Metrobatam.com, Mosul – Kekejian kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) semakin gila dan tak kenal ampun, yakni menguji kemampuan senjata kimia kepada tahanan dan hewan di laboratorium mereka.
Warga Irak yang ketakutan melaporkan fakta itu kepada media seperti dirilis situs berita Express, Senin (23/5).

Para militan menguji penggunaan klorin dan gas mustard pada tawanan mereka. Hal itu jelas-jelas amat bertentangan dengan pedoman kejahatan perang menurut protokol Geneva.

Laboratorium ISIS berada di pusat kekuasaan mereka di kota Mosul, Irak utara. Para ekstremis gila itu sedang berupaya meningkatkan kemampuan senjata kimia dan nuklirnya. Senjata akan digunakan untuk berbagai serangan di Irak, Suriah, dan negara-negara Barat.

Abu Shaima, Kepala Unit Senjata Kimia ISIS, telah pindah beroperasi jauh dari universitas di Mosul ke permukiman warga, seperti Al Mohandseen, yang dikelilingi rumah-rumah warga.

The Telegraph juga melaporkan, warga di Mosul dan sekitarnya khawatir. Mereka melaporkan bahwa beberapa rumah di wilayah itu telah diambil alih peneliti ISIS.

Puluhan anjing mati dan kelinci juga telah ditemukan di dekatnya. Hal itu mengisyaratkan bahwa ISIS telah melakukan eksperimen kejam di dalam laboratorim mereka.

Warga di sekitarnya juga menderita kesulitan bernapas. Kulit badan mereka mengalami ruam atau bintik-bintik merah.

Ekstremis diyakini telah menyita bahan dan senjata kimia dari pasukan Suriah. Dengan senjata kimia itu, ISIS melancarkan serangan mematikan dalam pertempuran di Taza, Irak.

Serangan pada Maret lalu itu menewaskan seorang anak perempuan berusia tiga tahun dan melukai 600 lainnya.

Hamish de Bretton-Gordon, mantan Resimen Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir Inggris, mengatakan, “Operasi senjata kimia ISIS ini memilik banyak target.”

Menurut dia, dengan pindah ke daerah permukiman, jelas ISIS memiliki misi untuk menghancurkan lawan atau warga sipil dengan senjata kimia.

Bretton-Gordon mengatakan, dengan ISIS memiliki senjata kimia dan bom yang mungkin juga bermuatan kimia, Inggris dan negara Barat lainnya harus waspada.(mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...