14 Teroris di Sidoarjo Diamankan, 6 Ditembak Mati

Metrobatam, Sidoarjo – Densus 88 kembali menggerebek dua lokasi di Sidoarjo terkait teroris. Total teroris yang diamankan 14 orang. 8 Orang diamankan dan ditembak mati 6 orang.

Dua lokasi yang digerebek, Rabu (16/5) itu yakni Perum AURI, Kelurahan Lemah Putro dan Perum AL Blok G VII No 5 Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi.

Dari 2 lokasi itu, densus mengamankan 2 orang dan 1 orang ditembak mati. “Dari dua TKP itu, 2 orang diamankan dan 1 orang ditembak mati,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji usai memusnahkan ganja seberat 20,3 Kg dan 1.585 botol miras dari berbagai merk di Mapolresta, Kamis (17/5).

Rinciannya, jelas kapolres, dari TKP Perum AURI Jalan Avia Dusun Kwadengan, Kelurahan Lemah Putro, petugas mengamankan satu orang dan menembak mati satu orang. Sedangkan di Perum AL Blok G 7 No 5 Desa Sugihwaras Kecamatan Candi, satu orang diamankan.

“Dua orang yang diamankan ini langsung dibawa ke Polda Jatim,” tegas kapolres.

Sementara itu terduga teroris di wilayah Sidoarjo yang sudah diamankan sejak Senin (14/5) 8 orang dan yang ditembak mati 6 orang. Mereka ditangkap di 5 titik. Berikut rinciannya:

  • Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Minggu (13/5) tembak mati 6 orang dan 3 orang hidup
  • Perum Puri Maharani, Senin (14/5) tembak mati 1 orang
  • Rumah kontarakan di Urang Agung, Senin (14/5) tembak mati 1 orang, 3 orang diamankan
  • Perum AURI, Rabu (16/5) ditembak mati 1 orang dan mengamankan 1 orang
  • Perum AL, Rabu (16/5) mengamankan 1 orang.

“Dari Polresta Sidoarjo sifatnya hanya pengaman lokasi semua wewenag berada di Tim Densus 88,” jelasnya.

Jasad Bomber Tak Kunjung Diambil Keluarga

Jasad keluarga yang melakukan teror pengeboman di tiga gereja di Surabaya masih berada di RS Bhayangkara. Belum ada keluarga yang mengambil.

Pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya adalah satu keluarga. Dita Oepriarto yang merupakan kepala keluarga mengebom Gereja Pantekosta yang ada di Jl Arjuna, istrinya Puji Kuswati yang mengajak dua anak perempuanya menyerang Gereja Santa Maria Tak Bercela. Terakhir dua anak laki-laki pasangan Dita dan Puji menyerang GKI di Jl Diponegoro.

Sampai saat ini enam jenazah tersebut masih berada di RS Bhayangkara. Belum ada tanda-tanda pengambilan jenazah itu.

“Saya mengimbau melalui media untuk disampaikan kepada siapa saja yang memiliki ikatan keluarga dengan saudara Anton, saudara Tri dan saudara Dita bahwa Bapak Ibu saudara-saudara sekalian bisa hadir ke Polda Jawa Timur, ke Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera baru-baru ini.

Selain untuk mengambil jenazah, kedatangan keluarga dibutuhkan untuk diambil DNA-nya guna mengetahui kelanjutan identifikasi pelaku.

Selain tak ada yang mengambil, muncul penolakan terhadap pemakaman keluarga itu. Penolakan itu dilontarkan tetangga Dita di Surabaya. Begitu juga dengan keluarga di Banyuwangi.

Khusus untuk Puji, persoalan pemakaman jenazahnya menemui titik terang. Keluarganya di Magetan menyatakan siap menerima jenazah Puji.

Bila diizinkan dan dikehendaki, pemakaman jenazah Puji dapat dilaksanakan di Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

“Kami tidak punya hak menolak bila keluarga Puji Kuswati dimakamkan disini. Pertimbangan saya dan warga Desa Krajan bersedia menerima jenazah Puji Kuswati karena Bumi dan isinya ini milik Allah SWT. Saya hanya berdasarkan keyakinan agama saya, untuk tidak membedakan semua umat,” jelas Kepala Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Mujiono saat dihubungi detikcom, Kamis (17/5).

Mujiono menambahkan, pihaknya juga memahami jika sampai detik ini pihak keluarga Banyuwangi masih syok. Namun di sisi lain, keluarga Banyuwangi juga telah menghubungi keluarga Magetan dan meminta untuk tidak mengurusi jenazah Puji.

“Sampai detik ini informasi juga belum ada keputusan dari Banyuwangi. Sedangkan ortu asli Banyuwangi sudah telepon ke bapak angkat untuk tidak ngurusi jenazahnya Puji,” katanya.

Dijelaskan Mujiono, Puji memang bukan kelahiran Desa Krajan namun diasuh dan dibesarkan pamannya yang bernama Rijan di Desa Krajan sejak usia 18 bulan.

Puji tinggal bersama sang paman hingga duduk di bangku kuliah di Akademi Keperawatan (Akper) RSI Surabaya, bahkan Puji dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) sang paman. Ibu empat anak itu baru keluar dari KK pamannya setelah menikah dengan Dita Oepriarto.

“Jadi Puji Kuswati ini diasuh Mbah Rijan (pamannya) sejak umur 18 bulan. Usia saya selisih tiga tahun lebih tua dengannya (almarhum Puji Kuswati). Jadi saya masih paham wajah dan gayanya. Kalau disapa hanya senyum malu-malu,” tutupnya.

Mbah Rijan atau ayah angkat Puji saat ini telah berusia 80 tahun dan tinggal seorang diri. Saat ini kondisinya juga sering sakit-sakitan, bahkan untuk wawancara harus diwakili oleh Mujiono.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....

Sri Mulyani Dilaporkan soal Pose 1 Jari, Kemenkeu: Itu Bukan Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu karena pose satu jari saat penutupan IMF-World Bank di Bali beberapa waktu lalu. Kementerian...

Pemerintah Tegaskan Dana Saksi dari APBN Hanya Pelatihan

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan tidak menganggarkan atau mengalokasikan dana untuk saksi dari partai politik pada pelaksanaan pemilu 2019 dalam Anggaran...
SHARE