Antisipasi Teroris, Polda Kepri Tingkatkan Pengawasan WNI dan WN Malaysia

Metrobatam, Tanjungpinang – Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian mengerahkan kekuatan penuh untuk mengantisipasi masuknya teroris ke Provinsi Kepri. Peningkatan pengawasan difokuskan di pelabuhan resmi dan tidak resmi di seluruh Kepri.

Pengawasan lebih diperketat kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang pulang dari Malaysia. Sebab, informasinya banyak WNI dan warga Malaysia ikut jadi pemberontak di Kota Marawi Filipina. “Mengerahkan kekuatan kita di pelabuhan-pelabuhan dan penambalan petugas, baik petugas terbuka dan tertutup (berpakaian preman),” ujar Sam, Kamis (8/6).

Read More

Informasi yang diperolehnya, banyak WNI dan warga Malaysia yang terlibat dalam pemberontakan di Marawi, Filipina. Menurut dia, Provinsi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tidak menutup kemungkinan membuat para teroris masuk ke Indonesia lewat Kepri. Dia menuturkan, polisi juga bekerja sama dengan kantor Imigrasi dan database petugas yang berangkat ke Filipina.

“Kita memperketat pengawasan terutama kepada WNI yang pulang dari Malaysia, serta warga Malaysia yang ingin masuk Indonesia,” ujar dia.

Disinggung apakah teroris pemberontak dari Filipina sudah ada yang masuk Kepri, kata Sam, untuk saat ini belum ada yang terdeteksi. Meski belum ada, dia telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polda Kepri, baik di Batam, Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, serta Anambas, dan Lingga untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kita akan terus pantau jalur resmi dan tidak resmi yang bisa menjadi pintu masuk bagi mereka (teroris),” kata Sam.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Klas I Tanjungpinang mencekal 11 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak ke luar negeri pascabentrok antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi, Filipina. Pencekalan 11 orang WNI ini terindikasi sebagai teroris. Imigrasi Tanjungpinang terus meningkatkan pengawasan terhadap WNI dan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dan meninggalkan Tanjungpinang.

“Kita mencekal 11 orang WNI dalam seminggu terakhir ini sejak terjadinya serangan teroris di Filipina yang mau keluar negeri lewat pengawasan Imigrasi Tanjungpinang,” tutur Kepala Seksi Informasi Imigrasi Tanjungpinang Said Noviansyah.

Dia menuturkan, sejak pemerintah Filipina berperang melawan kelompok bersenjata, Imigrasi Tanjungpinang meningkatkan pengawasan terhadap WNI dan WNA yang hendak masuk ke Tanjungpinang dari luar negeri, begitu juga dengan sebaliknya. Peningkatan pengawasan dilakukan guna mengantisipasi adanya teroris masuk ke Indonesia, khususnya Tanjungpinang.

“Surat edaran dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi sudah kita terima guna meningkatkan pengawasan Imigrasi di perbatasan,” ujar Said.

Sebagai salah satu kota di Provinsi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura, pengawasan terhadap WNI dan WNA di Tanjungpinang perlu ditingkatkan untuk mencegah pelaku terorisme. Menurut dia, Tanjungpinang bisa menjadi salah satu pintu masuk dan keluar bagi para terorisme ke Indonesia.

“Sesuai perintah dari Ditjen Imigrasi, pengawasan perbatasan di seluruh Indonesia harus ditingkatkan mengantisipasi masuknya teroris,” ujarnya.(mb/okezone)

Loading...

Related posts