Polisi Incar Pemesan Jasa Penyebaran Kebencian dan Isu SARA Sindikat Saracen

Metrobatam, Jakarta – Kepolisian telah meringkus tiga orang sindikat Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Kelompok ini justru menawarkan jasa menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA dengan proposal ke berbagai pihak.

Bahkan setiap proposal yang diberikan ke pihak lain seharga puluhan juta. Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono menegaskan polisi akan mengincar pemesan jasa penyebaran ujaran kebencian.

Read More

“Siapa-siapanya belum bisa disampaikan, masih dalam kajian,” kata Awi, saat dihubungi detikcom, Rabu (23/8) malam.

Ia masih menutup rapat-rapat siapa pihak yang pernah menggunakan jasa Saracen ini. Hal itu lantaran polisi masih mengumpulkan barang bukti. Karena pengumpulan barang bukti ini tidak bisa hanya berasal dari pengakuan pelaku.

“Tidak bisa kita katakan, memang kesulitannya membuktikan siapa yang pesan ini. Benang merahnya itu tidak bisa hanya berdasarkan pengakuan,tapi kita sudah pegang pengakuan itu,” ujar Awi.

Saat ini pengumpulan barang bukti pendukung untuk mengusut siapa yang menjadi pemesan masih terkendala karena para pemesan jasa memberikan uang via tunai. Jika dibandingkan dengan transfer, maka kepolisian akan lebih mudah menelusuri jejak transaksi.

“Kita harus membuktikan itu, misalnya kontennya ini pesanannya ini pembayarannya pakai cash, kecuali kalau pakai elektronik atau transfer itu gampang lacaknya. Kalau cash and carry gitu kalau salah satunya menyangkal ya tidak bisa kalau tidak menemukan bukti lain,” kata dia.

Meski begitu, kepolisian juga akan mengusut selain tiga pelaku yang diciduk. Karena, Awi menyebut, kelompok Saracen ini memiliki hingga 800.000 akun sehingga tak menutup kemungkinan polisi akan kembali menangkap aktor penting lainnya di balik admin penyebar isu SARA dan ujaran kebencian.

“Iya tetap (usut), kita selektif prioritas. Dalam artian, bayangkan kalau kita tangkap semua akunnya saja 800.000 akun, pelaku-pelaku hatespeech semua,” ucap Awi.

“Admin-adminnya itu yang perlu kita warning sekali lagi jangan diteruskan. Satu per satu akan kita prioritaskan karena banyak akun yang annonymous itu. Termasuk mereka-mereka ini,” imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi meme yang berunsur SARA. Sebab ada kelompok yang memang sengaja memanfaatkan suhu panas politik dengan mengambil keuntungan sambil menyebarkan ujaran kebencian.

“Yang penting kita sudah kasih warning ke masyarakat jangan gampang termakan meme itu karena sebenarnya mereka kerjaannya begitu,” tutur Awi.(mb/detik)

Loading...

Related posts