Wartawan Istana Kena Tipu PNS Kemenhub

 

Metrobatam.com, Jakarta – Seorang wartawan sebuah radio pemerintah yang bertugas di Istana Kepresidenan menjadi korban penipuan yang dilakukan seorang pegawai negeri sipil (PNS) pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Read More

Wartawan yang bernama lengkap Syarif Hasan Salampessy alias Pessy itu menderita kerugian sebesar Rp33 juta.

“Uangnya saya transfer ke rekening atas namanya sendiri dan juga saya tarik tunai dari ATM, pertama Rp20 juta dan berikutnya Rp13 juta. Ada kok kuitansinya dan slip transfer saya simpan sebagai bukti,” ungkap Pessy, di Jakarta, Sabtu.

Awalnya, Pessy yang sehari harinya bertugas di kompleks Istana Kepresidenan, KPK, dan Kementerian Koperasi UKM itu dihubungi melalui telepon oleh kakak iparnya yang bernama Syahrudin pada Agustus 2015.

Dalam percakapan itu Pessy diminta membantu temannya yang sedang membutuhkan uang karena keperluan yang mendesak. Pessy kemudian diminta untuk meminjamkan uang kepada Kanti Kurniati yang belakangan diketahui bekerja sebagai PNS di Kemenhub.

“Saya bilang enggak punya uang kalau mau pinjam sampai Rp50 juta. Abang saya bilang uang itu untuk keperluan menjamu calon-calon PNS dia (Kanti) sedang butuh,” ujar Pessy menirukan perkataan Syahrudin.

Permintaan pertama ditolak oleh Pessy karena merasa tak mengenal Kanti.

Tetapi pada telepon berikutnya Syahrudin berusaha membujuk adiknya itu dengan iming-iming bunga 20 persen setiap bulan dan bersedia akan menitipkan sebuah unit kendaraan sebagai jaminan.

“Memang saya tidak berpikir kalau sampai nanti ditipu karena hanya niat membantu kan yang namanya kalau saudara yang meminta bantuan kalau kita tolak itu juga enggak enak, akhirnya saya bersedia beri pinjaman,” cerita Pessy.

Setelah dua kali mereka mengadakan pertemuan di depan Kodam Jaya, Jln Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Pessy akhirnya memberikan uang pinjaman dengan total Rp33 juta kepada Kanti.

Sedangkan Kanti awalnya menyerahkan mobil Suzuki APV warna silver bernomor polisi B 1557 GUF, lalu ditukar kembali dengan Daihatsu xenia warna putih dengan nomor polisi F 1281 KN.

“Dia membuat surat perjanjian dan bersedia akan mengembalikan uang maksimal dua bulan plus bunganya. Itu ada saksinya abang saya Syahrudin dan Mo Dahlan, mereka berdua yang diminta cari bantuan pinjaman oleh Kanti,” katanya.

Setelah dua bulan berjalan, tiba-tiba mobil titipan Kanti mau ditarik oleh rekannya dengan alasan karena harus membayar sewa kepada pemilik rental.

Pessy pun kaget dan baru menyadari dia telah menjadi korban penipuan dengan modus sewa mobil rental.

Pemilik rental yang tadinya tidak mengetahui mobilnya sedang di tangan Pessy pun mengadu ke Polsek Kemang Bogor.

“Rekannya itu bernama Wiwi, mereka berdua yang sewa mobil di rental, tapi Kanti tidak bayar-bayar hanya uang muka saja, pada akhirnya yang punya rental nagih uang sewa ke Wiwi. Setelah sudah enggak sanggup bayar karena setiap hari bayar Rp300 ribu, makanya Wiwi mau tarik mobil dari saya,” katanya.

Berbagai upaya dilakukan Pessy agar uangnya bisa kembali mulai dari mengadukan yang bersangkutan ke atasannya, hingga membuat pernyataan tertulis di hadapan polisi.

Namun upayanya belum membuahkan hasil. Terakhir, mereka dipertemukan di kantor Polsek Kemang, Bogor, Kanti disuruh membuat surat pernyataan akan membayar paling lambat 28 Februari 2016.

“Kita ketemu di Polsek awal Februari, waktu itu Kanti diperiksa sebagai saksi. Dia datang sambil membawa rombongan preman,” jelasnya.

Sebelum jatuh tempo, Kanti sudah tidak bisa dihubungi, nomor telepon genggamannya juga mati.

Rumah pribadinya di Perum Pandan Valley Blok C, Nomor 6 RT 002/009, Parakanjaya, Kecamatan Kemang, Bogor, pun kosong. Berdasarkan penuturan rekan kantornya, wanita asal Cianjur itu sudah lama tak masuk kerja.

Oleh Kemenhub, Kanti sudah diberi sanksi berupa wajib absen buku yang dipegang langsung atasannya.

Sebelum kasus penipuan terhadap Pessy, Kanti sudah pernah diadukan oleh keluarga calon PNS di Polres Jakarta Timur karena kasus penipuan setoran uang untuk menjadi PNS. Belum lagi dia terlibat kasus sewa mobil dengan modus yang sama.

“Karena yang mengejar dia bukan cuma saya tapi ada orang lain juga, ada yang namanya Dwi, terus anggota Kopasus, mereka juga sudah ke kantornya tapi memang enggak ketemu,” kata Pessy. (Antara)

Loading...

Related posts