Kasus Raibnya BB Minyak Di BC M Davis : Berharap KPK Turun Tangan dan Monitoring BB Di BC Kepri

Metrobatam.com Karimun – Pengamat hukum Muhammad Davis  berpendapat, idealnya KPK yang mengusut raibnya barang bukti  ribuan barel minyak mentah muatan MT Tabonganen 19 GT 757 di tempat penyimpanan barang bukti Kanwil Ditjen BC Khusus Kepulauan Riau.

“Karena ada unsur gratifikasi atau suap dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oknum aparat lintas-institusi. Oleh karena itu, KPK yang lebih ideal mengusut tuntas kasus tersebut karena telah menimbulkan kerugian negara mencapai Rp5 miliar,” kata dia di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Read More

Muhammad Davis SH menjelaskan, pencurian barang bukti (BB) berupa minyak mentah itu, membutuhkan perencanaan yang matang, tenaga profesional, peralatan berat, butuh waktu yang lama dan tidak mungkin tanpa melibatkan banyak pihak.

“Itu bukan pencurian biasa. Kerjanya rumit, mustahil pencurian itu bisa terjadi jika tanpa restu dari berbagai pihak yang berwenang,” jelasnya.

Selain itu, dia berpendapat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa mengusut kasus itu secara profesional dan berkesinambungan sehingga tidak hanya menangkap pihak-pihak yang terlibat tapi sekaligus memiskinkannya.

“Wajar jika para penyelenggara negara dijatuhi hukuman yang maksimal dan dimiskinkan, tujuannya untuk memberikan efek jera,” katanya.

Kemudian, setelah kasus itu ditangani oleh KPK, dirinya yakin KPK akan melakukan monitoring terhadap sejumlah BB yang ada di Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Dia menuturkan berdasarkan pengamatan raibnya BB di tempat penyimpanan barang bukti milik Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau (DJBC Khusus Kepri) sudah sering terjadi, berlangsung sejak lama dan mengakibatkan kerugian negara mencapai ratusan miliar.

“Sudah sering terjadi kok, silahkan runut sendiri. Namun kali ini meski bukan yang terbesar, tetap luar biasa mengingat kuat dugaan melibatkan banyak pihak, proses hukumnya sedang berjalan dan nilai nominalnya sangat besar, yakni mencapai Rp5 miliar,” tuturnya.

Dirinya berharap terkait perkara raibnya ribuan barel minyak mentah itu diusut secara tuntas dan bisa jadi kunci utama penyelamatan barang milik negara.

“Bisa maksimal memberikan pemasukan bagi negara,” ujarnya. (MB/Antara)

Loading...

Related posts