2 Tahun Tinggal di Pekanbaru, Ketua Saracen Dikenal Ramah

Metrobatam, Pekanbaru – Jasriadi alis Jas (32) yang termasuk dalam kelompok Saracen penyebar kebencian dan hoax di jejaring sosial sudah tinggal di Pekanbaru, Riau. Menurut tetangganya, Jasriadi sudah tinggal 2 tahun di Pekanbaru.

Di Pekanbaru , Jasriadi tinggal di Jalan Kasa RT 04 RW 02 Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai. Rumah yang ditempati merupakan rumah permanen. Namun, saat ini rumah bercat putih ini telah kosong.

Read More

“Dia sudah dua tahun di sini. Dia ngontrak,” ucap Esli, tetangga Jasriadi, Kamis (24/8/2017).

Di kontraknya itu, sebut Elsi, selama ini hidup dengan dua adiknya. Namun, mereka selama tahun 2015 sibuk di luar. “Tapi, mereka orangnya ramah, suka menyapa dan hidup biasa saja,” tukasnya.

Kini semenjak Jasriadi ditangkap Bareskrim Mabes Polri beberapa waktu lalu, rumah tersebut sudah kosong. Kedua adiknya sudah tidak ada.

“Kemarin itu saat Jasriadi ditangkap, dua adiknya juga dimintai keterangan sama polisi. Tapi, Jasriadi yang dibawa saja. Sementara adiknya sejak peristiwa itu sudah tidak kelihatan lagi,” tukasnya.

Satuan Tugas (Satgas) Patroli Siber Direktorat Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat penyebar kebencian yang menggunakan sarana media sosial. Kelompok Saracen ini juga diduga telah menghina Presiden Jokowi melalui jejaring Facebook.

Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar mengatakan, sindikat penyebar kebencian menyediakan jasa penyebaran (hate speech) yang bermuatan SARA maupun hoax. Para pelaku ini membuat grup-grup di Facebook atau di media sosial lainnya untuk melancarkan aksinya.

Polda Riau Baru Tahu

Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain, mengatakan pihaknya kini tengah mengawasi adanya konten berbau SARA dan hoax yang beredar di wilayahnya. Ini menyusul ditangkap pengelola kelompok Saracen, Jasriadi (32), oleh tim Mabes Polri beberapa waktu lalu.

“Kita baru dapat pemberitahuan kalau ada kelompok Saracen di Pekanbaru dua bulan lalu dari Mabes Polri,” ucap Zulkarnain, Kamis (24/8).

Jenderal bintang dua ini mengaku sangat menyayangkan ada warganya yang terjebak dalam kasus cyber crime. Padahal, Zulkarnain menjelaskan, Jasriadi memiliki ilmu IT yang cukup bagus.

“Namun sayang keahliannya itu dipergunakan untuk kegiatan yang melanggar aturan. Ini sangat kita sesalkan,” tukasnya.

Dalam penangkapan Jasriadi, warga Jalan Kasah Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru ini, polisi mendapat kabar dari Tim Cyber Crime Mabes Polri kalau ada pengembangan kasus di Pekanbaru. Dalam penangkapan itu, tim Mabes Polri didampingi Tim Reskrimsus Polda Riau.

“Kita mendampingi tim Mabes dalam penangkapan Jasriadi. Untuk penanganan kasusnya tetap berada di Mabes walau locus delicti (tempat terjadinya suatu tindak pidana ) berada di Pekanbaru,” ucapnya.

Seladar diketahui Jasriadi ditangkap tim Mabes Polri di rumahnya jalan Kasah Pekanbaru karena diduga sebagai pengelola kelompok Seracen. Melalui kelompok Saracen, mereka menebarkan kebencian, menebar kasus SARA melalui sosial Facebook. Selain Jasriadi, polisi juga menangkap SRN (32) di Cianjur dan MT di Jakarta Utara. Kelompok Saracen sudah memiliki ribuan jaringan penyebar kebencian.(mb/okezone)

   
Loading...

Related posts