SKK Migas dan JKN Akan Bahas Bandara Matak

METROBATAM.COM, NAMBAS  – SKK Migas dan JKN bakal datangi Anambas membahas penggunaan bandara khusus Matak. Tak dapat dipungkiri Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 195 tahun 2012, membuat kerisauan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Anambas.
Hal ini akibat dalam  point pertama surat tersebut berbunyi Bandar Udara khusus  milik BP-Migas yang dioperasikan oleh Conoco Philips Indonesia, ditetapkan sementara sebagai Bandar udara yang melayani kegiatan Angkutan Udara untuk Kepentingan umum sampai dengan beroperasinya Bandar udara letung Beroperasi.

“Sedangkan direncanakan tahun 2016 Bandara letung Beroperasi tentu ini akan menjadi persoalan jika bandar udara matak tidak beroperasi lagi,”kata Masykur,ST MM Kepala Dinas Perhubungan KKA Senin (7/3)

Read More

Maka dari itu Pihaknya ungkap Masykur akan berupaya agar SK Menteri tersebut dapat dirubah saat kedatangan SKK Migas dan JKN karena bandara Matak juga sangat penting artinya dalam menunjang transportasi udara nanti.

“Kedatangan SKK Migas dan JKN direncanakan tanggal (20/3) akan dibahas persoalan ini,”jelasnya.

Ia lebih lanjut mengatakan,  moment kedatangan ini akan kita upayakan agar SK tersebut dapat dicabut, karena kita sangat membutuhkan Bandara Khusus Matak.

Pihaknya lanjut mantan Kabag Pembangunan itu,  saat ini akan berupaya menuntaskan persoalan transportasi pada tahun 2016 ini khususnya transpotasi Udara. Untuk transportasi  Laut memang sudah tidak ada masalah, karena minimnya transportasi laut yang terjadi saat ini karena Fery tak dapat berlayar akibat cuaca ekstrim musim utara, dan ketika cuaca membaik maka banyak transportasi laut yang dapat diandalkan seperti Fery, maupun Kapal Pelni.

“Kalau untuk transportasi ini akibat cuaca ekstrim beda dengan transportasi udara,” jelasnya.

Masykur juga menyampaikan bahwa pihaknya saat ini mendapatkan bantuan dari KPDT sebua Fery Cepat SB Anambas dengan bobot 3 GT dengan kecepatan 28 knot dengan kapasitasi 50 Sit tempat duduk.

“Nantinya feri cepat ini akan menjadi angkutan pedesaan yang melayani konektivitas antar kecamatan,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelum Deputi Keuangan SKK Migas dengan difasilitasi Conoco Philips juga sudah bertemu  dengan Bupati KKA dan kala itu berjanji akan membantu beroperasinya Bandara Khusus Matak walapun Bandara Letung telah dioperasikan. Mudah-Mudahan saja ke depan persoalan transportasi di Anambas dapat terus membaik sesuai dengan harapan seluruh masyarakat.

Loading...

Related posts