Metrobatam, Jakarta – Pemerintah telah menyodorkan Production Sharing Contract (PSC/kontrak bagi hasil) Blok East Natuna kepada konsorsium Pertamina, ExxonMobil, dan PTT sejak Oktober 2016 lalu. Konsorsium tersebut ditawari bagi hasil minyak sebesar 40%. Tapi sampai hari ini PSC belum ditandatangani.

PSC Blok East Natuna yang ditawarkan pemerintah baru mengatur secara detail syarat dan ketentuan untuk pengembangan minyak di struktur AP (pengembangan minyak).

Pertamina, Exxon, dan PTT sebagai investor enggan menandatanganinya karena ingin pengembangan minyak dan gas dilakukan secara bersamaan supaya lebih ekonomis. Menurut jadwal yang dibuat Pertamina, PSC Blok East Natuna kemungkinan baru diteken pada 2018.

“Blok itu kita sepakat untuk dijadikan satu blok, kita sepakat satu blok ada minyak dan gas, direncanakan kita kembangkan minyak dulu. Tapi kan kita tidak bisa bicara minyak saja, yang jadi masalah di struktur AL yang gasnya besar. Lebih tepat jangan buru-buru diteken sekarang. Kan proposal kita juga (tanda tangan PSC) baru nanti di 2018. Kita membuat time frame bukan asal usulan, kan ada perhitungan,” kata Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, kepada detikFinance, Kamis (12/1).

Alam menjelaskan, pengembangan gas di struktur AL masih menunggu hasil kajian mengenai teknologi yang cocok untuk pengembangan gas di sana, serta bagaimana pemasarannya (Technology and Marketing Review/TMR). Setelah TMR selesai, barulah PSC bisa disusun dan selanjutnya ditandatangani.

Dengan kandungan CO2 yang mencapai 70%, memang tak mudah untuk mengembangkan gas di Blok East Natuna. Harus dicari teknologi yang tepat agar CO2 bisa dipisahkan dari gas dan tidak mencemari udara. Butuh investasi besar untuk pengembangan gas, tentu harus ada margin yang layak bagi investor.

“East Natuna itu sangat kompleks, dalam artian tantangan teknologi maupun komersialnya karena kandungan CO2 tinggi. Sekarang kan pemerintah ingin kita kembangkan cepat tapi pemerintah tahu juga tidak mungkin disuruh kembangkan suatu area at any cost dengan segala macam tantangan terus tidak ada return, kan enggak mungkin. Jadi harus ketemu keinginan pemerintah untuk mempercepat pengembangan dan investor mendapatkan return yang sesuai dengan cost,” ucapnya.

Selain teknologi untuk pengembangannya, gas dari East Natuna juga harus memperoleh pembeli dulu. Investor tentu akan rugi besar kalau pengembangan sudah dilakukan namun tidak ada yang mau membeli gasnya. Maka percepatan pengembangan Blok East Natuna harus dilakukan dengan cermat.

“Lebih realistis ada kepastian kalau semua studi (teknologi dan pemasaran) bisa diselesaikan. Saya juga bilang East Natuna kita tidak hanya bicara sampai konsep pengembangannya, tapi juga sampai buyer di sana siapa dan kira-kira seperti apa komersialnya di sana. Misalnya kita investasi sudah spend banyak uang lalu nanti gasnya tidak ada yang beli kan jadi banyak yang dirugikan. Kita tidak ingin sampai seperti beberapa contoh lapangan gas kita, terutama yang sampai sekarang sudah kita kembangkan tapi tidak bisa termonetisasi karena buyer-nya tidak jelas,” pungkasnya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...

Kapolda Kepri Tinjau Langsung Pengamanan Penghitungan Surat Suara di PPK

Metrobatam.com, Batam - Kapolda Kepri mengunjungi lokasi penghitungan suara di PPK Batam Kota, PPK Sagulung dan PPK Sekupang dalam rangka meninjau langsung pengamanan penghitungan...

40 WNA Asal Tiongkok dan Taiwan Sindikat Penipuan Ditangkap di Semarang

Metrobatam.com, Semarang - Sebanyak 40 warga negara asing asal Tiongkok dan Taiwan yang merupakan anggota sindikat penipuan internasional ditangkap petugas keimigrasian di sebuah rumah...

Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Ikut Antarkan Jenasah Wak Tole ke TPU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dandim 0315/Bintan Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa melalui Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Serda Marsiin ikut mengantarkan Jenasah Musran. Pria...

Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasukan di Ruangan Pembeku di Kulkas

Metrobatam.com, (Mb) - Freezer membuat bahan makanan jadi awet lebih lama sehingga bisa dikonsumsi kapan pun Anda inginkan. Makanan yang dimasak bisa disimpan untuk...

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kelurahan Tanjungpinang Barat

Metrobtam.com, Tanjungpinang - Musran (64) Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di Kediaman adik ipar di Jalan Usman Harun plantar Hasan Awang, RT 3...

Dapil Tanjungpinang Timur dari Partai Demokrat, Rina Febriani Raih Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Rina Febriani, Calon Anggota Legislatif Caleg nomor urut 9 dari Partai Demokrat, dipastikan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilhan...

Jusri Sabri Berpeluang dapat Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tanjungpinang, dari PDIP, Jusri Sabri, berpeluang mendapatkan kursi dewan kota. Hasil penghitungan suara sementara, pria penggiat...

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...