Kasus Kekerasan Anak Panti Asuhan, Saksi Mengaku Diintimidasi Polwan

    793

    20160217_120319

    Metrobatam.com, Batam – Ida dihadirkan sebagai saksi meringgankan oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa Bidan Elvita alias Puang, atas kasus penelantaran anak dan tindak kekerasan di Panti Asuhan Risky Khairunisah di Batu Merah, Batuampar Batam. Saksi mengatakan bahwa BAP itu tidak benar dan banyak salah karena saat dilakukan BAP oleh penyidik Polda Kepri, melalui Polwan Harefah dengan cara pemaksaan.

    “Saya dipaksa oleh Polwan itu, jika tidak mengakui akan dipukul. Sementara saya tidak mengetahui kasus itu,”kata saksi mama Ida pada PH terdakwa dihadapan Majelis Hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Rabu (17/2/2016).

    Dalam keterangannya, saksi Ida mengaku sering ke Panti untuk mengantarkan ikan yang sudah dimasak. Tetapi tidak mengetahui adanya kekerasan dan penelantaran apalagi soal rekaman anak anak Panti Asuhan yang dimasukkan terdakwa ke dalam box. Hanya saja, pernah melihat ada luka memar pada tubuh Belkis alias Nurcahaya waktu mengganti pempers. “Dan saat itu langsung saya menanyakan pada terdakwa, jawab terdakwa anak itu jatuh di kamar mandi,” kata Mama Ida

    Hal yang sama juga diungkapkan Mama Ijah alias Mama Ambon. Dia mengaku dipaksa penyidik Polwan untuk menandatangani BAP. “BAP itu bukan keterangan saya, itu sudah dibuat penyidik,” ujar Nenek Ijah.

    Nenek Ijah bekerja di Panti Asuhan Risky sebagai tukang masak selama 3 bulan. Menurutnya, terdakwa itu baik dan tidak mengetahui kalau terdakwa melakukan kekerasan pada anak panti.

    Setelah majelis hakim menunjukkan foto anak anak panti yang mengalami tindak kekerasan dan video rekaman yang isinya perlakuan kekejian, baru Nenek ijah kaget.

    Sesuai keterangannya, saat anak-anak menangis didalam panti, nenek Ijah tidak pernah mau melihatnya atau membujuknya. Hal ini menunjukkan bahwa pengakuan dan keterangan nenek ijah banyak bohongnya.

    Sebelumnya, keterangan saksi Verbalisan Polwan Harefah selaku Penyidik Polda Kepri menerangkan, tidak pernah melakukan pemaksaan pemeriksaan pada saksi saksi. Dan malah saksi Anisah bercerita (Curhat) soal tindakan kekerasan dan ingin melaporkan terdakwa.

    Sidang dipimpin ketua Majelis Hakim Sarah Louis Simanjuntak didampingi hakim anggota Jassael Manullang dan Andi SH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU ), Martua SH dari Kejari Batam. (nikson simanjuntak)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

    Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

    Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

    Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

    Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

    Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

    Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

    Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

    Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

    135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

    Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

    KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

    Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

    Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

    Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

    Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

    Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

    Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

    Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

    Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
    BAGIKAN