika elementer itu di lingkungannya,” ujarnya.

“Sayangnya etika baik tersebut terhapus hanya karena nafsu kekuasaan semata,” imbuh Sarmuji.

Dia kemudian menyampaikan pesan soal kekuatan kata-kata. Sarmuji mengingatkan untuk hati-hati dalam berucap.

“Saya perlu ingatkan bukan bara api yang sebenarnya membakar emosi warga tetapi adalah kata-kata. Bukan beban besi baja yang meretakkan bangunan bangsa tetapi adalah kata-kata. Karena itu lebih baik kita kembali ke etika dasar tadi berkatalah yang baik atau diam,” tuturnya.

Mardani sebelumnya menyebut Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf aneh karena belum memiliki ketua. Karena aneh, Mardani lalu bicara inteligence quotient atau kecerdasan intelektual (IQ) dari masing-masing pribadi anggota TKN.

Mardani menyebut mereka yang tergabung dalam TKN Jokowi-Ma’ruf bisa saja memiliki IQ di atas 100. Namun, jika secara kelompok, Mardani sangsi IQ TKN Jokowi lebih dari 100.

“Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80 karena semua sangat tergantung ketua, ketua dan ketua,” kritik Mardani.

NasDem Tanya IQ Mardani

Partai NasDem mengatakan istilah tersebut tidak tepat dan mempertanyakan balik IQ Mardani.

“Istilahnya salah, ini kami mempertanyakan IQ dari yang memberikan pernyataan. Memenuhi standar nggak itu IQ-nya?” kata Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada detikcom, Selasa (21/8).

Menurut Johnny, istilah ‘IQ komunal’ salah. Dia menyebut penggunaan istilah ‘IQ komunal’ cenderung merendahkan masyarakat. “Nggak ada itu komunal IQ, yang ada collective IQ. Kalau komunal IQ itu merendahkan martabat masyarakat, karena komunal itu masyarakat,” ujarnya.

Johnny pun menyarankan Mardani belajar teori psikologi agar punya pengetahuan lebih dalam soal istilah-istilah kecerdasan itu. Soal istilah ‘komunal’ yang digunakan Mardani, ia menduga memang ada prasangka buruk dari kubu sebelah terhadap masyarakat.

“Makanya belajar teori psikologi dulu supaya paham apa itu IQ, EQ, SQ dan apa itu collective IQ. Jangan nambah-nambah komunal IQ,” sebut Johnny.

“Mengerti dulu arti komunal. Kalau itu dipakai akan merendahkan masyarakat. Memang itu ada prasangka dari sebelah untuk merendahkan martabat bangsa sendiri, ada banyak tanda-tanda itu,” imbuh dia.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf aneh karena belum memiliki ketua. Karena aneh, Mardani lalu bicara inteligence quotient atau kecerdasan intelektual (IQ) dari masing-masing pribadi anggota TKN.

Mardani menyebut mereka yang tergabung dalam TKN Jokowi-Ma’ruf bisa saja memiliki IQ di atas 100. Namun, jika secara kelompok, Mardani sangsi IQ TKN Jokowi lebih dari 100.

“Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80 karena semua sangat tergantung ketua, ketua dan ketua,” kritik Mardani.

Sementara itu PSI menyatakan merasa terhormat dengan tudingan tersebut. “Merasa terhormat, karena yang mengatakan itu psikolog baru yang menemukan alat tes baru,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada detikcom, Selasa (21/8).

Toni menduga, Mardani merupakan psikolog yang memiliki alat tes psikologi terbaru. Ia pun menyarankan Mardani melakukan tes IQ terhadap eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) yang saat ini mendekam di Lapas Sukamiskin.

Toni yakin dengan alat tes yang dimiliki Mardani, LHI dinyatakan ber-IQ tinggi se-Indonesia.

“Temuan baru kali ya? Coba minta Mardani tes IQ mantan presiden PKS yang ditangkap KPK. Mungkin dengan alat tes IQ baru itu, LHI paling tinggi IQ-nya se-Indonesia,” ujar Toni. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Hasil UEFA Nations League: Griezmann Dua Gol, Prancis Kalahkan Jerman

Paris - Prancis melakoni comeback kontra Jerman untuk akhirnya menang dengan skor 2-1. Seluruh gol Les Bleus diborong Antoine Griezmann. Pada laga UEFA Nations League...

Banjir Kiriman dari Sumbar Rendam Kawasan Rohul Riau

Metrobatam, Pekanbaru - Banjir kiriman dari Sumatera Barat, merendam Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Banjir tersebut sudah merendam kawasan Bonai selama 2 hari. "Banji...

Buwas: Anak-anak di Video ‘Ganti Presiden’ Bukan Pramuka

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) memastikan bahwa video viral anak sekolah berteriak '2019 ganti presiden' bukanlah Pramuka. Baju cokelat...

Bos Lippo Billy Sindoro Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin proyek...

JK Anggap Berlebihan Jika Gedung DPR Dilapis Kaca Anti-Peluru

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo soal pemasangan antipeluru di sejumlah ruangan di gedung DPR berlebihan....

Viral Foto Pesta Pernikahan Digelar di SPBU

Metrobatam, Jakarta - Pesta pernikahan umumnya digelar di gedung, aula, maupun di pekarangan rumah. Namun, ternyata ada juga pesta pernikahan diselenggarakan di tempat yang...

Sadis, Anak 9 Tahun Ini Disiram Cairan Kimia, Sekujur Tubuhnya Luka Bakar

Metrobatam, Sangihe – Jessica Mananohas (9), gadis cilik yang tinggal di Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) tak...

Jonatan Lewati Babak Pertama, Anthony Dihentikan Momota

Metrobatam, Jakarta - Jonatan Christie sukses melangkah ke babak kedua Denmark Terbuka 2018. Namun langkah serupa gagal diikuti Anthony Sinisuka Ginting yang dihentikan Kento...

Ferry Kritik Jokowi Bagi Sertifikat Tanah, Ini Kata Ketua Komisi II

Metrobatam, Jakarta - Eks Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mengkritik program sertifikat tanah yang kini kerap dibagikan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Ini Dia Bocoran Harga Esemka

Metrobatam, Jakarta - Dalam waktu dekat, calon mobil nasional Esemka bakalan meramaikan pasar otomotif di Indonesia. Namun hingga saat ini belum terlihat wujud Esemka...

Argentina Vs Brasil: Gol Miranda di Masa Injury Time Menangkan Selecao

Metrobatam, Jakarta - Brasil memetik kemenangan tipis atas Argentina di laga uji coba. Gol Joao Miranda di masa injury time memenangkan Selecao dengan skor...

2 Oknum TNI yang Ditangkap BNN Terkait Narkoba Terancam Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Dua oknum TNI AD yang diduga terlibat peredaran narkotika masih diperiksa di POM TNI. TNI AD mengatakan kedua oknum itu terancam...
SHARE