Metrobatam.com, Batam –┬áSetelah redup beberapa bulan lamanya, akhirnya kasus ratusan honorer Satpol PP yang dirumahkan dan tidak digaji lebih dari setahun, kembali memanas.

Ratusan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dan keluarganya mendemo Markas komando (Mako) Satpol PP di Komplek ruko Tri Nusa Jaya, Batam Center, Senin (15/8/2016) siang. Mereka menuntut kejelasan status mereka yang telah dirumahkan sejak beberapa waktu lalu.

Pendemo ini merupakan bagian kecil dari total 800-an personel honorer Satpol PP yang dirumahkan karena tidak anggaran gaji dari pemerintah Kota Batam.

“Kami bukan demo. Kami ke sini meminta kejelasan status anak-anak kami. Tolong jangan dijanjikan lagi. Yang sudah masuk, mohon diakomodir, ditugaskan lagi,” kata Koordinator Aksi, Refnil Efendi kepada wartawan.

Mereka meminta kepada Walikota Batam untuk memberi kejelasan mengenai status kepegawaian mereka. “Jangan didiankan saja. Beri kejelasan tentang status kami. Jika suara kami tidak ditanggapi, kami akan membawa massa yang lebih besar,”ujar Refnil.

Berdasarkan pantauan, ratusan anggota Satpol PP itu datang ke markas dengan mengajak anggota keluarga dengan memakai pakaian sipil.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kasatpol Hendri berjanji akan mencari memberi jawaban setelah mendiskusikan hal ini dengan Ketua DPRD Batam. “Nanti saya akan mendiskusikan hal ini dulu ke Ketua DPRD Batam,” ujar Hendri.

Mendengar jawaban tersebut, terdengar bisik-bisik antara mereka bahwa seharusnya Kasatpol PP membicarakan dan melaporkan masalah ini dengan atasannya yakni Walikota Batam, Muhammad Rudi. “Achh, dengan walikota dulu lah kau bicarakan, jangan langsung dengan ketua dewan. Macam betul aja kau ini,”celetuk salah seorang massa yang hadir dengan nada kesal. (edj/dbs)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...