Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV menerjunkan Unit 1 Jatanrasla untuk melakukan proses Search and Rescue (SAR) untuk membantu pencarian korban

Metrobatam.com, Batam – Menindaklanjuti laporan nelayan terkait kejadian kecelakaan laut yang menimpa TB Galang Baru  dan TK TMS 03, di perairan selat Philips sebelah barat pulau Kepala Jerih Batam, Senin (23/01) lalu.

Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV menerjunkan Unit 1 Jatanrasla untuk melakukan proses Search and Rescue (SAR) untuk membantu pencarian korban.

Komandan Lantamal IV , Laksamana Pertama S Irawan, SE menceritakan bahwa TB Galang Baru  yang saat itu mengalami kebocoran, papan lambung kapal lepas akibat diterjang gelombang laut yang kuat dan cuaca buruk sehingga  TB Galang Baru  tenggelam.

“Posisi tongkang saat kejadian berada pada koordinat 01 01 091 LU – 103 44 710 BT, seluruh ABK yang berjumlah 5 orang dapat menyelamatkan diri ke atas tongkang yang hanyut terbawa arus,” ujar S Irawan.

Perwira bintang satu ini, menjelaskan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui TB Galang Baru yang tenggelam bertonase 31 dan bendera Indonesia merupakan jenis kapal tugboat kayu dengan pemilik Do Kim PT Putra Kundur Lintas Samudra yang beralamat di jalan Majapahit Batuampar Batam sedangkan TK TMS 03 GT 159 tanpa muatan.

“TB Galang Baru dinahkodai oleh Rasuda besama Oce Sukarsa sebagai KKM beserta tiga orang ABK, yaitu Ade Mulya Suhendra, Muhamad Taufik dan Junaedi Ebed Palandung. Menurut pengakuan nahkoda, mereka berlayar dari pelabuhan Batuampar Batam dengan tujuan Tanjung Balai Karimun,” tegas Danlantamal IV.

Dia menuturkan bahwa saat ini Nahkoda, ABK beserta tongkang dan dokumen kapal diamankan Unit 1 Jatanrasla WFQR Lantamal IV, hal ini dilakukan mengingat dengan tenggelamnya TB Galang Baru  mengakibatkan terjadi pencemaran laut disekitar tempat kejadian perkara disebebkan tumpahan BBM solar dari tugboat yang tenggelam,” tegas Laksma TNI S. Irawan.

Menyikapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan gelombang laut yang tinggi sebagai dampak dari musim utara, Irawan menghimbau kepada masyarakat yang dalam kesehariannya melakukan aktivitas dilaut agar selalu waspada dan berhati-hati, lengkapi peralatan keselamatan dan selalu memantau perkembangan cuaca untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa akibat kecelakaan dilaut.

(Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE