Metrobatam.com, Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan angka kejahatan pada Agustus 2017 mengalami peningkatan hingga 19 persen dibandingkan Juli 2017.
“Untuk kejahatan konvensional naik 19 persen. Dari 225 pada Juli menjadi 268 kasus pada Agustus 2017,” kata Sam usai upacara bulanan di Mapolda Kepri, Batam, Senin.
Kasus kejahatan tersebut, kata dia, sebagian besar terjadi di Kota Batam yang menjadi pusat segala kegiatan masyarakat di Provinsi Kepri.
“Selain itu, selama Agustus juga terjadi 33 kali kasus kejahatan trans nasional. Naik tujuh kasus dibandingkan sepanjang Juli 2017,” kata dia.
Untuk kasus kejahatan terhadap kekayaan negara naik dua kasus dibandingkan Juli yang hanya terjadi dua kasus.
“Pada Agustus tidak ada kasus kejahatan yang berimplikasi kontinjensi. Sama seperti pada Juli,” kata Sam.
Polda Kepri juga mencatat selama Januari hingga Agustus 2017 telah menangani 34 kasus tindak pidana di wilayah perairan yang ditangani Polair Polda Kepri.
“Dari 34 kasus dimaksud, sebanyak 16 kasus diserahkan keinstansi terkait seperti Bea Cukai, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kepri,” kata dia.
Berdasarkan perkembangan gangguan Kamtibmas di atas, Kapolda meminta seluruh jajaran meningkatkan berbagai upaya pencegahan sehingga tidak terus meningkat.
“Saat ini Polda Kepri berserta jajarannya sedang melaksanakan Operasi Mandiri kewilayahan Antik Seligi 2017 yang dilaksanakan 31 Agustus sampai 19 September 2017. Sasarannya narkoba,” kata Sam.
Kapolda meminta dalam operasi tersebut seluruh personil yang terlibat agar melakukan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya akan memperoleh hasil yang maksimal.
Sam juga menegaskan pada seluruh anggota agar tidak tersangkut kedalam masalah narkoba dan tindakan yang tidak pantas serta terlibat aksi kriminalitas lainnya.
(Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...