Eksepsi PH: Jaksa Merampas Hak Terdakwa Suwito dan Boeren

    141

    ph

    Metrobatam.com, Batam – Penasihat Hukum (PH) terdakwa Boeren dan Suwito, yakni Lihaman Sinaga, SH dan Suharto Butar-butar SH menyatakan; dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triyanto, SH cacat hukum dan merampas seluruh hak terdakwa.

    Tindakan perampasan hak-hak terdakwa disampaikan dalam eksepsi antara lain, serangkaian tahap penyidikan yang dilakukan tidak memberi pendampingan hukum kepada kedua terdakwa.

    “Sesuai Pasal 56 KUHAP, setiap terdakwa yang diancam 15 tahun penjara a‎tau minimal 5 tahun penjara, dan bagi mereka yang tidak mampu atau yang buta hukum, wajib didampingi penasihat hukum,” kata Suharto Butar Butar SH membacakan eksepsinya.

    Karena tidak memberikan pendampingan hukum sesuai amanat Pasal 56 KUHAP, maka JPU dianggap meniadakan hak-hak terdakwa. Seharusnya disediakan penyidik Kepolisian dihadapan penuntut umum.

    Selain menghilangkan hak kedua  terdakwa Boeren dan Suwito, surat dakwaan juga dinilai cacat hukum, ‎tidak cermat penyusunannya, kabur hingga tidak terpenuhi syarat materil surat dakwaan terhadap terdakwa.

    Berita sebelumnya, masing-masing terdakwa dijerat dengan dakwaan Primair melanggar Pasal 78 ayat (3) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf-d Undang-undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-undang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Selain dakwaan Primair, terdakwa juga dijerat dengan dakwaan Sub‎sidair yakni melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf-h Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Dakwaan JPU ‎menyatakan bahwa terdakwa melakukan tindakan pembukaan dan pembakaran lahan hutan dikawasan hutan konservasi kelompok hutan Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam.

    Pembukaan dan pembakaran lahan hutan dilakukan menggunakan excavator untuk menumbangkan pohon dan mengumpulkannya.Hal yang turut menjerat terdakwa, kondisi lahan berada dikawasan  hutan konservasi yang hendak dijadikan taman burung seluas 16 hektar. Kata Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Triyanto SH.

    Kedua terdakwa hanya pekerja atas suruhan Acai (DPO). Terdakwa Suwito dan Boeren ditangkap Polisi Sektor Galang pada tanggal 23 September 2015. Dengan barang bukti satu unit Excapator dan sebungkus abu pembakaran hutan.

    Sementara, Acai (DPO) pemberi kerja kepada kedua terdakwa tidak ditangkap oleh penyidik Polisi.
    ” Saat ditanyakan kenapa Acai tidak ditankap. Jawab JPU, saya sudah minta pada penyidik Polisi tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya,” terang Triyanto

    Kedua terdakwa melanggar pasal 78 ayat 3 junto pasal 50 ayat 3 huruf d. UU nomor  41 tahun 1999 tentang kehutanan, subsider pasal 108 UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan lingkungan hidup, dengan acaman hukuman maximal 15 tahun penjara.

    (nikson simanjuntak & andy).

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Satker

    Metrobatam.com, Bintan - Terkait permasalahan banjir yang sering terjadi dibeberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengajukan usulan kepada...

    Pemkab Bintan akan Hidupkan Lahan Tidur

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Bintan meninjau Waduk Hulu Bintan, Selasa,...

    Ini Restoran Senilai Rp 15 Miliar, Milik Bos First Travel di London

    Metrobatam, Jakarta - Polisi mendalami kepemilikan aset milik bos First Travel berupa restoran di London, Inggris. Restoran tersebut disebut polisi dibeli pada 2016 dengan...

    Hore! Sukses Cegah Karlahut, Lima Desa Dapat Rp100 Juta

    Metrobatam, Pelalawan - Sebanyak lima desa mendapatkan reward (hadiah) karena berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Lima desa tersebut berasal dari...

    Bank Sampah Solusi dari Persoalan Sampah di Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja, permasalahan sampah selalu menjadi masalah yang berkesinambungan di setiap kota. Dan Sistem...

    Hindari Gratifikasi, Kapolri Taruh Sepeda Jokowi di Museum Polri

    Metrobatam, Jakarta - Istri Kapolri, Tri Suswati, mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi karena dinilai memakai pakaian adat terbaik saat upacara 17 Agustus di...

    Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Cari Makanan Mandiri

    Metrobatam, Jakarta - Jelang proses puncak ibadah haji pada akhir bulan ini (9 Zulhijah) di Padang Arafah, Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)...

    Kasus Suap ‘Sapi-Kambing’, KPK akan Selidiki Peran Majelis Hakim

    Metrobatam, Jakarta - Suap bersandi 'sapi-kambing' diterima oknum Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dari pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI). Tujuannya...

    Pelaku Teror di Spanyol Ingin Ledakkan Katedral Ikonik Barcelona

    Barcelona - Salah satu tersangka serangan teror diBarcelona, Spanyol, pekan lalu, kepada hakim mengatakan bahwa kelompoknya sebenarnya merencanakan serangan yang jauh lebih besar. Kepada media...

    Hari ke-3, Basarnas Fokus Lakukan Pencarian 10 Tentara AS di Perairan Bintan

    Metrobatam, Batam - Hari ketiga, Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS), pascatabrakan antara kapal...

    Aman Abdurrahman, Pengagum ISIS dan Perebut Massa Baasyir

    Metrobatam, Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia seharusnya menjadi lembaran baru bagi terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman. Remisi atau pengurangan masa...

    JK: Pemerintah Ingin Temuan Pansus Angket Perkuat KPK

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah meminta kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi tetap kuat meski Panitia Khusus Hak Angket telah menemukan 11 temuan sementara indikasi pelanggaran lembaga...