Metrobatam, Jakarta – Hujan berintensitas tinggi turun di beberapa wilayah sehingga menyebabkan sungai meluap dan menimbulkan bencana banjir di beberapa wilayah Sumatera Utara. Ribuan rumah terendam banjir dan ribuan jiwa terdampak di Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labura Provinsi Sumatera Utara, pada Sabtu (16/9/2017).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, meluapnya Sungai Padang dan Sungai Bahilang akibat hujan lebat menyebabkan banjir melanda 5 kecamatan di Kota Tebing Tinggi sehingga 1.958 rumah terendam banjir dan 7.768 jiwa terdampak banjir sejak Sabtu (16/9) pukul 02.00 Wib hingga sore.

“Tidak ada korban jiwa meninggal akibat banjir. Masyarakat mengungsi ke rumah warga yang tidak terlanda banjir. BPBD Kota Tebing Tinggi bersama TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan relawan melakukan evakuasi warga. Makanan siap saji sebagnyak 6.000 bungkus telah dibagikan kepada masyarakat. Dapur umum telah dibangun BPBD Bersama Dinas Sosial dan Tim Penggerak PKK. Pendataan masih dilakukan. Hingga Sabtu pukul 18.00 Wib, banjir makin meluas sehingga permukiman yang terendam banjir makin bertambah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/9).

Menurutnya, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi secara merata di wilayah Kabupaten Asahan dan sekitarnya, termasuk bagian hulu Kabupaten Simalungun sejak Jumat (15/9/2017) pukul 17.30 Wib hingga Sabtu (16/9/2017) pukul 04.30 Wib. Ia tambahkan, kondisi demikian menyebabkan Sungai Aek Silo, Sungai Ambalutu, Sungai Piasa, dan Sungai Kopas meluap. Ketinggian air banjir berkisar 30-130 centimeter.

“Data kerusakan sementara meliputi jembatan penghubung rusak dan badan jalan tererosi di Desa Piasa Ulu, kolam ikan lele meluap dan jembatan kayu rusak di Desa Bangun Sari rusak, dan 20 hektar sawah terendam banjir. Pendataan masih dilakukan BPBD Asahan,” tuturnya.

Ia tambahkan, banjir juga melanda wilayah di Kabupaten Labura dengan dampak banjir yang tidak seluas di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Asahan. Sebanyak 81 rumah terendam banjir di Kecamatan Kuala Hulu dan Kecamatan Kuala Selatan. Tidak ada korban jiwa dan pengungsi dari banjir di Labura.

“BPBD Provinsi Sumatera Utara terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota yang terlanda bencana. Penanganan darurat masih dilakukan,” pungkasnya. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...