Metrobatam, Jakarta – Setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan Facebok, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengagendakan untuk melakukan pertemuan serupa dengan perwakilan Twitter.

Agenda utama masih sama yakni seputar upaya kerjasama pemerintah dengan Twitter untuk memberantas penyebaran konten palsu dan negatif.

“Kami akan melakukan pertemuan serupa dengan Twitter pada 20 Februari, pekan depan. Agenda yang ingin dibahas masih sama seputar hoax,” ungkap Dirjen Aptika, Kemenkominfo Semmuel Abrijani Pangerapan di Jakarta.

Semmuel berharap Twitter bisa memberikan respons lebih cepat ketimbang Facebook. Mengingat saat ini perusahaan berlogo burung biru tersebu sudah memiliki kantor perwakilan di Indonesia.

Berbeda dengan konten yang kebanyakan bernada negatif dan palsu, pemerintah mencatat mencatat mayoritas konten yang beredar di Twitter mengarah pada unsur pornografi.

“Kami berhadap respon Twitter bisa lebih tinggi untuk meredam konten negatif, bisa lebih dari 60 persen karena mereka ada perwakilan di sini (Jakarta),” ucap Semmy.

Hingga akhir tahun 2016 Kominfo mencatat ada 3211 aduan mengenai konten yang beredar di Twitter. Sementara pada Januari 2-17 jumlahnya sebesar 18 aduan dan 23 aduan hingga pertengahan Februari.

Selain melakukan pertemuan dengan Facebook dan Twitter, Semmy jga menegaskan langkah serupa akan dilakukan dengan raksasa teknologi Google.

Bedanya, pemerintah mengaku kerap melakukan komunikasi dengan Google sehingga diharapkan prosesnya tidak serumit dengan Facebook.

“Berbeda dengan Twitter dan Facebook, Google juga punya program untuk meredam hoax, kami intens berkomunikasi dengan mereka,” ucapnya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...