Metrobatam.com, Batam – Pertumbuhan perumahan di Batam terus mengalami peningkatan. Mulai dari yang berbentuk horizontal (mendatar) sampai yang berbentuk vertikal (bertingkat). Setiap tahun pertumbuhanya mencapai 10.000 unit.

” 10.000 unit itu sudah termasuk apartemen, rusun dan perumahan. Dan itu baru yang dibangun pengembang. Belum lagi yang dibangun masyarakat atau perorangan, ” kata Sekretaris DPD REI Batam Ahyar Aritonga yang dihubungi kemarin.

Ahyar mengharapkan pertumbuhan perumahan yang demikian pesat hendaknya didukung oleh infrastruktur yang memadai, terutama listrik. Ia mengatakan listrik dan air menjadi komponen yang sangat penting dan menentukan dalam bisnis perumahan.

” Kalau tak ada listrik dan air, bagaimana mau jual rumah. Siapa yang mau beli. Seperti yang terjadi di daerah lain. Banyak perumahan dan ruko yang belum dialiri listrik karena terbatasnya daya yang dimiliki PLN setempat ,” kata Ahyar mencontohkan.

Karena itu, DPD REI Batam bersyukur Bright PLN Batam dan PT Adya Tirta Batam (ATB) memiliki kemampuan dalam  memenuhi kebutuhan listrik dan air bagi penduduk Batam. Bahkan, dalam beberapa kali pertemuan pengurus REI Batam dan pihak Bright PLN Batam terungkap kalau ketersediaan listrik di Batam mencukupi.

” Khusus untuk listrik, kalau dari ketersediaan daya mungkin tidak masalah. Hanya saja, kita meminta PLN Batam mau memberikan biaya murah untuk pemasangan listrik di rumah-rumah yang bersubsidi. Karena rumah-rumah seperti ini juga banyak dibangun kawan-kawan anggota REI,” katanya.

Ahyar pun berharap kedepan Bright PLN Batam terus berbenah dan meningkatkan pelayanan dalam mengimbangi  pembangunan Batam. Ketersediaan listrik melebihi daya terpasang menjadi suatu keharusan. Ini tidak saja baik untuk masyarakat tetapi juga investor yang akan menanamkan modalnya di Batam.

Akademisi dari Universitas Putra Batam Nana Juana berpendapat listrik merupakan poin pertama yang dibutuhkan para calon investor maupun investor lama yang sudah ada di Batam.

Ia mengatakan, ketika investor ingin berinvestasi di Batam, maka infrastruktur menjadi hal pertama yang mereka tanyakan, khususnya listrik.

” Orang mau berinvestasi di Batam ini, salah satu alasannya karena ketersediaan listrik di daerah ini mencukupi. Kemudian, baru ditunjang yang lain-lain seperti letak yang strategis, upah buruh yang murah dan kepastian hukum,” kata Nana yang juga dosen di Putra Batam ini, kemarin.

Ia tidak bisa bayangkan Batam yang dikenal dengan kota transit, industri , perdagangan dan pariwisata, listriknya sering padam atau  byar pet. Jangankan investor, tamu yang hanya berkunjung dalam waktu singkat pun pasti akan gerah dan tidak nyaman.

” Dari situ dapat disimpulkan betapa listrik sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Agar pasokan listrik terus terpenuhi, ini menjadi tugas dan tanggungjawab PLN Batam. Bagaimana menjaga pasokan listrik tetap terjaga PLN harus melakukan terobosan-terobosan,” katanya.

PLN Batam, kata dia, tidak hanya terpaku pada pelayanan semata tetapi juga harus menjaga keberlangsungan usaha supaya tidak kolaps (bangkrut). Ini penting supaya terjadi keseimbangan. Artinya Bright PLN Batam selain  memikirkan pelayanan, mereka juga harus menjaga agar roda perusahaan tetap berjalan.

” Kita harus fair (adil) juga melihat Bright PLN Batam ini. Jangan kita hanya menuntut mereka untuk tetap profesional, sementara faktor-faktor yang membuat mereka profesional kita abaikan.  Sepanjang yang dilakukannya wajar dan sesuai prosedur tak ada yang perlu dipersoalkan,” katanya.

Corporate Secretary Bright PLN Batam, Samsul Bahri mengatakan  saat ini kondisi kelistrikan Batam-Bintan mencukupi bahkan surplus daya. “Kita punya kapasitas terpasang kurang lebih 563 MW dan daya mampu kurang lebih 461 MW dengan beban puncak  Batam-Bintan 370 MW,itu beban puncak Batam-Bintan karena kita sudah interkoneksi”, ujar Samsul.

Samsul mengatakan tahun 2017 ini merupakan tahun penuh tantangan. Di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu, tarif rumah tangga masih di bawah BPP. Namun itu bukan halangan bagi PLN Batam untuk menjaga pasokan listrik dan juga meningkatkan kualitas pelayanan, apalagi sistem Batam sudah interkoneksi dengan Ibu Kota provinsi jantungnya Provinsi Kepulauan Riau.

“Jadi apa yang kita ingin perjuangkan adalah investasi dan keberlanjutan kelistrikan di Kepualauan Riau khususnya Batam, bukan untuk keuntungan semata.Pelayanan juga akan terus kami tingkatkan demi pelayanan pelanggan mulai dari penanganan gangguan hingga durasi padam tidak lama-lama jika jaringannya dan pembangkitnya bertambah,” tutup Samsul.

 

Mb/Hk

 

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE