Metrobatam.com, Batam – Dalam kurun waktu satu bulan terakhir,  Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV,  berhasil menangkap 7 kapal yang melakukan kejahatan dilaut.

Dengan keberhasilan ini seolah, Bea dan Cukai, serta kepolisian Daerah (Polda) Kepri kecolongan dengan kasus yang sering terjadi di Perairan Provinsi Kepulauan Riau.

“Terhitung dari 25/8 hingga 19/9 kita (tim WFQR,red) berhasil menangkap sebanyak 7 kapal yang melakuan kejahatan di laut,” Kata Danlantamal IV Tanjungpinang Laksmana Pertama TNI S Irawan,S.E saat press release di Dermaga Lanal Batam, Senin (19/9) pagi.

Penagkapan yang Penagkapan yang kata, S Irawan adalah kapal Harmoni yang berhasil ditangkap di perairan Kalimatan selanjutnya tim kembali menangkap kapal Enjeline 2 di Selat Singapura.

“Dua kapal ini adalah sindikat Internasional menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) solar di daerah perbatasan secara ilegal,” ucapnya.

Pengkapan selanjutnya, Lanjutnya  yaitu  kapal Tug bout Kapalo yang dimodifikasi menjadi kapal tengker untuk memuat Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Dumai.

Selain itu, Tim WFQR juga berhasil menangkap kapal  penyeludupan kayu ilegal dari dabok singkep tujuan Batam serta speed bout tanpa nama yang menyelundupkan TKI ilegal dan Rokok ilegal.

Terakhir KM Mulia Abadi yang memuat gula dan beras ilegal kurang lebih 90 ton didalam kapal juga ditemukan alat hisap sabu (Bong,red).

“Kita kecolongan kerugian negara kurang lebih sekitar 30 milyar dan saya (Danlantamal IV, red) mengingatkan kepada pelaku bahwa kami tidak segan untuk menembak di tempat jika ada para pelaku yang mengulanginya lagi,”tegasnya.(Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE