Even bernuansa seragam sekolah yang bertemakan "Back to school party"

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menerima permintaan maaf pihak pengelola Basecamp Cafe yang sebelumnya telah mencoreng dunia pendidikan yang menyajikan even bernuansa seragam sekolah yang bertemakan “Back to school party” beberapa hari lalu.

Permintaan maaf ini langsung disampaikan oleh pemilik Basecamp Cafe, Santos pada pertemuan yang dilaksanakan, Jumat (7/10/2016) di Kantor Wali Kota Tanjungpinang.

Dalam kesempatan itu juga ternyata Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diwakili oleh ketua PGRI Tanjungpinang juga luluh dengan maaf yang disampaikan oleh pihak Cafe Basecamp.

Permintaan maaf ini juga seolah, melunturkan, kasus yang telah mencemarkan dunia pendidikan ini, ironis padahal kemarin PGRI getol ingin membawa kasus ini kejalur hukum.

Pengamat Pendidikan senior di Provinsi Kepulauan Riau, Arif Rasakan memandang kurang efektif jika hanya maaf yang berikan. Harusnya, hukum tetap berjalan, mengingat hal ini telah sampai keranah hukum dan tindakan yang dilakukan pihak Basecamp Cafe nyata telah mencoreng dunia pendidikan.

“Sebagai manusia memang memaafkan sangat bagus, tapi hukum juga harus berjalan dong, sudah jelas kok mereka mencoreng dunia pendidikan, mana efek jeranya? kalau begitu semua orang bisa lakukan dan akhirnya tinggal minta maaf saja, selesai perkara,” ujar Arif Rasakan saat dihubungi Sabtu (8/10).

Arif mengaku kurang setuju dengan Pemko Tanjungpinang dan PGRI Tanjungpinang yang gampang sekali memberikan maaf kepada pihak Basecamp dan bahkan menghentikan proses hukum.

“Itu jelas salah, ya maaf boleh diterima tapi hukum nya dong, masa berhenti juga,” ujarnya.

Arif menyayangkan sikap dari Pemerintah dan PGRI telah berkata demikian sebagai wakil Dunia Pendidikan.

Ketua PGRI Tanjungpinang, Encik Abdul Hajar, mengatakan bahwa dia mewakili semua guru di Tanjungpinang telah memaafkan pihak Basecamp.

Hal ini ternyata juga dianggap “Dunia Pendidikan” telah memaafkan cafe Basecamp yang saat sedang hangat-hangatnya kemarin, sempat tercetus bahasa pihak Basecamp mencoreng “dunia pendidikan” bukanlah “guru pendidikan”. Namun, karena telah meminta maaf kepada pihak PGRI dan membuat PGRI kemarin hanya gertak sambal.

“Tapi dengan syarat, mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan mau bersahabat dengan dunia pendidikan. Makanya, kami sebagai guru mendengar seperti itu merasa tidak perlu dibesar-besarkan lagi dan menerima maaf mereka,” ujar Encik saat dihubungi.

Terkait laporan yang telah dilayangkan pihak PGRI ke pihak Kepolisian dengan tuduhan “Pelecehan Dunia Pendidikan” Encik yang juga Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 ini beralasan bahwa itu hanyalah laporan lisan saja, belum terlalu serius.

“Laporan kita hanya lisan saja, untuk lebih lanjutnya kita serahkan kepada kepolisian apakah ada unsur pidana atau tidak,” ujar Encik. (Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...