Penyelundupan 50 Ribu Minuman Beralkohol Asal Singapura Digagalkan

Metrobatam, Jakarta – Petugas gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman beralkohol dari Singapura. Total ada 50 ribu botol minuman beralkohol yang disita petugas.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengatakan kasus ini terungkap berkat kerja sama antara Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan Bea dan Cukai serta Kementerian Perdagangan.

Read More

“Ini kita lakukan khususnya di wilayah Polda Metro Jaya. Saya bersama jajaran akan konsisten terus bersinergi dan akan melakukan penindakan apabila ada hal-hal yang sifatnya terjadi penyelundupan di wilayah DKI Jaya atau jika ada lebih besar lagi kita koordinasi dengan tingkat atas,” jelas Irjen Idham saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9).

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memerintahkan aparat penegak hukum untuk bersinergi dalam mencegah penyelundupan barang ilegal yang berpotensi merugikan negara. Salah satu bentuk sinergi antar kementerian dan lembaga serta aparat penegak hukum yang tengah digencarkan yakni program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT).

“Hasilnya (penindakan) luar biasa. Kita tertibkan di titik-titik rawan, terutama pelabuhan utama seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Emas,” ungkapnya.

Minuman keras beralkohol termasuk salah satu barang impor berisiko tinggi yang ditindak oleh aparat berwajib. Total ada 5 kontainer yang diamankan oleh petugas gabungan.

Tiga kontainer diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan dua kontainer diamankan di Pelabuhan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Total nilai barang tersebut seharga Rp 26 miliar.

“Potensi kerugian yang terjadi nilainya saja, dari 5 kontainer ini Rp 26,3 M. Sedangkan pajak impor dan cukainya itu senilai 54,39 M. Jadi sebenarnya nilai barang ini kalau ditotal Rp 26,4 miliar ditambah Rp 53,9 miliar yaitu sekitar Rp 80 M,” imbuh Heru. (mb/detik)

Loading...

Related posts