Metrobatam.com, Tanjungpinang – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, melaksanakan latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) 2017 di Terminal kedatangan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), pada Kamis (31/08) pagi.

Kegiatan simulasi diawali dengan keberangkatan pasukan Lanud RHF dari markasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, GM Angkasa Pura II RHF, Yogi P. Suwandi, Pasiops Lanud Tanjungpinang, Mayor Lek Dody, Pasiops Lanudal, Kapten. S.A Sitorus, Kapolsek Bandara, Kanit Sabhara Polsek Bandara, Para Kadin dan Pegawai AP, serta Personil Polsek Bandara.

Adapun personil yang terlibat dalam latihan tersebut, dari Lanud RHF Tanjungpinang, Lanudal Tanjungpinang, POLRI (Polsek Bandara), AVSEC (Security Bandara).

GM. Angkasa Pura II RHF, Yogi P. Suwandi mengatakan bahwa, sekenario dalam latihan tersebut adalah tentang Penanggulangan gangguan melawan hukum berupa aksi spontanitas massa +- 100 org yang melakukan unras penolakan kedatangan penumpang (investor) di Bandara RHF yang akan melakukan pembangunan di Kepri yang di tolak oleh masyarakat. Jelasnya.

” Tujuan latihan ini, untuk memahami tupoksi dan tanggungjawab pegawai atau aparat dalam penanggulangan gangguan keamanan dalam penerbangan didalam maupun diluar Bandara,” ucap Yogi

Kegiatan latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD), dibandara RHF ini selesai pada pukul 11.30 Wib, dengan situasi dalam keadaan aman dan terkendali, walupun penumpang yang akan berangkat merasa kaget. Ujar Yogi P. Suwandi, GM. Angkasa Pura II RHF Tanjungpinang.

Yogi P. Suwandi menjelaskan bahwa, latihan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 28 September 2017 mendatang, untuk latihan Penanggulangan Kecelakaan Pesawat Udara di Bandara.

Budi Arifin

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...