Metrobatam, Jakarta – Pemerintah Indonesia mengecam uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Tindakan uji coba itu disebut bertentangan dengan resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi-resolusi DK PBB terkait,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, dalam keterangannya, Senin (4/9).

Arrmanatha menegaskan uji coba nuklir itu dapat melepaskan materi radioaktif yang tersebar ke berbagai kawasan. Materi itu yang disebut dapat membayahakan lingkungan dan kesehatan dunia.

“Uji coba bom nuklir melepaskan berbagai materi radioaktif ke berbagai kawasan yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan populasi dunia,” tegasnya.

Stabilitas kawasan juga kata Arrmanatha yang menjadi pertimbangan Indonesia menolak keras uji coba nuklir tersebut. Karena itu, pemerintah Indonesia mengimbau semua pihak untuk terus mewujudkan terciptanya dunia yang aman dari ledakan senjata nuklir.

“Indonesia kembali menegaskan arti penting stabilitas di Semenanjung Korea dan mengajak semua pihak untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian, termasuk dengan mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea,” terangnya.

Penjelasan BATAN

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan bom hidrogen yang diklaim telah diuji coba oleh Korea Utara merupakan bom yang masuk dalam tipe canggih. Efek yang dihasilkan dari ledakan bom itu pun sangat luar biasa.

“Bom hidrogen salah satu bentuk bom yang cukup canggih, kalau benar-benar digunakan itu kekuatannya dahsyat punya dampak yang luar biasa,” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, kepada detikcom, Minggu (3/9) malam.

Djarot bahkan menyebut bom hidrogen itu mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan bom nuklir yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki. Bom hidrogen itu juga disebut seperti senjata pemusnah massal.

“Kalau benar itu bom hidrogen maka dampaknya bisa ribuan kali lebih dahsyat daripada bom atom Hirosima dan Nagasaki,” tuturnya.

Menurut Djarot, tidak semua negara bisa mengembangkan bom hidrogen seperti yang diklaim oleh Korea Utara. Hal itu dikarenakan bom hidrogen merupakan versi yang lebih maju dari bom atom dan tingkat kesulitannya sangat tinggi.

“Bom hidrogen adalah versi lebih maju dari bom atom yang membutuhkan nuklir yang sulit didapat plus tingkat kesulitannya lebih tinggi,” terangnya.

Selain itu, bom hidrogen pun memiliki perbedaan secara kimia. Bom hidrogen berbeda dengan bom eskplosif yang digunakan teroris internasional yang kerap digunakan di Indonesia atau negara lain.

“Bom hidrogen itu sesuatu yang mungkin berbeda apa yang terjadi secara kimia, secara bom eksplosif yang digunakan oleh teroris konvensional yang kita temui di Indonesia baik di Timur Tengah baik tapi itu bentuk lain suatu reaksi di mana tidak setiap negara bisa melakukan meskipun itu boleh dikatakan secama bom atom, bukan sebuah bahan kimia yang didapatkan dengan mudah,” papar Djarot.

Meski begitu, Djarot belum bisa memastikan secara detail mengenai bom hidrogen yang diklaim oleh Korea Utara itu. Negara-negara di sekitar pun masih mendeteksi benar-tidaknya klaim bom hidrogen dari negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un itu.

“Kita memang masih belum jelas apa yang terjadi di Korea Utara, beberapa orang menganggap ada sedikit getaran atau gempa, uji coba bom hidrogen tersebut tetapi nanti beberapa negara sekitar Tiongkok, Jepang, Korea Selatan bisa mendeteksi apakah yang diklaim oleh Korea Utara itu benar atau tidak,” ucapnya.

Seperti diketahui, Korea Utara telah menggelar uji coba bom nuklir, Minggu (3/9). Uji coba yang diperintahkan oleh pimpinan Korut, Kim Jong-Un itu berlangsung dengan sukses sempurna.

Uji coba ini juga disebut sebagai langkah ‘penuh makna’ dalam menyempurnakan program senjata nuklir Korut. Bom buatan Korut ini dirancang untuk bisa dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru milik Korut.

Beragam reaksi keras pun bermunculan usai uji coba nuklir Korut tersebut. Korea Selatan, Jepang, China hingga Prancis kompak memberikan kecaman terhadap tindakan Korut tersebut.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...