Ilustrasi Harta Karun

Metrobatam.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) menyebut Batam dan Singapura sebagai dua wilayah strategi para mafia Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) menjalankan bisnis haramnya. Menjual harta karun hasil perburuan secara ilegal dari perut laut Indonesia.

Kasubdit Pengawasan Produk dan Jasa Kelautan PSDKP, Halid Yusuf mengungkapkan, berbagai cara dilakukan para mafia BMKT untuk mendapatkan harta karun dari bawah laut Indonesia. Mulai dari jual beli titik koordinat sampai mengiming-imingi nelayan untuk menjarah BMKT secara diam-diam.

“Selain jual beli koordinat, modus pencurian BMKT menyuruh nelayan secara sembunyi-sembunyi melakukan penyelaman pada titik koordinat yang sudah terkuak ada potensi BMKT di dalamnya. Kemudian sudah ada yang menadah hasilnya,” ujar dia saat berbincang dengan Awak Media , Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Halid mengakui, penjarahan harta karun atau BMKT di bawah laut Indonesia berada pada titik koordinat yang cukup jauh, sehingga menyulitkan pengawas untuk bertindak lebih cepat. “Di Kepulauan Natuna, Belitung, Bangka Barat, Lingga, dan Pulau Selayar. Rata-rata paling banyak sekitar Kepulauan Riau,” kata dia.

Dia lebih lanjut menjelaskan, si penadah atau oknum tersebut kemudian menjual hasil perburuan BMKT di daerah Batam. Bahkan ada yang menyelundupkan harta karun tersebut ke Singapura yang sudah tersohor menjadi pasar gelap BMKT. Perputaran uang dari bisnis haram tersebut cukup menjanjikan.

“BMKT itu dijual di daerah Batam dan Singapura. Itu sih sudah menjadi rahasia umum, ada transaksi pasar gelap BMKT. Wilayah strategis penjualan BMKT ilegal memang di Singapura yang informasinya dapat langsung dari lapangan,” Halid mengungkapkan.

“Jualnya sembunyi-sembunyi, ibarat orang mengatakan tidak ada, tapi faktanya ada pasar gelap itu,” tambah dia.

Dia menuturkan, pembeli BMKT atau harta karun dari laut Indonesia dari berbagai penjuru dunia. Kebanyakan para kolektor barang-barang bersejarah yang hanya untuk koleksi pribadi.

“Mereka kan tahu mana barang yang punya nilai sejarah tinggi, itu bisa dibeli dengan harga mahal. Mereka berani beli ilegal tanpa sertifikat karena tidak untuk dijual lagi,” papar dia.

Halid menerangkan, sejak moratorium izin BMKT dan ditutupnya asing untuk mengeruk harta karun di bawah laut, kasus pencurian semakin marak. Dari catatannya, ada lebih dari 5 kasus pencurian harta karun bawah laut di perairan Indonesia sepanjang 2016.

“Mereka lebih lihai, tahu kapan pengawas datang dan kapan lengahnya. Saat melakukan operasi, tidak ada atau kosong, tapi saat tidak dalam operasi, muncul pencurian,” kata dia.

Terkait kecurigaan ada oknum PSDKP maupun oknum aparat keamanan yang terlibat, Halid tidak ingin berspekulasi. Dia yakin  tidak ada bantuan atau campur tangan pihak PSDKP dalam hal ini.

“Saya tidak bisa menuduh ada oknum, karena kami yakin dan tidak pernah menemukan pengawas PSDKP terlibat. Itu sepengetahuan saya,” tegas dia.

Sertifikasi

Sertifikasi

Jika harta karun atau BMKT dibawa ke Eropa, Halid bilang, harus memiliki sertifikat resmi dari pemerintah. Oleh karena itu, kata Halid, ribuan BMKT di warehouse Cileungsi, Bogor akan segera disertifikasi sehingga menjadi barang resmi.

“Kami akan sertifikasi berdasarkan jenis, ukuran, tahun pengangkatan, dan dari dinasti mana. Kalau sudah terdaftar, mau dijual ke manapun legal, kepada siapa, pasti tahu pembelinya dari Indonesia,” jelas Halid.

Hingga saat ini, Dia menuturkan, belum pernah ada pembicaraan antara pemerintah Indonesia dan Singapura dalam menghilangkan pasar gelap BMKT atau harta karun dari kapal yang karam di perairan Indonesia.

“Selama ini belum pernah membicarakan untuk antisipasi hal ini sih. Jalan satu-satunya, apabila masyarakat mau membeli BMKT harus ada legalitas dari pemerintah,” ucap dia.

“KKP pun tujuannya tidak ke arah sana, tapi fokus pada upaya bagaimana BMKT yang sudah diangkat dan masih ada di laut Indonesia menjadi objek penelitian, pengembangan untuk pendidikan,” ujar Halid.

Sumber : Liputan6

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...

Kapolda Kepri Tinjau Langsung Pengamanan Penghitungan Surat Suara di PPK

Metrobatam.com, Batam - Kapolda Kepri mengunjungi lokasi penghitungan suara di PPK Batam Kota, PPK Sagulung dan PPK Sekupang dalam rangka meninjau langsung pengamanan penghitungan...

40 WNA Asal Tiongkok dan Taiwan Sindikat Penipuan Ditangkap di Semarang

Metrobatam.com, Semarang - Sebanyak 40 warga negara asing asal Tiongkok dan Taiwan yang merupakan anggota sindikat penipuan internasional ditangkap petugas keimigrasian di sebuah rumah...

Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Ikut Antarkan Jenasah Wak Tole ke TPU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dandim 0315/Bintan Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa melalui Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Serda Marsiin ikut mengantarkan Jenasah Musran. Pria...

Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasukan di Ruangan Pembeku di Kulkas

Metrobatam.com, (Mb) - Freezer membuat bahan makanan jadi awet lebih lama sehingga bisa dikonsumsi kapan pun Anda inginkan. Makanan yang dimasak bisa disimpan untuk...

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kelurahan Tanjungpinang Barat

Metrobtam.com, Tanjungpinang - Musran (64) Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di Kediaman adik ipar di Jalan Usman Harun plantar Hasan Awang, RT 3...

Dapil Tanjungpinang Timur dari Partai Demokrat, Rina Febriani Raih Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Rina Febriani, Calon Anggota Legislatif Caleg nomor urut 9 dari Partai Demokrat, dipastikan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilhan...

Jusri Sabri Berpeluang dapat Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tanjungpinang, dari PDIP, Jusri Sabri, berpeluang mendapatkan kursi dewan kota. Hasil penghitungan suara sementara, pria penggiat...

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...