Metrobatam, Jakarta – Pemerintah akan menenderkan proyek Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) Sistem Penyediaan Air Minum (Spam) di 3 daerah. Ketiga proyek tersebut ada di Lampung, Jatilihur II di Jawa Barat, dan Karian di Banten.

Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo menyebut saat ini proses feasibility studies (FS) hampir selesai sehingga siap untuk ditenderkan. Tender tersebut terbuka bagi investor dalam negeri maupun luar negeri.

Ia menyebut beberapa investor telah menyatakan berminat dengan proyek tersebut, misalnya Karian yang dilirik Korea.

“Baru mau lelang, sudah ada yang mau berminat beberapa investor. Kalau Karian, Korea sudah pernah sampaikan minatnya. Kalau Jatiluhur dalam negeri yang,” kata Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, dalam acara Nusantara Sehat, Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Kamis (12/1).

Diperkirakan proyek SPAM Lampung ini membutuhkan nilai investasi Rp 1 Trilliun. Proyek SPAM Bandar Lampung berkapasitas pasokan 750 liter/detik air bersih dan distruktur.

Ia menyebut proyek pembangunan SPAM Lampung ini masih membutuhkan bantuan pemerintah. Hal itu karena, proyek ini membutuhkan sambungan pipa transmisi yang panjang sehingga jika hanya swasta saja biaya jual airnya akan mahal.

“Ini masih memerlukan dukungan pemerintah, polanya agak mirip Umbulan. Biasanya transmisinya panjang sekali seperti Umbulan sekitar 90 km. Kalau itu di bebankan ke investor mahal jadinya,” kata Sri.

Sementara itu nilai investasi untuk pembangunan SPAM Karian diperkirakan Rp 6,90 triliun. Sedangkan untuk Jatiluhur II, diperkirakan membutuhkan nilai investasi Rp 1,82 triliun. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...