2 WN Vietnam Dipenggal, Duterte Ingin Makan Abu Sayyaf Hidup-hidup

1909

Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memakan hidup-hidup anggota kelompok militan Abu Sayyaf. Seruan ini dilontarkan setelah Abu Sayyaf memenggal dua pelaut Vietnam yang disandera sejak beberapa bulan lalu.

Jenazah dua sandera asal Vietnam itu ditemukan tentara Filipina di wilayah Mindanao bagian selatan, pada Rabu (5/7) waktu setempat. Kedua warga Vietnam itu diculik Abu Sayyaf, bersama empat awak kapal kargo Vietnam lainnya, pada November 2016.

“Saya akan memakan hati kalian jika Anda ingin saya melakukannya. Beri saya garam dan cuka dan saya akan makan di hadapan Anda semua,” tutur Duterte dalam pernyataannya di hadapan para pejabat lokal di Manila, seperti dilansir AFP, Kamis (6/7).

“Saya akan memakan semuanya. Saya tidak pilih-pilih. Saya bahkan memakan apa yang tidak bisa ditelan,” imbuhnya.

Dengan nada marah, Duterte memaki militan yang mendalangi pemenggalan itu. Duterte bahkan menunjukkan foto jenazah dua sandera Vietnam usai dipenggal Abu Sayyaf kepada otoritas setempat.

“Akankah kita membiarkan diri kita diperbudak oleh orang-orang ini? Anak pelacur,” tegas Duterte.

Duterte (72) memerintahkan operasi militer melawan Abu Sayyaf dan kelompok militan lainnya di Filipina bagian selatan, sejak tahun lalu. Abu Sayyaf awalnya merupakan kelompok militan yang dibentuk dengan suntikan dana jaringan Al-Qaeda tahun 1990-an. Kelompok itu kemudian terpecah-pecah menjadi beberapa faksi, dengan beberapa faksi aktif dalam praktik penculikan dengan minta uang tebusan dalam jumlah besar.

Duterte yang dikenal kontroversial ini memang kerap menggunakan bahasa yang ekstrem dalam pernyataannya, khususnya saat berbicara soal militan. Tahun lalu, Duterte menyatakan akan memakan hidup-hidup militan Abu Sayyaf setelah terjadi pengeboman di Davao, kampung halamannya.

Dituturkan Duterte, bahwa otoritas Vietnam telah mengungkapkan kekhawatirannya soal serangkaian penculikan warga negara asing, termasuk warga Vietnam, oleh Abu Sayyaf. Kekhawatiran itu diungkapkan otoritas Vietnam saat Duterte berkunjung ke Hanoi, tahun lalu.

Pada Rabu (5/7) waktu setempat, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengecam pemenggalan kedua warganya oleh Abu Sayyaf. Vietnam menyerukan ‘hukuman berat’ untuk kelompok militan di balik pemenggalan itu.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN