Metrobatam, Tanjungpinang – Penangkapan enam orang terduga teroris di Batam mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di kota itu, kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti.

“Di sisi lain, kami memberi apresiasi kepada aparat keamanan yang menangkap para teroris tersebut. Namun pengungkapan kasus ini menimbulkan kekhawatiran terutama wisatawan berkebangsaan Singapura,” ujarnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Minggu.

Dia mengemukakan kontribusi wisatawan Singapura terhadap kunjungan wisman secara nasional cukup tinggi. Dalam setiap bulan, wisatawan asal Singapura yang berkunjung ke Batam paling banyak dibanding ke daerah lainnya di Indonesia.

Hal itu disebabkan Singapura berdekatan dengan Batam, termasuk daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau.

“Singapura menganggap Batam adalah ‘second home’, karena dalam waktu singkat mereka dapat pergi dan pulang,” ujarnya.

Kondisi yang terjadi sekarang, kata Guntur, adalah sejumlah wisatawan asal negara itu membatalkan keberangkatan ke Batam pascapenangkapan terduga teroris di sejumlah kawasan di kota itu.

Namun, sampai sekarang Pemerintah Singapura belum mengeluarkan peringatan bepergian (travel warning).

“Keberadaan terduga teroris, dan ancaman teror yang direncanakan menimbulkan ketidakpercayaan wisatawan. Pelaku pariwisata dan juga tAravel berharap pihak kepolisian mengeluarkan pernyataan Batam aman. Indonesia memiliki aparat yang hebat, yang mampu memberi rasa aman kepada wisman,” katanya. (mb/antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...