Cara dan Teknik Agar Mobil Matic Hemat Bahan Bakar

    197

    Mobil metik

    Metrobatam.com (MB) – Hal ini karena kebanyakan sudah tahu jika jalanan di perkotaan sering terkena macet sehingga harus pintar-pintar memainkan rem dan gas.

    Namun sayang, mobil matic dikenal lebih boros bahan bakar ketimbang manual.

    Adapun penyebab kenapa mobil matic lebih boros bahan bakar adalah karena mobil dengan transmisi otomatis menggunakan fluida untuk mentransfer tenaga melalui torque converter.

    Saat perpindahan gigi, sebagian tenaga (torsi) digunakan untuk menaikkan tekanan fluida.

    Dengan begitu, tenaga yang ditransfer ke bagian roda menjadi berkurang, sehingga penggunaan BBM menjadi sedikt lebih boros.

    Meski demikian, Anda yang menjatuhkan pilihan pada mobil matic tidak perlu khawatir dan risau.

    Pasalnya, Anda bisa menerapkan beberapa tips agar mobil matic bisa irit bahan bakar. Tentunya apabila Anda menggunakan teknik dan cara mengemudi yang tepat.

    Tekan Pedal Gas Perlahan

    Saat pertama kali kendaraan melaju, Anda cukup menekan pedal gas secara perlahan dan tidak terlalu dalam saat pertama kali kendaraan melaju.

    Hal ini karena dengan memasukan tuas D saja, mobil sudah bisa meluncur secara otomatis tanpa perlu menginjak gas.

    Perhatikan Posisi RPM

    Usahakan pada saat mengoperasikan mobil posisi RPM berada di kisaraan 2.500-3.000 RPM agar tenaga yang dihasilkan juga tidak terlalu besar.

    Kecepatan yang konstan

    Operasikan mobil dengan kecepatan konstan dan hindari pengereman secara mendadak.

    Semakin sering Anda menginjak pedal rem, tentu akan semakin sering juga Anda menginjak pedal gas.

    Padahal, ketika pedal gas diinjak pertama kali, mobil akan memerlukan tenaga lebih besar untuk bisa berakselerasi.

    Hasilnya bisa ditebak, konsumsi bahan bakar akan makin boros.

    Perhatikan Jarak Aman

    Memperhatikan jarak aman dengan kendaraan yang berada di depan juga perlu.

    Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan terjadinya tabrakan akibat pengereman mendadak.

    Namun, jarak aman juga berhubungan dengan jumlah konsumsi bahan bakar.

    Ingat, semakin dalam pengemudi melakukan pengereman maka semakin besar porsi penggunaan bahan bakar saat menginjak pedal gas nantinya.

    Dengan menjaga jarakan aman, maka apabila kendaraan di depan melakukan pengereman, Anda bisa menurunkan kecepatan secara perlahan, sehingga ketika ingin berakselerasi kembali tidak banyak tenaga yang terbuang.

    Saat Terjebak Kemacetan

    Apabila Anda terjebak kemacetan, Anda bisa menempatkan tuas transmisi pada posisi 2/S, yang berarti kendaraan sedang melaju dalam kecepatan gigi 1-2 pada transmisi manual.

    Pada posisi ini, terdapat engine break yang fungsinya melakukan pengereman mesin. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu sering menginjak pedal rem.

    Namun jika macetnya adalah karena Anda menunggu lampu lalu lintas, maka sebaiknya pindahkan saja tuas ke posisi N (Neutral), sehingga kendaraan akan berhenti melaju .(andy)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

    Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

    Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

    Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

    Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

    Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

    Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

    Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

    Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

    Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

    Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

    Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

    Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

    Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

    Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

    Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

    Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

    Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

    Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

    Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

    Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
    BAGIKAN