Cara dan Teknik Agar Mobil Matic Hemat Bahan Bakar

    193

    Mobil metik

    Metrobatam.com (MB) – Hal ini karena kebanyakan sudah tahu jika jalanan di perkotaan sering terkena macet sehingga harus pintar-pintar memainkan rem dan gas.

    Namun sayang, mobil matic dikenal lebih boros bahan bakar ketimbang manual.

    Adapun penyebab kenapa mobil matic lebih boros bahan bakar adalah karena mobil dengan transmisi otomatis menggunakan fluida untuk mentransfer tenaga melalui torque converter.

    Saat perpindahan gigi, sebagian tenaga (torsi) digunakan untuk menaikkan tekanan fluida.

    Dengan begitu, tenaga yang ditransfer ke bagian roda menjadi berkurang, sehingga penggunaan BBM menjadi sedikt lebih boros.

    Meski demikian, Anda yang menjatuhkan pilihan pada mobil matic tidak perlu khawatir dan risau.

    Pasalnya, Anda bisa menerapkan beberapa tips agar mobil matic bisa irit bahan bakar. Tentunya apabila Anda menggunakan teknik dan cara mengemudi yang tepat.

    Tekan Pedal Gas Perlahan

    Saat pertama kali kendaraan melaju, Anda cukup menekan pedal gas secara perlahan dan tidak terlalu dalam saat pertama kali kendaraan melaju.

    Hal ini karena dengan memasukan tuas D saja, mobil sudah bisa meluncur secara otomatis tanpa perlu menginjak gas.

    Perhatikan Posisi RPM

    Usahakan pada saat mengoperasikan mobil posisi RPM berada di kisaraan 2.500-3.000 RPM agar tenaga yang dihasilkan juga tidak terlalu besar.

    Kecepatan yang konstan

    Operasikan mobil dengan kecepatan konstan dan hindari pengereman secara mendadak.

    Semakin sering Anda menginjak pedal rem, tentu akan semakin sering juga Anda menginjak pedal gas.

    Padahal, ketika pedal gas diinjak pertama kali, mobil akan memerlukan tenaga lebih besar untuk bisa berakselerasi.

    Hasilnya bisa ditebak, konsumsi bahan bakar akan makin boros.

    Perhatikan Jarak Aman

    Memperhatikan jarak aman dengan kendaraan yang berada di depan juga perlu.

    Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan terjadinya tabrakan akibat pengereman mendadak.

    Namun, jarak aman juga berhubungan dengan jumlah konsumsi bahan bakar.

    Ingat, semakin dalam pengemudi melakukan pengereman maka semakin besar porsi penggunaan bahan bakar saat menginjak pedal gas nantinya.

    Dengan menjaga jarakan aman, maka apabila kendaraan di depan melakukan pengereman, Anda bisa menurunkan kecepatan secara perlahan, sehingga ketika ingin berakselerasi kembali tidak banyak tenaga yang terbuang.

    Saat Terjebak Kemacetan

    Apabila Anda terjebak kemacetan, Anda bisa menempatkan tuas transmisi pada posisi 2/S, yang berarti kendaraan sedang melaju dalam kecepatan gigi 1-2 pada transmisi manual.

    Pada posisi ini, terdapat engine break yang fungsinya melakukan pengereman mesin. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu sering menginjak pedal rem.

    Namun jika macetnya adalah karena Anda menunggu lampu lalu lintas, maka sebaiknya pindahkan saja tuas ke posisi N (Neutral), sehingga kendaraan akan berhenti melaju .(andy)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Satker

    Metrobatam.com, Bintan - Terkait permasalahan banjir yang sering terjadi dibeberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengajukan usulan kepada...

    Pemkab Bintan akan Hidupkan Lahan Tidur

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Bintan meninjau Waduk Hulu Bintan, Selasa,...

    Ini Restoran Senilai Rp 15 Miliar, Milik Bos First Travel di London

    Metrobatam, Jakarta - Polisi mendalami kepemilikan aset milik bos First Travel berupa restoran di London, Inggris. Restoran tersebut disebut polisi dibeli pada 2016 dengan...

    Hore! Sukses Cegah Karlahut, Lima Desa Dapat Rp100 Juta

    Metrobatam, Pelalawan - Sebanyak lima desa mendapatkan reward (hadiah) karena berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Lima desa tersebut berasal dari...

    Bank Sampah Solusi dari Persoalan Sampah di Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja, permasalahan sampah selalu menjadi masalah yang berkesinambungan di setiap kota. Dan Sistem...

    Hindari Gratifikasi, Kapolri Taruh Sepeda Jokowi di Museum Polri

    Metrobatam, Jakarta - Istri Kapolri, Tri Suswati, mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi karena dinilai memakai pakaian adat terbaik saat upacara 17 Agustus di...

    Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Cari Makanan Mandiri

    Metrobatam, Jakarta - Jelang proses puncak ibadah haji pada akhir bulan ini (9 Zulhijah) di Padang Arafah, Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)...

    Kasus Suap ‘Sapi-Kambing’, KPK akan Selidiki Peran Majelis Hakim

    Metrobatam, Jakarta - Suap bersandi 'sapi-kambing' diterima oknum Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dari pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI). Tujuannya...

    Pelaku Teror di Spanyol Ingin Ledakkan Katedral Ikonik Barcelona

    Barcelona - Salah satu tersangka serangan teror diBarcelona, Spanyol, pekan lalu, kepada hakim mengatakan bahwa kelompoknya sebenarnya merencanakan serangan yang jauh lebih besar. Kepada media...

    Hari ke-3, Basarnas Fokus Lakukan Pencarian 10 Tentara AS di Perairan Bintan

    Metrobatam, Batam - Hari ketiga, Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS), pascatabrakan antara kapal...

    Aman Abdurrahman, Pengagum ISIS dan Perebut Massa Baasyir

    Metrobatam, Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia seharusnya menjadi lembaran baru bagi terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman. Remisi atau pengurangan masa...

    JK: Pemerintah Ingin Temuan Pansus Angket Perkuat KPK

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah meminta kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi tetap kuat meski Panitia Khusus Hak Angket telah menemukan 11 temuan sementara indikasi pelanggaran lembaga...