MT Vier Harmoni

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Pembajakan tanker Vier Harmoni berhubungan dengan sindikat penjualan solar ilegal, kata Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S Irawan.

“Kapal bermuatan 900 kiloliter tersebut dibajak oleh anak buah kapal sejak 17 Agustus 2016,” kata Irawan dalam konferensi pers di Markas Lantamal IV/Tanjungpinang, Kamis.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Tim West Fleet Quick Response (WFQR) dari Armabar, diduga kuat seorang nakhoda dan sembilan anak buah kapal tanker Vier Harmoni tersebut masuk dalam sindikat perdagangan solar ilegal.

Bahkan mereka “bermain” di jaringan internasional. Namun, otak pelaku dan juga calon pembeli solar ilegal itu masih diburu petugas.

Kapal tersebut juga diketahui pernah menjual solar ilegal sekitar setahun yang lalu.

“Seluruh pelaku WNI,” ujar Irawan.

Sementara informasi awal yang diterima TNI AL bahwa pembajakan kapal itu terkait permasalahan internal perusahaan, yang terjadi lantaran tidak digaji selama tiga bulan, diduga hanya modus untuk mengelabui petugas.

“Kami rasa itu (informasi) hanya modus mereka karena menurut informasi mereka sudah pernah melakukan penjualan solar ilegal di perairan OPL di wilayah Malaysia,” tegasnya.

Irawan mengemukakan tanker Vier Harmoni diamankan petugas KRI Gilimanuk di Pulau Dato, Kalbar, Rabu (24/8).

“Seorang nakhoda dan sembilan ABK sampai saat ini masih dimintai keterangan sebagai saksi terkait kejadian ini. Kapal Vier Harmoni saat ini masih dalam perjalanan menuju Tanjunguban, Bintan,” ucapnya.

Irawan mengatakan pencarian tanker Vier Harmoni telah dilakukan sejak 17 Agustus hingga 24 Agustus setelah TNI AL menerima laporan dari pihak The Malaysian Maritim Enforcement Agency (MMEA) pada 16 Agustus.

“Setelah mendapat informasi itu, kami bersama Polda Kepri, Bea Cukai, dan instansi lainnya serta dibantu oleh APMM (Agenci Penguatkuasaan Maritim Malaysia) langsung melakukan pencarian, yang dalam informasi itu, kapal Vier Harmoni dilarikan oleh ABK karena konflik internal perusahaan yang dalam hal ini PT Vierlines,” katanya.

Pencarian Vier Harmoni tersebut dilakukan dengan mengerahkan kekuatan laut, darat, dan udara. Patroli dan pencarian dengan menggunakan berbagai unsur patroli seperti Pesawat CASSA P-861, U-617, Helikopter NV-409, KRI Tenggiri, KRI Teluk Kalimanuk 531, KAL Mapor, KAL Welang, dan PATKAMAL SATkAMAl Lantamal XII berserta Lanal Batam.

“Kronologis kejadian berawal pada saat kapal ini hilang dari Kuantan Malaysia. Kapal itu diketahui berbendera Indonesia yang pemiliknya adalah PT Vierlines, kemudian disewa oleh Ozoil SDN BHD selama dua tahun sejak 15 Januari 2016,” ujarnya.

 

Mb/Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE