ER Bidan PNS Batam, Dituntut 5 Tahun Penjara

    186

    Bidan pns

    Metrobatam.com, Batam – Bidan Elvita Rozanah alias Elvita alias Puang, merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintahan Kota Batam yang bertugas di Puskesmas Batuampar Batam.

    Disamping sebagai PNS, terdakwa memiliki pekerjaan lain yaitu pemilik sekaligus pengelolah Panti Asuhan Risky Khairunisah Batuampar yang tersangkut kasus soal penelantaran, tindak kekerasan fisik maupun sikis pada anak pantinya.

    Atas perbuatan terdakwa, maka Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Martua Ritonga SH dan Haryo SH menuntut terdakwa melanggar Pasal 77B juncto Pasal 76B Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    Selain terbukti menelantarkan anak-anak Panti Asuhan Rizky Khairunnisa, terdakwa juga terbukti melakukan tindak kekerasan sepanjang berdirinya panti. Sehingga terdakwa juga ‎dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

    Dari beberapa pasal tersebut, terdakwa dituntut hukuman 5 tahun penjara, Rabu (24/2/2016) dihadapan Majelis Hakim ketua Sarah Louis Simanjuntak, anggota Endi dan Jassael Manullang SH di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

    Menurut JPU, pada terdakwa tidak menemukan sama sekali alasan pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat menjadi pertimbangan atau kekuatan penuntutan. Karena terdakwa Puang terbukti secara terang-terangan melakukan tindak pidana penelantaran dan kekerasan terhadap anak-anak panti.

    “Terdakwa terbukti melakukan kekerasan kepada beberapa saksi korban, yang masih berusia dibawah 17 tahun. Bilqis balita berusia sekitar 22 bulan. Dari hasil Visum Et Revertum yang dikeluarkan petugas menguatkan terdakwa melakukannya,” kata JPU Martua, membacakan tuntutannya.

    Bukti kuat berupa luka robek dikemaluan luar, dalam dan bekas tanda kekerasan ditubuh‎ Bilqis. Selain itu luka bekas pukulan benda tumpul, disekujur tubuh balita  tersebut.

    Selain Bilqis, anak panti lainnya yakni Yasin juga mengalami luka sobek di pelipis matanya‎. Saat saksi korban, Yasin dipertanyakan oleh petugas Pekerja Sosial (Peksos) Kementrian Sosial (Kemensos) RI, serta Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsoskam) Kota Batam. Yasin menyatakan luka tersebut karena perbuatan Elvita alias Puang (Nyonya besar).

    “Saat dipertegas, saksi korban Yasin menyebut Puang yang buat  luka robek dikepala dan pelipis mata,” ujarnya

    Sebelumnya, lebih sepuluh (10) saksi dan 5 saksi korban telah diperiksa. Hasilnya, seluruh kesaksian menyudutkan dan menegaskan bahwa Puang seorang yang ‘jahat’ dimata korban-korbannya.

    Para saksi yang telah diperiksa, yakni Peksos, Kemensos RI, Dinsoskam Kota Batam, Dokter pemeriksa, Donatur, guru penangkap, Verbalisan, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPAD) Kota Batam serta korban.

    “Penerapan Pasal-perpasal dinilai tepat, karena terdakwa telah melakukan tindak kekerasan dengan bukti luka-luka dan bekas kekerasan lainnya. Selain itu, anak-anak juga ditelantarkan secara kesehatan, pendidikan, serta tidak sesuai dengan SNPA ( Standar Nasional Pengasuhan Anak),” ungkapnya.

    Bukan itu saja, terdakwa juga pernah merantai kaki dan tangan Steven, yang dianggap terdakwa hyperactive. Tindakan sodomi atau kekerasan seksualitas juga terjadi di panti terhadap anak anak.

    (Nikson simanjuntak & andi)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Komisi III DPRD Kepri Segera Uji Kepatuhan dan Kelayakan Calon Anggota KPID Kepri

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komisi III DPRD Kepri segera melangsungkan uji kepatutan dan kelayakan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepri masa bakti...

    Luar Biasa! Siswi Madrasah Ini akan Jadi Pembicara Forum WHO di Kanada

    Metrobatam, Yogyakarta - Salah satu siswi Madrasah Tsanawityah (MTs) Yapi Pakem Sleman, Monica (15) mendapat kesempatan menjadi pembicara pada World Health Organization (WHO) 8th...

    Soal Densus Tipikor, Menkum: Jangan sampai Saling Curi Kasus

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mendukung dibentuknya Densus Tipikor. Namun dia ingin pembentukan densus itu diatur jelas sehingga...

    Bareskrim Tangkap Penyelundup 30 Kg Sabu di Perairan Aceh

    Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menangkap empat orang...

    Resmi Ditutup KPU, Ini 27 Parpol yang Daftar sebagai Peserta Pemilu 2019

    Metrobatam, Jakarta - Pendaftaran peserta partai politik Pemilu 2019 resmi ditutup. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asya'ri mengatakan, sampai dengan waktu ditutup ada...

    Partai Kalangan Golput Daftar ke KPU Usung Jokowi di 2019

    Metrobatam, Jakarta - Partai Indonesia Kerja (PIKA) ikut memeriahkan deretan partai baru yang resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019 ke KPU RI, Senin malam...

    Menjelang Akhir Tahun, Bupati Bintan Himbau Nelayan Waspada Saat Melaut

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau agar para nelayan di Kabupaten Bintan untuk ekstra waspada saat melaut. Himbauan tersebut dilontarkannya...

    Pesawat AirAsia Perth – Bali Terjun 20 Ribu Kaki di Udara, Penumpang Panik

    Metrobatam, Jakarta - Pesawat AirAsia dengan rute Perth menuju Bali terpaksa kembali ke Australia di tengah perjalanan setelah mengalami keadaan darurat pada Minggu (15/10). Sejumlah...

    Bentuk Densus Tipikor, Kapolri Tawarkan 2 Metode Pemberantasan Korupsi

    Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menawarkan adanya dua metode kerja Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Dua metode ini diharapkan dapat...

    7 Sindikat Narkoba Diringkus Polisi, Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

    Metrobatam, Jambi - Sebanyak 7 orang sindikat peredaran narkoba antarprovinsi diringkus anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda jambi. Dari tujuh pelaku, salah satunya wanita berinisial...

    Sri Rahayu Penghina Jokowi Terancam Penjara 6 Tahun

    Metrobatam, Cianjur - Sidang terdakwa kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menghadirkan terdakwa Sri Rahayu Ningsih digelar di Pengadilan Negeri Cianjur (PN Cianjur). Sri...

    Perahu Pengungsi Rohingya Tenggelam Dekat Bangladesh, 8 Orang Tewas

    Dhaka - Sebuah perahu yang dipenuhi pengungsi Rohingya tenggelam saat berlayar ke Bangladesh, dari Myanmar. Sedikitnya 8 orang tewas tenggelam dan puluhan orang lainnya...
    BAGIKAN