Metrobatam, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengonfirmasi kenaikan dana parpol jadi Rp 1.000/suara. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) curiga kenaikan dana parpol tersebut justru menjadi lahan korupsi baru bagi Parpol.

“Saya sendiri cenderung untuk lebih meyakini kecurigaan yang terakhir di atas di mana kenaikan dana parpol ini justru bisa menjadi lahan bancakan baru dari parpol,” kata Peneliti Formappi Lucius Karus kepada detikcom, Minggu (27/8) malam.

Lucius menyebut kemungkinan itu bisa saja terjadi jika tak ada perubahan sistem pengelolaan keuangan di partai politik. Sehingga dana parpol tersebut diselewengkan untuk kepentingan yang lain sehingga tak seusai dengan tujuan awal bantuan tersebut diberikan.

“Bahkan dengan model tata kelola yang tertutup dan miskin dari sisi akuntabilitas, maka menjadi mungkin dana bantuan itu diselewengkan oleh partai untuk kepentingan yang berbeda dari tujuan negara memberikan bantuan tersebut. Dengan kata lain potensi dana parpol itu untuk dikorupsi menjadi terbuka ketika tata kelola parpol masih saja tetap dengan budaya yang lama yang cenderung tertutup dan tidak akuntabel,” terangnya.

Untuk itu, dia berharap kenaikan dana parpol bisa dibarengi dengan perbaikan tata kelola parpol secara kelembagaan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dengan transparansi dan akuntabilitas yang terjamin pelaksanaannya. Sebab, Lucius menganggap jika tak ada keseriusan untuk membenahi tata kelola partai, bantuan sebesar apapun takan berdampak positif, apalagi untuk menghentikan praktik-praktik korupsi di partai politik.

“Jika bantuan dinaikkan tanpa ada upaya untuk membenahi secara serius budaya tata kelola partai, maka saya menduga bantuan dalam jumlah berapapun tetap tak punya manfaat atau dampak positif. Apalagi jika disebutkan bahwa kenaikan dana bantuan itu sanggup menghilangkan praktek korupsi di parpol, saya sangat sangsi. Apalagi jika disebutkan bahwa kenaikan dana bantuan itu sanggup menghilangkan praktik korupsi di parpol, saya sangat sanksi. Bagaimana bisa praktik korupsi tiba-tiba bisa dihilangkan dengan kenaikan dana bantuan itu jika budaya korupsi itu sendiri terus terpelihara?” kata dia.

Konfirmasi dari Sri Mulyani diungkapkan dalam acara Workshop Nasional Perempuan Legislatif Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (27/8) hari ini. Awalnya dana parpol Rp 108/suara sah, kini jadi Rp 1.000/suara sah.

Penetapan kenaikan dana parpol tersebut tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor 277/MK.02/2017 pada 29 Maret 2017. Kenaikan dana parpol juga diikuti dengan revisi PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Parpol.

“Dalam surat Menteri Keuangan Kepada Mendagri telah ditetapkan usulan bantuan kepada Parpol yang dapat dipertimbangkan adalah Rp 1.000 per suara sah,” kata Sri.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Real Count KPU 20%: Jokowi-Amin 55,1% Prabowo-Sandi 44,9%

Metrobatam, Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 20,1%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU'...

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipisah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan riset evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Salah satu rekomendasinya yaitu dilakukannya pemilu serentak dengan dua jenis. "Salah satu...

Kompolnas Tolak Gabung bila TPF Kecurangan Pilpres Dibuat

Metrobatam, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menolak bergabung andai kedua paslon peserta Pilpres 2019 sepakat membentuk komisi atau tim independen pencari fakta kecurangan....

Brimob Nusantara Ditarik ke DKI, KSP: Jakarta Barometer, Harus Diperkuat

Metrobatam, Bogor - Brimob Polda-polda di Indonesia dikerahkan Ibu Kota Jakarta terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu...

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang. Gempa bumi...

Wiranto Tegaskan Aparat Siap Hadapi Aksi yang Melanggar Hukum

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menko Polhukam) Wiranto mewanti-wanti kepada semua pihak tidak membuat gerakan massa yang mengganggu ketertiban...

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan...

TKN Minta Kubu Prabowo Lapor Bawaslu jika Temukan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai dengan mekanisme...

Bawaslu Sebut Situs Jurdil 2019 Diblokir karena Tak Netral

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut penutupan situs pemantau jurdil2019.org atau Jurdil 2019 dilakukan lantaran terdapat indikasi tidak netral...

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

Metrobatam, Jakarta - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count...

JK: Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Makin Cepat, Makin Baik

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan...

Stiker KPU Jadi Dasar Curiga Kecurangan, Ternyata untuk Hindari Preman

Metrobatam, Jakarta - Video mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print di Kawasan Condet, Jakarta Timur, bikin geger. Banyak yang menaruh...