Jokowi Dijagokan jadi Ketum Golkar

    192

    jokowi

    Metrobatam.com, Jakarta – Jelang Munas Partai Golkar muncul sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi calon ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. Kemarin, (Minggu, 14/2/2016), Wakil Ketua MPR Mahyudin telah mendeklarasikan diri maju sebagai calon ketum. Tidak ketinggalan, nama Joko Widodo

    Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat mengatakan Aburizal Bakrie akan rela dan legowo menyerahkan kursi ketua umum kepada Jokowi. Langkah ini dinilai logis karena akan menguntungkan kedua pihak.

    “Saya yakin Ical akan menyerahkan kursi ketum ke Jokowi karena secara hitung-hitungan ekonomi politik ini langkah yang tepat. Penyerahkan kepada Jokowi hanya merupakan simbol saja. Artinya, siapapun ketumnya adalah kader Ical yang direstui Jokowi,” kata Syarif di Jakarta, Senin (15/2/2016).

    Ical dikatakannya memiliki perhitungan politik, untuk itu dia akan menyerahkan kursi ketum atas restu pemerintah. Lalu, kenapa Ical tidak memilih Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)?

    “Sejatinya Aburizal berharap JK bisa mengatasi konflik, tapi kenyataannya JK justru cenderung berpihak pada kubu Agung Laksono. Ini membuat Ical sadar dan ganti haluan. Kenapa harus ke JK yang cuma seorang wapres untuk membantu mengatasi konflik, kenapa tidak ke presiden saja sekalian? Kalau bisa melalui orang pertama kenapa harus melalui orang kedua,” tegasnya.

    Golkar, menurutnya, memang tidak punya pilihan untuk tidak mendukung pemerintah atau dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Hanya caranya jika masuk langsung melalui Jokowi maka posisi Ical lebih memiliki daya tawar politik ketimbang masuk ke pemerintahan melalui JK. Kalau Golkar masuk melalui JK, menurutnya, maka seluruh kubu Ical bisa jadi tidak mendapatkan kursi kekuasaan.

    “Kalau lewat JK, Ical itu ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kubu Ical akan sulit mendapatkan sesuatu dan justru kubu Agung lah yang akan mendapatkan kursi  di pemerintahan. Selain itu, sebagai pengusaha dan konglomerat, Ical tentunya berpikir, jika Golkar merapat melalui JK maka Ical akan rugi karena dia harus berhadapan dengan JK yang juga konglomerat dalam menguasai sumber-sumber ekonomi. Ical bisa jadi tidak mendapatkan apa-apa,” tambahnya.

    Buat Jokowi sendiri dengan merapatnya Ical ini tentunya juga menguntungkan dirinya karena akan memperkuat kekuatan koalisi dan juga dirinya secara pribadi. Jokowi tampaknya sadar bahwa dengan mengambil alih Partai Golkar maka itu bisa mengamankan dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan termasuk mengamankan dirinya untuk maju dalam periode kedua pilpres nantinya.

    “Kita semua tahu, hubungan Jokowi dengan PDI-P sejak awal menang dalam pilpres tidak harmonis. Makanya sejak awal Jokowi juga secara demonstratif bertemu dengan Prabowo. Dia ingin menunjukkan bahwa dia juga punya dukungan yang lain. Langkah ini juga untuk mempersiapkan perahu lain, jika ternyata PDI-P tidak mau mendukungnya lagi maju pada periode kedua,” tegasnya.

    Selain itu, langkah untuk menguasai Golkar ini diyakini juga karena alasan Jokowi yang ingin menghapuskan image yang dibangun oleh Ketua Umum PDIP, Megawati bahwa dirinya adalah petugas partai.

    Sumber Warta Ekonomi

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

    Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

    Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

    Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

    Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

    Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

    Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

    Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

    Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

    Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

    Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

    Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

    Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...

    Enam Bulan Jelang Pensiun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Saran Senior

    Metrobatam, Jakarta - Enam bulan jelang pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya. Ia meyakini bahwa...

    Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, NasDem Menyambut Baik

    Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Setya Novanto membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat (Jabar) 2018. NasDem menyambut baik, meski...

    Polisi Sita 2 Ribu Pil PCC di Medan, 2 Pengedar Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Polisi menyita 2 ribu lebih pil PCC di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap dua pengedar pil. "Kedua tersangka...

    Polisi Akan Panggil Sejumlah Nama yang Terlibat Kasus Saracen

    Metrobatam, Jakarta - Kepolisian bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus melakukan penelusuran soal aliran dana ke Sindikat Saracen. Dari hasil penyidikan...

    Pria India Ini Pemilik 145 Gelar Pendidikan dalam 30 Tahun

    Metrobatam, Jakarta - Dibandingkan dengan VN Parthiban, mendapatkan satu gelar pendidikan S1 selama 4 tahun bukanlah hal yang sulit. Parthiban adalah seorang profesor yang mengajar...
    BAGIKAN