Metrobatam, Batam – Seorang biksu berinisial YCH alias Hen serta penjaga Vihara Purnama Mahayana berinisial BGS ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Barelang, Kota Batam, Kepri. Mereka dilaporkan atas kasus eksploitasi anak dan pencabulan.

YCH dan BGS ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (29/8). Keduanya dilaporkan oleh 5 korban yang masih anak-anak.

Korban mengaku mendapat perlakuan yang tidak senonoh saat bekerja di vihara tersebut. Para korban yang masih tergolong dibawah umur ini juga mengaku tidak mendapatkan upah selama bekerja di vihara, bahkan ironis nya lagi ada dua korban mengaku dicabuli oleh oknum biksu di salah satu hotel di wilayah Jakarta Barat sebelum dibawa ke Kota Batam untuk dipekerjakan di vihara.

Laporan itu diterima oleh polisi pada Senin (28/8). Para korban didampingi oleh Paguyuban Pasundan.

Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima mengatakan, kepolisian langsung memproses laporan korban dan memeriksa sejumlah saksi di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang, Batam. Agung menambahkan, dari hasil pemeriksaan Satreskrim Polresta Barelang, Batam, polisi sudah menetapkan ada 2 tersangka yaitu seorang biksu bernisial YCH dan pengelola vihara berinisial BGS.

“Bahkan dalam waktu dekat ini untuk tersangka akan bertambah lagi terkait eksploitasi dan pencabulan anak,” imbuh Agung.

Polisi telah memeriksa BGS dan istrinya, serta seorang biksuni. Polresta Barelang juga sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mencari keberadaan YCH yang diduga ada di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga berhasil menyelamatkan lima anak di bawah umur dari Vihara Purnama Mahayana di kawasan Nongsa, Batam. Tiga dari lima korban merupakan perempuan yang juga menjadi korban pelecehan seksual oleh pelaku Yo Chu Hi yang sehari hari bekerja seorang biksu.

Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPPAID) Kepri Eri Syahrial mengatakan, ada lima anak yang dipekerjakan di vihara. Tiga perempuan dan dua orang laki-laki.

“Jadi tiga orang perempuan muda ini dicabuli di Jakarta sebelum sampai di Batam. Setelah dicabuli oleh suhu (biksu), kemudian mereka di pekerjaan di Vihara yang ada di Nongsa,” sebut Eri, Senin (28/8).

Tiga anak di bawah umur tersebut adalah SA (12), Sw (15) dan Dw (16). Korban SA bahkan mendapak kekerasan seksual berkali kali.

“Korban SA mendapat kekerasan seksual berkali kali. Dalam setiap aksinya pelaku juga mengancam korban,” jelas Erry.

Sementara itu, korban SA mengaku dirinya dijanjikan bekerja di Jakarta. Namun korban malah dibawa ke hotel. Di hotel tersebut sudah ada dua korban lainnya. Seminggu di Jakarta korban dibawa ke Batam.

“Di Batam itu kerja di vihara. Disuruh bersih-bersih. Tapi selama kerja tidak digaji,” ujar SA. Diketahui korban SA saat di bawa oleh pelaku masih duduk di bangku kelas 5 SD di Banten.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Real Count KPU 20%: Jokowi-Amin 55,1% Prabowo-Sandi 44,9%

Metrobatam, Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 20,1%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU'...

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipisah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan riset evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Salah satu rekomendasinya yaitu dilakukannya pemilu serentak dengan dua jenis. "Salah satu...

Kompolnas Tolak Gabung bila TPF Kecurangan Pilpres Dibuat

Metrobatam, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menolak bergabung andai kedua paslon peserta Pilpres 2019 sepakat membentuk komisi atau tim independen pencari fakta kecurangan....

Brimob Nusantara Ditarik ke DKI, KSP: Jakarta Barometer, Harus Diperkuat

Metrobatam, Bogor - Brimob Polda-polda di Indonesia dikerahkan Ibu Kota Jakarta terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu...

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang. Gempa bumi...

Wiranto Tegaskan Aparat Siap Hadapi Aksi yang Melanggar Hukum

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menko Polhukam) Wiranto mewanti-wanti kepada semua pihak tidak membuat gerakan massa yang mengganggu ketertiban...

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan...

TKN Minta Kubu Prabowo Lapor Bawaslu jika Temukan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai dengan mekanisme...

Bawaslu Sebut Situs Jurdil 2019 Diblokir karena Tak Netral

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut penutupan situs pemantau jurdil2019.org atau Jurdil 2019 dilakukan lantaran terdapat indikasi tidak netral...

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

Metrobatam, Jakarta - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count...

JK: Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Makin Cepat, Makin Baik

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan...

Stiker KPU Jadi Dasar Curiga Kecurangan, Ternyata untuk Hindari Preman

Metrobatam, Jakarta - Video mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print di Kawasan Condet, Jakarta Timur, bikin geger. Banyak yang menaruh...