Curhat Jemaah First Travel di DPR: Uang Habis hingga Ibu Meninggal

Metrobatam, Jakarta – Korban jemaah umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR. Korban mengadu dengan kerugian yang bervariasi bahkan ada keluarganya yang meninggal dan sebelum diberangkatkan.

Pantauan detikcom, di ruang rapat komisi X, kompleks parlemen DPR, Jakarta, Jumat (18/8). Para korban ditemui perwakilan Fraksi PPP Komisi VI Muklisin dan Mustaqim Komisi VIII.

Read More

Salah satu korban asal Palembang, Zuherian, menyampaikan keluh kesahnya. Bahkan dirinya harus bolak-balik Palembang-Jakarta untuk diberangkatkan oleh First Travel.

“Saya sudah bolak balik dari Palembang-Jakarta, saya bersama 7 anggota keluarga saya daftar dari 2015 dan sudah bayar Rp 84 juta untuk berangkat tapi nyatanya sampai hari ini belum berangkat,” kata Zuherian.

“Sudah setor langsung, bahkan saya dapat WA untuk tambah lagi Rp 18 Juta dan dijanjikan berangkat bulan Maret tapi ditunda lagi sampai April. Dapat kabar lagi WA buat berangkat tanggal 20 Mei dan minta bayar lagi Rp 3,5 Juta itu sudah saya bayar tapi belum berangkat lagi sampai sekarang,” jelasnya.

Tak hanya Zuherian, korban lainnya Ahyani asal Cimahi menceritakan janji-janji palsu dari First Travel hingga ibundanya meninggal, sebelum diberangkatkan juga.

“Saya kesini mau menyampaikan keluhan saya, karena terus dijanjikan dan diberi harapan-harapan palsu. Bahkan ibu saya yang seharusnya berangkat sudah keburu meninggal, First Travel juga belum ada kabarnya,” papar Ahyani.

Para jemaah korban First Travel terus berdatangan. jemaah juga terus mengadukan keluhannya ke anggota dewan.

Punya Utang di Makkah Rp24 Miliar

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel mempunyai utang penginapan di Arab Saudi.

Hal itu, setelah penyidik menerima laporan dari beberapa tempat penginapan di Makkah dan Madinah terkait sangkutan hutang perusahaan milik pasutri, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan itu.

“Ada beberapa hotel di Makkah dan Madinah menyampaikan ada hutang penginapan di sana yang belum dibayar, kurang lebih Rp24 miliar sejak 2015 sampai 2017,” kata Herry Rudolf kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (18/8).

Sekedar diketahui, First Travel tengah tersandung kasus. Penyedia jasa umrah bertarif murah itu dipolisikan para agen dan calon jamaahnya.

First Travel diduga melakukan penipuan lantaran banyak calon jamaah yang tak kunjung diberangkatkan. Padahal, banyak dari mereka sudah menunggu diberangkatkan umrah hingga dua tahun.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, sekitar 30 ribu calon jemaah First Travel tak kunjung diberangkatkan. Pada Jumat 4 Agustus 2017, pemilik First Travel, Andika Surrachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Pelapor yang terdiri dari agen dan calon jemaah mengaku kecewa karena First Travel tak kunjung memastikan tanggal keberangkatan ke Tanah Suci. Padahal, mereka telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah ke First Travel sejak 2015.

Sementara Bareskrim Polri menangkap Andika dan Anniesa di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB. Pasangan suami istri itu dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Bukan cuma soal penipuan, polisi juga bakal mengusut dugaan adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Lewat TPPU, polisi ingin mencari total nilai aset yang dimiliki First Travel.(mb/detik/okezone)

Loading...

Related posts