Metrobatam, Jakarta – Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi siap bertarung dalam pesta demokrasi Sumatera Utara. Meski Pilgub Sumut masih satu tahun lagi, Edy sudah meminta izin kepada panglima tertinggi TNI, Presiden Joko Widodo.

“Beliau adalah panglima tertinggi TNI, yang jelas saya sudah izin ke beliau,” ujar Edy dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom di Makostrad, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (22/8).

Jokowi, menurut Edy, sudah memberi sinyal-sinyal positif akan mengizinkannya nyagub. Bahkan orang nomor satu di Indonesia itu sudah memberi pesan untuk Edy.

“Beliau sudah memberi sinyal, ‘pelajari dan silakan kalau itu memang dipandang baik’, dari Presiden. Walaupun hak politik saya, hak prerogatif saya itu kan saya bebas menentukan dalam rangka politik ini,” kata dia.

“Tapi tak terlepas itu, harus ada restu dari atasan saya. Salah satu atasan saya, yang paling tertinggi adalah Bapak Presiden. Sudah (izin langsung), kalau itu belum restu saya tidak mungkin berani di-shooting,” imbuh Edy.

Serius maju dalam Pilgub Sumut, jenderal bintang tiga ini sudah mulai bergerilya melakukan sosialisasi. Bahkan Edy telah mendaftar ke sejumlah partai sebagai bakal calon.

“Kita masih satu tahun lagi, 11 bulan yang masih harus dipersiapkan. Yang pertama yang harus saya siapkan rakyat Sumut, walau saya orang Sumut, saya mau mengenalkan diri saya dulu. Saya mau mengenalkan diri sama mereka,” tuturnya.

Edy sudah memasang berbagai spanduk, pamflet, dan alat sosialisasi lainnya. Dengan begitu, rakyat Sumut semakin mengenalnya, walaupun mantan Pangdam I/Bukit Barisan tersebut adalah putra daerah yang ketokohannya sudah cukup diketahui.

“Itu namanya wujud saya melamar ke rakyat. Mengenalkan diri dan saya akan meningkatkan elektabilitas saya,” kata Edy.

Edy sudah mendaftar ke PDIP, Golkar, Demokrat, Hanura, PPP, dan NasDem sebagai bakal calon gubernur. Namun Golkar memutuskan resmi mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Tengku Erry Nuradi (incumbent) dan Ngogesa Sitepu (Bupati Landak) maju ke Pilgub Sumatera Utara 2018. Keputusan tersebut sudah diresmikan melalui surat edaran dari DPP Golkar.

Meski begitu, Edy tidak mempermasalahkan keputusan resmi Golkar itu. Dia pun meyakini masih bisa mendapat tiket pencalonan melalui koalisi dengan jumlah syarat sesuai dengan aturan yang ada, yakni minimal 20 kursi di DPRD.

“Saya sudah meminta kepada Golkar untuk saya ikut dalam perahu Golkar. Tapi hak prerogatif Golkar tidak memberi ke saya, itu haknya Golkar. Dia memberikan kepada incumbent. Nggak ada masalah. Ya namanya kita minta, kadang dikasih, kadang nggak dikasih,” urai Edy.

Berani melepaskan karier militernya, Edy punya harapan tersendiri untuk Sumut. Dia ingin membangun daerah tempatnya berasal.

“Saya ingin Indonesia, khususnya Sumatera Utara ini, karena orang tua saya di situ, mertua saya di situ, handai taulan saya di situ, saudara-saudara, sahabat saya semua di situ. Saya ingin Sumut adalah makmur, sejahtera. Dengan makmur dan sejahteranya Sumatera Utara akan mendukung, membantu bangsa ini lebih kuat,” tutur Edy.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Real Count KPU 20%: Jokowi-Amin 55,1% Prabowo-Sandi 44,9%

Metrobatam, Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 20,1%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU'...

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipisah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan riset evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Salah satu rekomendasinya yaitu dilakukannya pemilu serentak dengan dua jenis. "Salah satu...

Kompolnas Tolak Gabung bila TPF Kecurangan Pilpres Dibuat

Metrobatam, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menolak bergabung andai kedua paslon peserta Pilpres 2019 sepakat membentuk komisi atau tim independen pencari fakta kecurangan....

Brimob Nusantara Ditarik ke DKI, KSP: Jakarta Barometer, Harus Diperkuat

Metrobatam, Bogor - Brimob Polda-polda di Indonesia dikerahkan Ibu Kota Jakarta terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu...

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang. Gempa bumi...

Wiranto Tegaskan Aparat Siap Hadapi Aksi yang Melanggar Hukum

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menko Polhukam) Wiranto mewanti-wanti kepada semua pihak tidak membuat gerakan massa yang mengganggu ketertiban...

NU Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Hasil Perhitungan KPU

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta semua pihak menahan diri dan bersabar menunggu perhitungan resmi pemilihan...

TKN Minta Kubu Prabowo Lapor Bawaslu jika Temukan Kecurangan

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai dengan mekanisme...

Bawaslu Sebut Situs Jurdil 2019 Diblokir karena Tak Netral

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut penutupan situs pemantau jurdil2019.org atau Jurdil 2019 dilakukan lantaran terdapat indikasi tidak netral...

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

Metrobatam, Jakarta - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count...

JK: Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Makin Cepat, Makin Baik

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan...

Stiker KPU Jadi Dasar Curiga Kecurangan, Ternyata untuk Hindari Preman

Metrobatam, Jakarta - Video mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print di Kawasan Condet, Jakarta Timur, bikin geger. Banyak yang menaruh...