Ilustrasi Burung Peliharaan

Metrobatam.com, Batam – Tiga pemuda Anak Baru Gede (ABG) menjadi pelaku pencuri burung peliharaan warga, masing-masing berinisial Ra (18), Ras (16) dan Ep (16). Ketiganya diringkus polisi di kawasan SP Plaza Sagulung, pada Senin (25/9) sekira pukul 22.00 WIB lalu.

Ketiga ABG ini memanfaatkan musim pencandu burung yang sekarang lagi marak-maraknya di daerah Sagulung dan Batuaji. Untuk melancarkan aksinya, ketiga lelaki ini nekat merental dua unit mobil Terios putih nopol BP 1234 DF dan Xenia warna putih nopol BP 1831 GC.

Pada saat penangkapan, polisi juga mendapati 8 ekor berbagai jenis beserta sangkarnya. Karena ketahuan beraksi, kedua mobil rentalan itu pun diamuk massa hingga kaca depan dan belakang hancur berantakan.

Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto menuturkan, pada awalnya pihaknya mendapat laporan adanya pencuri burung sering beraksi di wilayah Sagulung. Dan ternyata bukan hanya di Sagulung saja tetapi di seluruh Batam.

Guna menyelidiki laporan tersebut, anggota buser Polsek Sagulung memancing untuk membeli agar pelaku datang ke kawasan SP Plaza. Karena diketahui kalau pelaku ini mencuri sudah berbulan-bulan.

Menurut keterangan tiga pemuda kepada polisi, lanjutnya Hendrianto lagi, sudah sering mencuri dan nekat menggunakan mobil rental dengan secara bergantian. Tapi yang lebih parahnya lagi, bukan hanya burung saja yang diembat, namun apa yang letak di teras warga seperti tabung gas, mesin cuci maupun sandal juga digondol mereka.

“Ketiga pemuda ini cukup rapi mainnya. Soalnya mereka ini melakukan aksinya memakai dua unit mobil rentalan dengan cara bergantian di seluruh perumahan kota Batam. Yang lucunya, tak hanya burung yang diembat tapi ada juga mesin cuci, tabung gas. Pokokonya apa yang terletak diambil dari depan rumah warga,” kata Hendrianto, Rabu (27/9) siang. Seperti dikutip dari Haluankepri.com

Dari keterangan pelaku, lanjut Hendriyanto, burung hasil curian tersebut kemudian dijual secara online di media sosial (Medsos) dengan harga mulai Rp 1 juta hingga Rp7 jutaan. Hasil curian ini pun dijual tergantung jenis burungnya, seperti burung love bird, murai batu dan kenari. Selain terjual, ada juga ekor burung kita amankan tapi burung tersebut sudah diambil pemiliknya.

Sementara, Ra, salah satu dari pelaku mengakui perbuatannya, dan sudah tiga kali berhasil. Dari hasil curiannya dijual melalui medsos, kemudian hasilnya digunakan untuk main warnet dan jalan-jalan.

“Sudah tiga kali pak. Bahkan saat bereaksi sudah 20 ekor burung kita dapat, tapi belum semua terjual. Kami jual melalui medsos dan hasilnya kami buat main warnet dan jalan-jalan saja,” ujar pria putus sekolah yang tinggal Kavling Lama, Sagulung.

Akibat dari perbuatannya itu, tiga pemuda yang berdomisili Batuaji dan Sagulung ini dijerat dengan pasal 363 ayat (1) KUHPidana, tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara.

 

And/HK

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kominfo Rilis 23 Hoaks, Termasuk Neno Sebut Prabowo Rasul

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Subdit Pengendalian Konten Internet merilis temuan hoaks seputar Pemilu 2019 per Sabtu, 20 April 2019....

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Metrobatam, Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1...

PDIP Curigai Rekomendasi Bawaslu Soal Hitung Ulang di Surabaya

Metrobatam, Surabaya - Bawaslu Surabaya merekomendasikan penghitungan suara ulang di seluruh TPS Surabaya. Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menilai sikap Bawaslu...

KASN Tolak Gabung jika TPF Kecurangan Pilpres 2019 Dibentuk

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menolak bergabung jika kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat membentuk...

Selama Pemilu 54 Petugas KPPS dan 15 Polisi Meninggal

Metrobatam, Jakarta - KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah...

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Metrobatam, Sungai Penuh - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1...

Menlu Ditemui Dubes Sri Lanka, RI Siap Beri Bantuan Pascateror Bom

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Dharshana M Perera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi. Dalam pertemuan itu,...

Bawaslu Kota Tanjungpinang akan Perketat Pengawasan 5 TPS PSU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Bawaslu Kota Tanjungpinang akan perketat proses pengawasan terhadap 5 TPS yang akan PSU (Pemungutan Suara Ulang). Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini...

Istri Almarhum Sys NS Menikah Lagi

Metrobatam, Jakarta - Penyiar senior Sys NS telah berpulang 2018 lalu. Kini, sang istri diketahui telah memutuskan untuk menikah lagi. Istri almarhum Sys NS, Shanty,...

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC

Metrobatam, Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban...

Danlantamal IV Pimpin Apel Khusus

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Khusus di Lapangan...

PLN Tanjungpinang Ajak Ibu-ibu Masak Tanpa Api

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2019, PLN Tanjungpinang mengadakan lomba memasak menggunakan kompor induksi. Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Fauzan juga mengajak...