Eksepsi PH: Jaksa Merampas Hak Terdakwa Suwito dan Boeren

    ph

    Metrobatam.com, Batam – Penasihat Hukum (PH) terdakwa Boeren dan Suwito, yakni Lihaman Sinaga, SH dan Suharto Butar-butar SH menyatakan; dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triyanto, SH cacat hukum dan merampas seluruh hak terdakwa.

    Tindakan perampasan hak-hak terdakwa disampaikan dalam eksepsi antara lain, serangkaian tahap penyidikan yang dilakukan tidak memberi pendampingan hukum kepada kedua terdakwa.

    “Sesuai Pasal 56 KUHAP, setiap terdakwa yang diancam 15 tahun penjara a‎tau minimal 5 tahun penjara, dan bagi mereka yang tidak mampu atau yang buta hukum, wajib didampingi penasihat hukum,” kata Suharto Butar Butar SH membacakan eksepsinya.

    Karena tidak memberikan pendampingan hukum sesuai amanat Pasal 56 KUHAP, maka JPU dianggap meniadakan hak-hak terdakwa. Seharusnya disediakan penyidik Kepolisian dihadapan penuntut umum.

    Selain menghilangkan hak kedua  terdakwa Boeren dan Suwito, surat dakwaan juga dinilai cacat hukum, ‎tidak cermat penyusunannya, kabur hingga tidak terpenuhi syarat materil surat dakwaan terhadap terdakwa.

    Berita sebelumnya, masing-masing terdakwa dijerat dengan dakwaan Primair melanggar Pasal 78 ayat (3) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf-d Undang-undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-undang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Selain dakwaan Primair, terdakwa juga dijerat dengan dakwaan Sub‎sidair yakni melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf-h Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Dakwaan JPU ‎menyatakan bahwa terdakwa melakukan tindakan pembukaan dan pembakaran lahan hutan dikawasan hutan konservasi kelompok hutan Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam.

    Pembukaan dan pembakaran lahan hutan dilakukan menggunakan excavator untuk menumbangkan pohon dan mengumpulkannya.Hal yang turut menjerat terdakwa, kondisi lahan berada dikawasan  hutan konservasi yang hendak dijadikan taman burung seluas 16 hektar. Kata Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Triyanto SH.

    Kedua terdakwa hanya pekerja atas suruhan Acai (DPO). Terdakwa Suwito dan Boeren ditangkap Polisi Sektor Galang pada tanggal 23 September 2015. Dengan barang bukti satu unit Excapator dan sebungkus abu pembakaran hutan.

    Sementara, Acai (DPO) pemberi kerja kepada kedua terdakwa tidak ditangkap oleh penyidik Polisi.
    ” Saat ditanyakan kenapa Acai tidak ditankap. Jawab JPU, saya sudah minta pada penyidik Polisi tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya,” terang Triyanto

    Kedua terdakwa melanggar pasal 78 ayat 3 junto pasal 50 ayat 3 huruf d. UU nomor  41 tahun 1999 tentang kehutanan, subsider pasal 108 UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan lingkungan hidup, dengan acaman hukuman maximal 15 tahun penjara.

    (nikson simanjuntak & andy).

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

    Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

    Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

    Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

    Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

    Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

    Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

    Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

    Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

    Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

    Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

    Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

    3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

    Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

    Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

    Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

    Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

    Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

    Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

    Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

    Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

    Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
    BAGIKAN