Metrobatam, Jakarta – Setelah menerima hasil analisis dan penelusuran yang dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait sejumlah rekening PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, Pihak Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengatakan bahwa dana para calon jamaah umrah itu digunakan oleh tersangka untuk keperluan pribadi.

“Kemudian juga untuk digunakan sendiri untuk digunakan sendiri ini seperti membeli rumah, properti, kemudian beli kantor, kemudian beli mobil, kemudian berapa aktivitas pribadi. Termasuk yang kegiatan di Amerika fashion Show (New York Fashion Week), termasuk juga restoran yang di London. Itu sebagian besar daripada penggunaan uang tersebut,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/8).

Selain itu, kata Rikwanto penyidik sudah menerima hasil pemeriksaan dari PPATK terhadap beberapa nomor rekening yang berkaitan dengan kegiatan PT First Anugerah Karya Wisata.

Kemudian, Rikwanto menuturkan bahwa sejumlah aliran dana First Travel juga sebagian memang digunakan untuk memberangkatkan jamaah. Namun, jumlahnya tak lebih dari setengah.

“Untuk pemberangkatan jamaah itu sendiri yang sejumlah kurang lebih 14 ribu sudah diberangkatkan.Kemudian untuk asuransi ini tidak begitu besar, untuk yang lain-lain kecil banyak sekali. Namun kita kalkulasi nanti berapa besaran akhirnya,” ujarnya.

NU Geram dengan First Travel

Wakil Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Isfah Abidal Aziz mengutuk PT First Travel Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang tega menipu calon jamaah. Apalagi yang ditipu masyarakat yang mau beribadah umrah dan haji.

“Ini sangat menyayangkan, apalagi umrah dijadikan alat untuk menipu dan menumpuk kekayaan. Harus diproses hukum, hukum harus ditegakkan,” kata pria yang akrab disapa Alex kepada Okezone, Rabu (30/8).

Menurut Alex, orang-orang yang terlibat dalam penipuan First Travel itu tidak cukup dihukum, mereka harus bertanggung jawab mengembalikan uang masyarakat yang telah disalah gunakan. Bagaimana pun caranya uang masyarakat harus dikembalikan agar dapat segara digunakan beribadah umrah.

“Dia harus bertanggung jawab karena sudah menghabiskan dana masyarakat dan umat itu, itu hak para nasabah, jadi tidak bisa kalau lepas tanggung jawab atau melimpahkan kepada pemerintah, kan yang menghabiskan mereka kok yang harus bertanggung jawab orang lain,” jelasnya.

Seperti diketahui, ada ribuan calon jamaah umrah dan dari seluruh Indonesia gagal berangkat ke tanah suci karena ditipu oleh First Travel. Uang yang telah disetor ternyata disalah gunakan oleh bos First Travel.

Dalam kasus ini, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan Direktur Utama Firts Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan sebagai tersangka penipuan dengan modus menjanjikan jamaah diberangkatkan dengan batas waktu tertentu.

Seiring perkembangan kasus tesebut, polisi juga menetapkan Adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan selaku Direktur Keuangan karena diduga terlibat dalam kejahatan penipuan tersebut. Polisi juga telah menyita aset Firts Travel yang diduga berasal dari uang calon jamaah yang gagal berangkat ke tanah suci.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kominfo Rilis 23 Hoaks, Termasuk Neno Sebut Prabowo Rasul

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Subdit Pengendalian Konten Internet merilis temuan hoaks seputar Pemilu 2019 per Sabtu, 20 April 2019....

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Metrobatam, Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1...

PDIP Curigai Rekomendasi Bawaslu Soal Hitung Ulang di Surabaya

Metrobatam, Surabaya - Bawaslu Surabaya merekomendasikan penghitungan suara ulang di seluruh TPS Surabaya. Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menilai sikap Bawaslu...

KASN Tolak Gabung jika TPF Kecurangan Pilpres 2019 Dibentuk

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menolak bergabung jika kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat membentuk...

Selama Pemilu 54 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal

Metrobatam, Jakarta - KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah...

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Metrobatam, Sungai Penuh - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1...

Menlu Ditemui Dubes Sri Lanka, RI Siap Beri Bantuan Pascateror Bom

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Dharshana M Perera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dalam pertemuan itu,...

Bawaslu Kota Tanjungpinang akan Perketat Pengawasan 5 TPS PSU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Bawaslu Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap 5 TPS yang akan PSU (Pemungutan Suara Ulang). Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini...

Istri Almarhum Sys NS Menikah Lagi

Metrobatam, Jakarta - Penyiar senior Sys NS telah berpulang 2018 lalu. Kini, sang istri diketahui telah memutuskan untuk menikah lagi. Istri almarhum Sys NS, Shanty,...

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC

Metrobatam, Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban...

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...