Metrobatam, Batam – Samuel Silitonga (14), akhirnya ditemukan mengapung dengan kondisi tak bernyawa lagi sekitar satu mil dari lokasi perairan Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk sekira pukul 09.20 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melintas di sekitar lokasi. Kemudian Tim SAR langsung mengevakuasi jenazah korban ke posko pencarian Samuel.

Anak pertama pasangan Sudianto Silitonga dan Royani Simbolon hilang terseret ombak pada Minggu 18 September sore. Waktu itu korban hilang setelah menyelamatkan adik kandungnya yang hampir hanyut diseret ombak. Setelah dinyatakan hilang, pencarian Samuel dilakukan oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Batam, Yonif 10 Marinir, Polair, Tagana Dinas Sosial Batam, serta dibantu Brimob Polda Kepri, dan nelayan setempat.

Koordinator Pos Basarnas Batam, Harminto mengatakan, korban ditemukan kurang lebih 1 mil sebelah utara dari titik kejadian. Korban yang mengapung di daerah pusaran arus laut pertama kali dilihat nelayan yang sedang melintas. Melihat jasad korban, nelayan bersangkutan berkoordinasi dengan tim pencari Samuel. Tim terdekat penemuan korban langsung mengevakuasi jenazah korban ke bibir pantai.

“Nelayan yang melihat duluan, kemudian berkoordinasi dengan tim. Ditemukan di daerah pusaran arus, sudah mengapung. Kebetulan pagi ini yang mencari korban dari tim Brimob dan Basarnas,” kata Harminto di lokasi, Selasa (20/9).

Ia menuturkan, jasad korban ditemukan dengan kondisi masih utuh. Korban masih mengenakan baju dan memakai kacamata selam. Harminto menyampaikan, lokasi terseretnya korban merupakan jalur arus laut, sehingga menyulitkan petugas dalam pencarian. “Korban masih pakai baju dan kacamata selam,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sei Beduk AKP Suwitnyo mengatakan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan medis. Ia menuturkan, untuk menghindari kejadian yang sama, lokasi pantai ditutup untuk aktivitas pemancingan dan tempat rekreasi.

“Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Tempat lokasi hilangnya korban sekarang ini sudah dilarang bagi pengunjung,” katanya

Salah seorang keluarga korban, Jones Ron Purba menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas yang telah mencari korban serta warga Tanjungpiayu yang telah bersedia mencarinya. Untuk proses selanjutnya, keluarga korban masih menunggu kedatangan jenazah dari rumah sakit. Rencanaya, korban akan dimakamkan hari ini juga.

“Kami masih menunggu proses dari rumah sakit untuk pemakaman korban,” ujar Jones di lokasi. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...