Metrobatam.com, Tanjungpinang – Berakhir sudah kegiatan Regional Workshop Ke 7 Urban nexus yang dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang selama 3 hari. Oleh Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zuzammenarbeit (GIZ), sebuah organisasi nirlaba milik pemerintah Jerman yang bekerjasama dengan Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-bangsa di Asia dan Pasifik (ESCAP) dan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI) yang diikuti Walikota dari 7 Negara.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Litbang Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan ada 2 gagasan yang Teknologi yang diberikan kepada Kota Tanjungpinang. Yaitu Vaccum Sewer dan teknologi pengolahan sampah menjadi energi di Tempat Pembungan Akhir (TPA) Ganet Tanjungpinang.

“Tapi ini tergantung Kementerian Pekerjaan Umum (PU), karna yang memiliki anggaran adalah Kementerian PU. Kedua gagasan ini sudah disampaikan ke pusan dan tinggal menunggu persetunujann aja,” ujar Surjadi, Jumat (21/7) saat Penutupan Kegiatan Regional Workshope Ke 7 Urban Nexus di Hotel CK Tanjungpinang.

Kata Surjadi, teknologi Vaccum Sewer adalah teknologi pengelolaan air buangan yang akan nantinya diolah menjadi pupuk cair, dan sistem kerjanya seperti toilet yang ada di pesawat.

Karena Lanjut Surjadi, ide yang didapatkan dari Urban Nexus ini adalah bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan sumberdaya alam itu seminimal mungkin. Karena pada dasarnya hal yang unlimited itu sudah terbatas seperti air, udara semuanya sudah terbatas.

“Sekarang ini bagaimana kita bisa melakukan sampah-sampah yang ada dan persamapahan ini dapat kita olah menajdi energi listrik, pupuk cair, logam, dan plastik,” jelaanya.

Jika project ini disetujui oleh Kementrian PU, maka pihaknya membutuhkan 100 ton sampah per hari untuk diolah menjadi energi.

Ditempat yang sama, Deputy Secretary-General ICLEI  World Secretariat, Amir Kumar mengatakan, para peserta Urban Nexsus yang berasal dari 7 negara di asia sangat mengagumi keramah tamahan yang di berikan Pemko Tanjungpinang, baik pada saat penyambutan hingga penutupan kegiatan.

“Selain itu, mereka juga mengagumi kebersihan dan keindahan dari Kota Tanjungpiang, katanya singkat.

Budi Arifin

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE