Ketua FPI, Ustadz Dedi Sanjaya dan Para Ulama saat diruangan Reskrim Polres Tanjungpinang.

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Ketua FPI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dedi Sanjaya melapor yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cinta (AMC) NKRI ke Polres Tanjungpinang.

Pasalnya FPI menduga ada oknum dibalik demo yang Aliansi Masyarakat Cinta NKRI di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, yang meninginkan Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan.

FPI Tanjungpinang dan para ulama saat tiba di Mapolres Tanjungpinang

Namun, Ia enggan membeberkan siapa oknum Partai Politik dibalik aksi yang ingin membubarkan Ormas FPI. Karena menurutnya, belum memiliki bukti otentik.

Untuk mengusut oknum dibalik aksi tersebut, Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pengaduan ke Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang.

“Kita laporkan ke Polres Tanjungpinang, namun disuruh buat pengaduan. Kita minta Polres untuk menindak lanjuti dan mengusut oknum dibalik aksi AMC NKRI. Karena sudah kita telusuri, isi petisi tidak mungkin dibuat oleh masyarakat yang mengikuti aksi, pasti ada oknum yang berpendidikan dibalik aksi tersebut,” katanya di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (24/1)

Menurutnya, jika pengaduan tidak ditanggapi oleh Kepolisian selama 7 hari, pihaknya akan melakukan aksi damai di depan Mapolres Tanjungpinang.

Lebih lanjut kata Dedi, aksi yang disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Cinta NKRI bisa mempertajam konflik isu sara.

Dari aksi itu juga, menurutnya dapat juga memecahkan umat di Kota Tanjungpinang. Menurutnya, saat ini Kota Tanjungpinang sudah sangat kondusif.

Selain itu, dari pihaknya juga telah melakukan Tablik Akbar yang juga dihadiri oleh ribuan masyarakat. Dalam tablik akbar juga mendoakan agar Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kondusif dan terkhusus di Tanjungpinang.

Sementara itu, KBO Reskrim, Iptu Edy Endrianis, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh FPI bersama dengan Dewan Masjid, Dewan Dakwah, LPI, Generasi Fisabililah, HMI , KAHMI, Lembaga Bimbingan Al-quran.

“Atas laporan ini kita akan tindak lanjuti,” pungkas Edy di Mapolres. (Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE