Metrobatam, Tanjungpinang – Tiga pelaku cabul Ma Aruf (26), Andri Irmawan (19) dan Reffi Andriani, dibekuk Polsek Tanjungpinang Timur setelah mencabuli korban berinisial SR (12) sebanyak dua kali secara terpisah. Ketiganya ditangkap polisi di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) baru-baru ini saat hendak kabur meninggalkan Kota Tanjungpinang. Akibat perbuatan pelaku, ketiganya harus mendekam di penjara.

Informasi yang dirangkum, pelaku mencabuli korban pertama kali di Bukit Ganet, Jalan Ganet, Km 14, Kota Tanjungpinang pada 19 Mei lalu. Pelaku tega menggilir korban saat berada di atas Bukit Ganet. Awalnya korban menolak, namun pelaku memaksa agar mau melayani nafsu bejat pelaku.

Tak hanya itu, ketiga pelaku mengulangi pada saat korban diantar ke rumah Reffi di Kampung Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro melalui Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Syamsurizal menyampaikan kejadiannya bemula saat korban ditemai Andri dan Ma Aruf untuk mengembalikan sepeda motor ke rumah bibinya di Tanjungpinang. Setelah dari bibi korban, pelaku kemudian merayu-rayu korban agar mau berhubungan intim. Waktu itu korban menolaknya, kemudian Andri menarik tangan korban dengan menyekap mulut SH. Saat korban tak berdaya lagi, Andre dan Ma Aruf menggilir secara bergatian.

“Korban dipaksa agar mau melayani nafsu para pelaku. Pertama dilakukan di atas bukit, kedua kalinya dilakukan di rumah salah satu pelaku,” ujar Syamsurizal di Polsek Tanjungpinang Timur, Senin (5/6).

Dia menyampaikan setelah menerima laporan dari keluarga korban, pihaknya langsung mencari tahu keberadaan para pelaku. Dari hasil penyelidikan polisi mengarah kepada tiga pelaku. Polisi langsung mencari tahu keberadaan ketiga pelaku. Selanjutnya, polisi menangkap ketiga pelaku saat berada di bandara. Setelah ditangkap, para pelaku mengakui perbuatannya.

“Mereka kita tangkap saat berada di Bandara RHF, mereka hendak meninggalkan Tanjungpinang,” ujarnya.

Sambung Syamsurizal, sekarang ini ketiga pelaku sudah berada di dalam sel tahanan Polsek Tanjungpinang Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut. Akibat perbuatanya, ketiga pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Di kantor polisi ketiga pelaku hanya bisa berdiam diri menyesali atas perbuatannya.

“Sekarang ini kita masih mendalami kasusnya, ketiga pelaku terancam 15 tahun penjara,” tutup Syamsurizal. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Real Count KPU 20%: Jokowi-Amin 55,1% Prabowo-Sandi 44,9%

Metrobatam, Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 20,1%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU'...

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipisah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan riset evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Salah satu rekomendasinya yaitu dilakukannya pemilu serentak dengan dua jenis. "Salah satu...

Kompolnas Tolak Gabung bila TPF Kecurangan Pilpres Dibuat

Metrobatam, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menolak bergabung andai kedua paslon peserta Pilpres 2019 sepakat membentuk komisi atau tim independen pencari fakta kecurangan....

Brimob Nusantara Ditarik ke DKI, KSP: Jakarta Barometer, Harus Diperkuat

Metrobatam, Bogor - Brimob Polda-polda di Indonesia dikerahkan Ibu Kota Jakarta terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu...

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang. Gempa bumi...

Wiranto Tegaskan Aparat Siap Hadapi Aksi yang Melanggar Hukum

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menko Polhukam) Wiranto mewanti-wanti kepada semua pihak tidak membuat gerakan massa yang mengganggu ketertiban...

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan...

TKN Minta Kubu Prabowo Lapor Bawaslu jika Temukan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai dengan mekanisme...

Bawaslu Sebut Situs Jurdil 2019 Diblokir karena Tak Netral

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut penutupan situs pemantau jurdil2019.org atau Jurdil 2019 dilakukan lantaran terdapat indikasi tidak netral...

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

Metrobatam, Jakarta - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count...

JK: Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Makin Cepat, Makin Baik

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan...

Stiker KPU Jadi Dasar Curiga Kecurangan, Ternyata untuk Hindari Preman

Metrobatam, Jakarta - Video mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print di Kawasan Condet, Jakarta Timur, bikin geger. Banyak yang menaruh...