ER Bidan PNS Batam, Dituntut 5 Tahun Penjara

    145

    Bidan pns

    Metrobatam.com, Batam – Bidan Elvita Rozanah alias Elvita alias Puang, merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintahan Kota Batam yang bertugas di Puskesmas Batuampar Batam.

    Disamping sebagai PNS, terdakwa memiliki pekerjaan lain yaitu pemilik sekaligus pengelolah Panti Asuhan Risky Khairunisah Batuampar yang tersangkut kasus soal penelantaran, tindak kekerasan fisik maupun sikis pada anak pantinya.

    Atas perbuatan terdakwa, maka Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Martua Ritonga SH dan Haryo SH menuntut terdakwa melanggar Pasal 77B juncto Pasal 76B Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    Selain terbukti menelantarkan anak-anak Panti Asuhan Rizky Khairunnisa, terdakwa juga terbukti melakukan tindak kekerasan sepanjang berdirinya panti. Sehingga terdakwa juga ‎dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

    Dari beberapa pasal tersebut, terdakwa dituntut hukuman 5 tahun penjara, Rabu (24/2/2016) dihadapan Majelis Hakim ketua Sarah Louis Simanjuntak, anggota Endi dan Jassael Manullang SH di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

    Menurut JPU, pada terdakwa tidak menemukan sama sekali alasan pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat menjadi pertimbangan atau kekuatan penuntutan. Karena terdakwa Puang terbukti secara terang-terangan melakukan tindak pidana penelantaran dan kekerasan terhadap anak-anak panti.

    “Terdakwa terbukti melakukan kekerasan kepada beberapa saksi korban, yang masih berusia dibawah 17 tahun. Bilqis balita berusia sekitar 22 bulan. Dari hasil Visum Et Revertum yang dikeluarkan petugas menguatkan terdakwa melakukannya,” kata JPU Martua, membacakan tuntutannya.

    Bukti kuat berupa luka robek dikemaluan luar, dalam dan bekas tanda kekerasan ditubuh‎ Bilqis. Selain itu luka bekas pukulan benda tumpul, disekujur tubuh balita  tersebut.

    Selain Bilqis, anak panti lainnya yakni Yasin juga mengalami luka sobek di pelipis matanya‎. Saat saksi korban, Yasin dipertanyakan oleh petugas Pekerja Sosial (Peksos) Kementrian Sosial (Kemensos) RI, serta Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsoskam) Kota Batam. Yasin menyatakan luka tersebut karena perbuatan Elvita alias Puang (Nyonya besar).

    “Saat dipertegas, saksi korban Yasin menyebut Puang yang buat  luka robek dikepala dan pelipis mata,” ujarnya

    Sebelumnya, lebih sepuluh (10) saksi dan 5 saksi korban telah diperiksa. Hasilnya, seluruh kesaksian menyudutkan dan menegaskan bahwa Puang seorang yang ‘jahat’ dimata korban-korbannya.

    Para saksi yang telah diperiksa, yakni Peksos, Kemensos RI, Dinsoskam Kota Batam, Dokter pemeriksa, Donatur, guru penangkap, Verbalisan, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPAD) Kota Batam serta korban.

    “Penerapan Pasal-perpasal dinilai tepat, karena terdakwa telah melakukan tindak kekerasan dengan bukti luka-luka dan bekas kekerasan lainnya. Selain itu, anak-anak juga ditelantarkan secara kesehatan, pendidikan, serta tidak sesuai dengan SNPA ( Standar Nasional Pengasuhan Anak),” ungkapnya.

    Bukan itu saja, terdakwa juga pernah merantai kaki dan tangan Steven, yang dianggap terdakwa hyperactive. Tindakan sodomi atau kekerasan seksualitas juga terjadi di panti terhadap anak anak.

    (Nikson simanjuntak & andi)

    BERITA TERKINI

    Guru Gugat UU Perlindungan Anak, Ahli: Kenapa Harus Takut?

    Metrobatam, Jakarta - Ahli hukum pidana Agustinus Pohan menilai guru tidak perlu takut dikriminalisasi oleh UU Perlindungan Anak. Mereka seharusnya mereka dapat lebih menyikapi...

    Mantap! TNI AD Juara Umum Lomba Tembak Antarnegara di Australia

    Metrobatam, Tangerang – TNI AD berhasil menjadi juara umum dalam turnamen Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM), yakni lomba tembak bergengsi antar-angkatan...

    Serang Kapal Petugas Bea Cukai, Penyelundup Pakaian Bekas Malaysia Berhasil Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Kapal BC20002 milik Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Operasi Jaring Sriwijaya Direktorat Bea dan Cukai, menangkap satu unit kapal barang di...

    Diduga Matikan Listrik saat Berbuka, Warga Rusak Kantor PLN

    Metrobatam, Pekanbaru - Ratusan warga Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu, Riau mengamuk dan mendatangi Kantor PLN, Minggu (28/5). Aksi ini sebagai tindak kekecewaan warga...

    Rudal Balistik Korea Utara Meluncur dan Mendarat di Laut Jepang

    Metrobatam, Jakarta - Korea Utara menguji coba peluncuran rudal balistik pada Minggu (28/5) waktu setempat. Ini adalah uji coba teranyar. Rudal jatuh di teritori...

    Polres Bogor Ancam Pidana Ormas yang Sweeping Selama Ramadan

    Metrobatam, Bogor – Kepolisian Resor Bogor melarang keras organisasi masyarakat (ormas) melakukan segala bentuk aksi sweeping selama Ramadan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolres...

    Kewenangan TNI Masuk RUU Terorisme, Wiranto: Kita Harus Total

    Metrobatam, Jakarta - Panja Revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme DPR RI sepakat memasukkan kewenangan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kewenangan TNI akan...

    Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini Penampakannya

    Moskow - Mengikuti jejak China yang membuat pesawat C919 saingan Airbus dan Boeing, Rusia juga melakukan hal yang sama. Pada hari Minggu kemarin, Rusia...

    Isak Tangis Warnai Kecelakaan Maut, Tiga Korban Tewas Satu Keluarga

    Metrobatam, Medan - Tiga jasad korban tewas dalam kecelakaan maut truk trailer pengangkut alat berat di medan, Sumatera Utara, disemayamkan di ruang instalasi jenazah,...

    Polisi Tangkap Admin muslim_cyber1, FPI: Bukan Anggota FPI

    Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap HP (23), salah satu admin akun Instagram muslim_cyber1. Meski kebanyakan postingannya membela Imam Besar FPI Habib Rizieq, HP bukanlah...

    Aceh Diguncang Gempa 5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

    Metrobatam, Jakarta - Pagi ini, masyarakat Aceh dikagetkan dengan gempa bumi. Gempa tersebut dirasa cukup keras dengan kekuatan 5 Skala Richter. "Gempa bumi 5 SR...

    Pengembang Rumah Rakyat Tanggung ‘Biaya Siluman’ Rp6,5 Miliar

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) menduga terdapat sejumlah oknum nakal dari kalangan pemerintah daerah (pemda) yang membebankan biaya tidak resmi atau 'biaya...