Metrobatam, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Bali, menyebut ada 9 orang tewas akibat ambruknya Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, ambruk pada pukul 18.00 WITA. Selain itu ada 18 orang yang mengalami luka.

“Informasi yang didapat ada 9 orang meninggal dunia dan 18 orang terluka,” kata petugas BPBD Klungkung, Wayan Aryawan, Minggu (16/10).

Kepala Pusat Data, Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jembatan Kuning yang juga dijuluki jembatan cinta pernah beberapa kali mengalami renovasi. Diduga pondasi yang rapuh menjadi penyebab ambruknya jembatan hingga warga dan pemotor tercebur ke laut berkedalaman 1 meter.

Diduga sling putus karena beban yang melebihi batas kekuatan penyangga jembatan. “Jebolnya jembatan karena sling jembatan putus,” ujar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Bali, Wayan Aryawan.

Jembatan ini ambruk pada sekitar pukul 18.00 WITA. Jembatan ini memang pernah beberapa kali direnovasi karena kerusakan pondasi. Menurut Wayan banyak orang berada di jembatan Kuning karena hendak menyeberang melihat kegiataan adat Nyepi Segara atau Nyepi Laut.

“Karena Nyepi segara, Upacara di Ceningan dimanfaatkan warga untuk menyeberang (menyaksikan upacara),” sambung Wayan.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...